JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Kebutuhan Hunian Mahasiswi Tinggi, Niscala Female Livin Malang Tawarkan Bisnis Bos-Kosan Tanpa Pusing Operasional

Reporter: Prasetyo Lanang • Editor: Yunan Helmy
📅 10 Oktober 2026, 15:10 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES – Pertumbuhan jumlah mahasiswa baru di Malang Raya setiap tahun menciptakan peluang bisnis properti hunian sewa yang kian menggiurkan. Menjawab tingginya kebutuhan tempat tinggal yang aman sekaligus efisien, serta peluang bagi para investor (bos-kosan), Aterra Realty menghadirkan inovasi ekosistem hunian Niscala Female Livin di kawasan Puncak Dieng, Malang.

Berlokasi hanya sekitar 850 meter dari Universitas Brawijaya (UB) Kampus 2, hunian sewa berbasis female living ini dirancang sebagai kawasan rumah kos khusus perempuan pertama dan terbesar di Malang.

Isu utama yang diusung dalam proyek ini adalah penyediaan solusi investasi tanpa beban operasional bagi para pemilik aset (bos-kosan).

Melalui dukungan manajemen pengelolaan Co-Living dan aplikasi pencatatan keuangan real-time Postify, para investor tidak lagi harus dipusingkan dengan urusan perawatan gedung, pencarian penyewa, maupun penanganan keluhan harian.

Direktur Utama Aterra Realty Anugroho Fajar Islami menegaskan bahwa konsep female living dibangun untuk memberikan rasa aman penuh bagi para mahasiswi sekaligus ketenangan bagi para orang tua.

"Niscala Female Living kami bangun sebagai jawaban atas pertanyaan dan kekhawatiran dari para orang tua. Kami memberikan keamanan, privasi, kenyamanan, dan lingkungan yang sehat. Pengelolaan setelah bangunan berdiri dikelola penuh oleh sistem Co-Living," ujar Anugroho Fajar.

Chief Marketing Officer (CMO) Aterra Realty Ibnu Angga Handaru menambahkan bahwa pemisahan peran kepemilikan aset dari rutinitas penjagaan properti menjadi kunci utama kenyamanan investor.

"Kami ingin bos-kosan cukup jadi pemilik, bukan menjadi penjaga kos-kosan. Manajemen kos yang akan menjalankan seluruh operasionalnya, mulai dari pemasaran, proses check-in, perawatan bangunan, hingga urusan teknis dan non-teknis lainnya," jelas Ibnu.

Ia membeberkan bahwa Niscala juga membangun ekosistem gaya hidup sehat bagi penghuni yang mencakup fasilitas kesehatan, klinik terkoneksi, ambulans darurat, hingga kegiatan komunal berkala.

Dari total 43 unit yang disiapkan dengan variasi 6, 9, hingga 11 kamar, lebih dari 50 persen unit telah terserap pasar dengan harga mulai Rp 1,3 miliar hingga Rp 1,7 miliar per unit berkondisi fully furnished. "Bahkan ada yang sudah deal dua unit digabung total 20 kamar," sebutnya.

Kehadiran kawasan hunian modern ini turut disambut positif oleh pemerintah desa setempat karena dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi warga lokal secara berkelanjutan.

Kepala Desa Kalisongo Siswanto berharap pengembangan investasi kawasan hunian ini dapat terjalin harmonis dengan lingkungan sekitar serta memberikan dampak pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat desa.

"Harapan kami pengembang bisa berhubungan baik dengan desa dan dapat memberdayakan warga Desa Kalisongo sesuai SDM-nya, sehingga masyarakat kami menjadi pekerja dan ekonomi keluarga bisa meningkat," kata Siswanto.

Baca Juga: Resmi Buka Kantor Cabang di Kaltim, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar-Daerah

Baca Juga: Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Topik Terkait
# Niscala Female Livin# kebutuhan rumah# mahasiswi# Malang

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap