JATITMIMES – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Jember melalui peringatan dua tahun pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC) sekaligus peluncuran Mobil Cinta oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, bersama Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis (08/10) tersebut dihadiri juga oleh Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Timur I Made Puja Yasa, Anggota DPRD Kabupaten Jember, jajaran Kepala Dinas dilingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, Direktur Rumah Sakit dan Kepala Puskesmas, serta para pemangku kepentingan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Akmal Budi Yulianto menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Jember. Di tengah keterbatasan fiskal dan anggaran daerah, Jember kembali membuktikan bahwa keberpihakan kepada masyarakat, kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, serta kolaborasi yang kuat dapat menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan masyarakat.
“Dengan jumlah penduduk mencapai 2.648.587 jiwa, Kabupaten Jember telah mencatatkan cakupan kepesertaan JKN sebesar 99,03 persen dan tingkat keaktifan peserta mencapai 80,35 persen. Capaian ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Jember, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap komitmen ini terus berlanjut demi keberlangsungan Program JKN dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Jember,” ujar Akmal
Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, UHC bukan sekadar pencapaian angka kepesertaan, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Melalui capaian UHC untuk kedua kalinya, Jember menegaskan komitmennya agar masyarakat memiliki akses terhadap perlindungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Di tengah berbagai kebutuhan pembangunan dan keterbatasan kemampuan fiskal daerah, upaya mempertahankan UHC membutuhkan komitmen, perencanaan, dan keberanian menentukan prioritas. Semangat inilah yang tercermin dari kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, yang menempatkan kesehatan masyarakat sebagai salah satu bentuk investasi penting bagi kesejahteraan warga.
(Foto: Peluncuran Mobil Cinta oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, bersama Direktur Kepesertaan BPJS KesehatanAkmal Budi Yulianto (Foto: Dokumentasi BPJS Kesehatan for Jatimtimes))
“Bagi kami, kesehatan masyarakat bukan hanya tentang besarnya anggaran, tetapi tentang keberpihakan dan komitmen untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan. Ketika pemerintah memiliki kepedulian dan semua pihak mau bekerja bersama, keterbatasan dapat dihadapi melalui inovasi dan kolaborasi,” ujar Gus Fawait demikian pesan yang ingin ditegaskan melalui momentum dua tahun UHC Jember ini.
Mobil Cinta, Inovasi Pelayanan yang Mendekatkan JKN kepada Warga
Peluncuran Mobil Cinta menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran mobil cinta ini diharapkan dapat mendekatkan akses informasi dan pelayanan administrasi JKN, khususnya bagi warga yang menghadapi kendala jarak, waktu, maupun keterbatasan akses terhadap layanan di kantor.
Melalui Mobil Cinta, pelayanan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih proaktif, termasuk melalui kegiatan jemput bola di wilayah yang membutuhkan. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai Program JKN, berkonsultasi terkait kepesertaan, serta mendapatkan pendampingan untuk kebutuhan administrasi sesuai jenis layanan yang tersedia.
Lebih dari sekadar kendaraan operasional, Mobil Cinta membawa pesan bahwa pelayanan publik harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Pemerintah tidak cukup hanya menunggu masyarakat datang untuk mendapatkan layanan, tetapi perlu berinisiatif mendatangi warga, memahami kebutuhan mereka, dan membantu memberikan solusi.
Akmal juga mengapresiasi hadirnya Inovasi Mobil Cinta ini, ia juga berharap bisa memperkuat sinergi Pemerintah Kabupaten Jember dengan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajiban peserta JKN, menjaga keaktifan kepesertaan, serta membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai prosedur pelayanan kesehatan.
Cinta kepada Masyarakat Menjadi Energi untuk Menjaga UHC
Keberhasilan mempertahankan UHC di tengah keterbatasan anggaran menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga dari keberanian menetapkan prioritas dan kesungguhan mencari jalan keluar.
Komitmen Bupati Jember dalam memperjuangkan perlindungan kesehatan masyarakat menjadi energi untuk membangun kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus memperkuat koordinasi agar capaian UHC tidak berhenti sebagai sebuah seremoni, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
UHC juga perlu dipahami sebagai tanggung jawab berkelanjutan. Selain memperluas cakupan kepesertaan, keberlanjutan program membutuhkan pengelolaan pembiayaan yang cermat, pemutakhiran data peserta, edukasi kepada masyarakat, serta upaya memastikan peserta dapat mengakses pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kolaborasi untuk Perlindungan Kesehatan yang Berkelanjutan
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan yang hadir bersama Bupati Jember dalam momentum ini diharapkan semakin memperkuat dukungan dan sinergi antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Jember. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk menjaga kesinambungan kepesertaan, meningkatkan kualitas informasi publik, serta memastikan masyarakat memahami cara mengakses manfaat Program JKN.
Dua tahun pelaksanaan UHC dan peluncuran Mobil Cinta menjadi momentum untuk melangkah lebih jauh: dari capaian kepesertaan menuju pelayanan yang semakin mudah dijangkau, dari komitmen menjadi tindakan nyata, dan dari keterbatasan menjadi dorongan untuk terus berinovasi.
Bagi Jember, cinta kepada masyarakat bukan hanya slogan. Cinta diwujudkan melalui upaya menjaga perlindungan kesehatan, menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, dan memastikan bahwa masyarakat tidak merasa berjalan sendiri ketika membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan.
Baca Juga: Program Home Care, Dekatkan Layanan Kesehatan Bagi Balita Stunting
Baca Juga: Jamu Pegal Linu Terasa Manjur Banget? Awas, Bisa Jadi Dicampur Obat Kimia