JATIMTIMES - Sejumlah wilayah di Kabupaten Malang, Jawa Timur masih terdampak kekeringan. Berdasarkan laporan terbaru yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Minggu, 11 Oktober 2026, dampak kekeringan di Kabupaten Malang diperkirakan melanda sebanyak 18 ribu jiwa.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, belasan ribu jiwa yang diperkirakan terdampak kekeringan tersebut tersebar pada 14 desa di Kabupaten Malang. "Dampak kekeringan terjadi pada 14 desa pada enam kecamatan," ujarnya.
Berdasarkan laporan Posko Komando Masa Tanggap Darurat Bencana Kekeringan BPBD Kabupaten Malang hingga Minggu, 11 Oktober 2026, sejumlah enam kecamatan yang masih dilanda kekeringan tersebut tersebar di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak.
"Kurang lebih ada 5.799 KK (Kepala Keluarga) dengan total 18.414 jiwa yang terdampak kekeringan," tuturnya.
Disampaikan Sadono, belasan ribu jiwa yang masih terdampak kekeringan tersebut juga turut menjadi penerima manfaat distribusi bantuan air bersih. Pendistribusian bantuan air bersih dampak kekeringan tersebut berlangsung secara bertahap.
Sementara itu, pada Sabtu, 10 Oktober 2026, distribusi bantuan air bersih turut disalurkan pada tujuh desa di empat kecamatan. Rinciannya meliputi Desa Kedungbanteng dan Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumawe; Desa Kalirejo, Desa Sumberpetung, dan Desa Arjosari di Kecamatan Kalipare; Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung; kemudian Desa Pagak di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.
"Update distribusi air bersih pada Sabtu kemarin (10 Oktober 2026) mencapai sebanyak 83.050 liter," ujar Sadono.
Pada saat itu, disampaikan Sadono, distribusi bantuan air bersih dampak kekeringan paling banyak disalurkan ke wilayah Kecamatan Sumawe. Rinciannya, distribusi air bersih di Desa Sitiarjo sebanyak 20 ribu liter, sedangkan di Desa Kedungbanteng sebanyak 15 ribu liter. Selain pada dua desa tersebut, distribusi air bersih di Kecamatan Sumawe juga disalurkan ke Puskesmas Sitiarjo sebanyak lima ribu liter.
Sementara untuk distribusi air bersih di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung sebanyak 14.050 liter. Kemudian di Kecamatan Kalipare distribusi air bersih menyasar Desa Kalirejo sebanyak empat ribu liter, Desa Sumberpetung 15 ribu liter, dan di Desa Arjosari sebanyak lima ribu liter.
Selanjutnya, untuk distribusi air bersih di Desa Pagak, Kecamatan Pagak sebanyak lima ribu liter. "Distribusi air bersih menggunakan lima armada truk tangki dengan sebanyak 18 rit (perjalanan bolak-balik, red)," ujar Sadono.
Perlu diketahui, hingga saat ini upaya penanganan dampak kekeringan masih berlanjut. Sejumlah personel gabungan dari unsur BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang masih disiagakan dalam upaya penanganan dampak kekeringan.
Pada upaya pendistribusian bantuan air bersih dampak kekeringan tersebut juga turut melibatkan Perum Jasa Tirta (PJT) I, Perumda Tirta Kanjuruhan, perangkat desa setempat, Asia Muslim Charity Foundation (AMCF), hingga para relawan. "Kami masih bersiaga selama 24 jam dalam rangka Tanggap Darurat Bencana Kekeringan," pungkas Sadono.
Baca Juga: 672 Warga Mengungsi Akibat Banjir Padang, Pakar Soroti Soal Kerusakan Infrastruktur
Baca Juga: Perempuan PNS yang Dilaporkan Hilang Ditemukan di Jurang 15 Meter, Alami Patah Kaki