JATIMTIMES - Pengalaman selama 14 tahun menjadi kepala dapur di salah satu restoran di Kota Malang menjadi modal bagi Ari Iriyanto untuk mengembangkan usaha sendiri. Warga Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, itu kini menekuni bisnis saus asam manis dengan merek Saose Cak Gundul.
Keahlian yang diperoleh selama bertahun-tahun berkecimpung di dunia kuliner membuat Ari tidak perlu memulai usahanya dari nol. Ia memanfaatkan resep yang telah dikuasainya untuk menghadirkan saus asam manis yang bisa digunakan sebagai pelengkap berbagai menu, seperti koloke dan fuyunghai.
“Saya kan sudah 14 tahun jadi kepala dapur di restoran di Kota Malang. Jadi memang dari awal sudah menguasai resepnya. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak kemampuan ini dikembangkan menjadi usaha sendiri,” kata Ari.
Menurut Ari, ide tersebut muncul karena ia melihat saus asam manis masih memiliki peluang untuk dikembangkan. Terlebih, masyarakat kini cenderung mencari sesuatu yang praktis ketika menyiapkan makanan di rumah.
“Kayaknya masih jarang yang jual produk saus asam manis seperti ini. Orang biasanya cukup bikin lauknya saja, sausnya tinggal beli, kemudian tinggal dipanaskan. Jadi lebih praktis dan tidak perlu ribet,” imbuhnya, Minggu (11/10/2026).
Usaha Saose Cak Gundul telah berjalan selama sekitar tiga tahun. Dalam perjalanannya, Ari terus mempertahankan cita rasa yang menurutnya menjadi salah satu hal penting agar pelanggan mau kembali membeli produknya.
“Yang saya tawarkan memang kepraktisannya. Tinggal dipanaskan saja, tidak perlu membuat saus dari awal. Selama ini banyak yang cocok dengan rasanya,” tambah Ari.
Ari juga membuat produknya dalam beberapa pilihan ukuran untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen. Saus asam manis tersebut tersedia mulai dari kemasan 200 mililiter, 350 mililiter, 600 mililiter hingga 1.000 mililiter.
Selain dipasarkan di sekitar Kota Malang, Saose Cak Gundul juga telah menjangkau konsumen dari luar daerah. Ari menyebut produknya pernah dikirim ke Bandung, Gresik hingga Madura.
“Kalau luar kota sudah pernah kirim ke Bandung, Gresik, sama Madura. Jadi ternyata peminatnya bukan hanya dari sekitar Malang," terangnya.
Ia juga menyebut saus tersebut dapat disimpan hingga sekitar dua bulan dengan catatan penyimpanannya dilakukan di dalam lemari pendingin.
“Kalau stok bisa tahan sekitar dua bulanan, tapi memang harus masuk kulkas. Jadi konsumen bisa menyimpan dan menggunakannya saat membutuhkan,” jelas Ari.
Bagi Ari, usaha tersebut bukan sekadar menjual saus. Bisnis Saose Cak Gundul menjadi langkah untuk mengubah pengalaman dan keterampilan yang telah dikumpulkannya selama belasan tahun bekerja di dapur menjadi peluang usaha yang bisa terus dikembangkan.
“Selama ini saya belajar banyak dari dunia dapur. Sekarang saya ingin kemampuan yang saya punya tidak hanya digunakan di tempat kerja, tapi juga bisa menjadi usaha sendiri,” tutupnya.
Baca Juga: Resmi Buka Kantor Cabang di Kaltim, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar-Daerah