JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Gashoku PMM Jadi Kawah Candradimuka Atlet Malang Raya, Mental dan Karakter Jadi Prioritas

Reporter: Hendra Saputra • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 12 Oktober 2026, 14:23 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Pembinaan olahraga bela diri bukan semata-mata tentang penguasaan teknik dan kekuatan fisik. Mental tangguh, kedisiplinan, serta karakter menjadi fondasi penting dalam membentuk atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepribadian kuat. Semangat tersebut mewarnai kegiatan Gashoku Cabang Olahraga PMM (Pembinaan Mental Mushikawa) di Bumi Perkemahan Bedengan, Malang.

Kegiatan ini diikuti para atlet PMM dan perwakilan dojo dari berbagai wilayah se-Malang Raya. Selain menjadi ajang pembinaan mental, kegiatan tersebut juga diisi dengan prosesi penyematan sabuk hitam serta pelantikan senior, simpai, dan sensai yang dikukuhkan langsung oleh sesepuh Mushikawa, Shihan Aksan.

Pengukuhan tersebut menjadi simbol pencapaian sekaligus bentuk pengakuan atas dedikasi dan komitmen peserta dalam menekuni ilmu bela diri. Lebih dari itu, amanah yang diberikan diharapkan menjadi dorongan untuk semakin memperkuat tanggung jawab dalam menjaga nilai-nilai yang diajarkan di lingkungan PMM.

Dalam sambutannya, Shihan Aksan menekankan pentingnya menjadikan PMM sebagai ruang pembinaan yang mampu melahirkan atlet bermental kuat, disiplin, tangguh, dan berkarakter. Ia berharap PMM dapat menjadi tempat menempa kemampuan sekaligus membangun mental juara bagi para atlet di Malang Raya.

“PMM harus bisa menjadi candradimuka bagi atlet-atlet se-Malang Raya, tempat untuk menempa kemampuan, membangun mental juara, serta membentuk pribadi yang menjunjung tinggi sportivitas dan rasa hormat,” ujar Shihan Aksan.

Menurutnya, pembinaan bela diri tidak seharusnya hanya berorientasi pada kemampuan teknik maupun pencapaian prestasi di arena pertandingan. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketahanan mental juga perlu ditanamkan agar para atlet mampu menghadapi berbagai tantangan, baik dalam olahraga maupun kehidupan sehari-hari.

“Pembinaan olahraga bela diri tidak hanya tentang teknik dan prestasi. Yang tidak kalah penting adalah membentuk kepribadian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta ketahanan mental para atlet,” tegasnya.

Sementara itu, PMM Kota Malang yang diketuai Lea Mahda yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan Kota Malang, diharapkan terus memperluas pembinaan atlet secara berkelanjutan. “Penguatan sinergi antardojo menjadi salah satu langkah penting untuk membuka kesempatan bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi melalui olahraga bela diri,” kata Lea.

Pelaksanaan Gashoku di alam terbuka Bumi Perkemahan Bedengan juga memberikan pengalaman pembinaan yang berbeda bagi para peserta. Suasana tersebut menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, melatih ketangguhan, serta memperkuat kerja sama dan semangat pantang menyerah.

Keterlibatan dojo dari berbagai wilayah di Malang Raya diharapkan semakin mempererat persaudaraan antaratlet dan pelatih. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat fondasi pembinaan olahraga bela diri di kawasan Malang Raya.

Melalui kegiatan Gashoku, PMM berupaya membangun pola pembinaan yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian penting dari perjalanan seorang atlet. Harapannya, para praktisi PMM mampu tumbuh menjadi atlet bermental kuat, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik daerah.

Baca Juga: Radja Nainggolan Sesali Pilih Belgia, Kini Merasa Bisa 15 Tahun Bela Timnas Indonesia

Baca Juga: Pengprov TI Jatim Benahi Kualitas Pelatih, Bekali Sport Science hingga Psikologi Olahraga

Topik Terkait
# Gashoku PMM# Pembinaan Mental Mushikawa# Kawah Candradimuka# Atlet Malang Raya# Mental# Karakter

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap