JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Ini 5 Tips Aman Berkendara di Medan Tanjakan dan Turunan Ekstrem Kota Batu

Reporter: Prasetyo Lanang • Editor: A Yahya
📅 11 Oktober 2026, 18:03 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES – Kontur wilayah Kota Batu yang dikelilingi pegunungan menyajikan pemandangan alam memukau sekaligus tantangan berkendara yang menguji adrenalin. Kontur jalan yang didominasi tanjakan curam, turunan panjang, serta tikungan tajam seperti di Jalur Cangar-Pacet, Payung-Pujon, hingga Klemuk-Songgoriti kerap memicu insiden gagal menanjak maupun rem blong bagi pengemudi luar daerah.

Guna mencegah potensi kecelakaan mematikan akibat kurangnya pemahaman medan, pengemudi wajib menguasai teknik berkendara yang benar saat melintasi kota wisata ini.

1. Kuasai Teknik Tanjakan Curam dan Stop and Go:

Pindahkan transmisi ke gigi paling rendah (mode L, 2, atau M1/M2 pada mobil matik, serta gigi 1 atau 2 pada mobil manual) sejak dari bawah sebelum menanjak guna meraih torsi maksimal. Ambil ancang-ancang dari jarak aman dan hindari memindahkan gigi di tengah tanjakan curam. Jika terjebak kemacetan di tanjakan, manfaatkan rem tangan (handbrake) alih-alih menahan laju mobil dengan setengah kopling atau menginjak gas agar transmisi tidak overheat.

2. Manfaatkan Engine Brake dan Hindari Menahan Rem di Turunan:

Saat melintasi turunan panjang seperti rute Cangar menuju pusat kota, dilarang keras memosisikan transmisi pada gigi Netral (N). Pindahkan ke gigi rendah agar laju kendaraan tertahan oleh putaran mesin (engine brake). Hindari menginjak pedal rem secara terus-menerus tanpa henti karena dapat memicu panas berlebih (fading) di atas 300 derajat celsius yang menjadi pemicu utama rem blong. Gunakan teknik injak-lepas secara berkala untuk pendinginan alami.

3. Lakukan Pemeriksaan Vital Kesiapan Kendaraan:

Cek ketebalan kampas rem, kejernihan minyak rem, serta pastikan tidak ada kebocoran minyak di area roda sebelum berangkat. Pastikan kondisi alur ban masih tebal dan tekanan angin sesuai standar agar tidak licin saat melintasi jalan berlumut. Periksa pula kecukupan air radiator dan fungsi kipas pendingin mesin guna mengantisipasi risiko overheat akibat beban kerja mesin yang berat di jalan menanjak.

4. Adaptasi Karakter Jalanan dan Cuaca Ekstrem:

Saat menghadapi kabut tebal mendadak di kawasan Payung atau Cangar, segera nyalakan lampu kabut (foglamp) atau lampu utama dan hindari menyalakan lampu hazard saat mobil terus melaju. Kurangi kecepatan jauh sebelum memasuki tikungan licin yang tertutup sisa tanah atau daun pinus basah. Pada jalur wisata yang sempit, selalu berikan prioritas jalan kepada kendaraan yang sedang menanjak karena mereka membutuhkan momentum.

5. Langkah Darurat Saat Mengalami Rem Blong: Jika rem mendadak tidak berfungsi di turunan, tetap tenang dan segera pompa pedal rem berulang kali untuk membangun kembali tekanan sistem pengereman. Turunkan tuas transmisi ke posisi paling rendah secara bertahap guna memaksimalkan engine brake, lalu tarik rem tangan (handbrake) secara perlahan. Jika laju belum berhenti, arahkan kendaraan ke jalur penyelamat, tebing tanah di sisi kiri, atau dinding pembatas sembari membunyikan klakson panjang.

Baca Juga: Kalender Jawa Weton Minggu Legi 11 Oktober 2026: Awas Boros

Baca Juga: Bukan Cuma Surabaya, Ini Asal-usul Nama Daerah di Jawa Timur yang Menarik Ditelusuri

Topik Terkait
# rem blong# cegah rem blong# wisata kota batu

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap