JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

81 Tahun Jawa Timur, Asep Kusdinar Tekankan Pengabdian Lintas Generasi Saat Ziarah Makam Wagub Abdul Hamid Mahmud

Reporter: Anggara Sudiongko • Editor: A Yahya
📅 8 Oktober 2026, 17:12 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES – Perjalanan 81 tahun Provinsi Jawa Timur tidak hanya berkaitan dengan pertambahan usia pemerintahan daerah, tetapi juga menyangkut kesinambungan pengabdian dari satu generasi kepemimpinan ke generasi berikutnya. Hal itu menjadi perhatian Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar, saat mengenang kiprah para pemimpin Jawa Timur terdahulu.

Asep menyampaikan hal tersebut setelah memimpin ziarah ke makam mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Abdul Hamid Mahmud di Pemakaman Keluarga Areng-Areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (8/10/2026).

Menurut Asep, para pemimpin terdahulu tidak semata-mata menjadi bagian dari catatan sejarah pemerintahan. Jejak pengabdian mereka juga menjadi nilai yang perlu diteruskan oleh aparatur pemerintahan saat ini.

"Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pemimpin Jawa Timur yang telah mendahului kita. Mereka adalah bagian dari perjalanan sejarah Jawa Timur yang tidak boleh kita lupakan," ujar Asep.

Ia menilai tantangan pemerintahan terus berubah seiring perkembangan masyarakat. Melanjutkan pengabdian para pendahulu, menurut dia, bukan berarti mempertahankan pola lama, melainkan membawa nilai pengabdian tersebut untuk menjawab persoalan sesuai perkembangan zaman.

"Setiap masa memiliki tantangannya sendiri. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan pengabdian itu sesuai dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat," tutur Asep.

Asep juga menempatkan integritas dan kepentingan masyarakat sebagai bagian dari nilai yang harus dijaga dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, hasil pembangunan bukan satu-satunya warisan yang diterima generasi pemerintahan berikutnya.

"Yang kita warisi bukan hanya hasil pembangunan, tetapi juga semangat pengabdian, persatuan dan kebersamaan. Nilai-nilai itulah yang harus terus kita hidupkan dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Selain kesinambungan pengabdian, Asep menyoroti pola kerja antarperangkat daerah. Kompleksitas persoalan pembangunan membuat penyelesaian masalah tidak dapat dilakukan secara sektoral.

Koordinasi antarperangkat daerah, menurut dia, harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kebijakan maupun pelayanan publik membutuhkan keterhubungan antarlembaga agar dapat merespons kebutuhan masyarakat.

"Semangat gotong royong harus terus kita jaga. Koordinasi, kolaborasi dan sinergi antarperangkat daerah menjadi bagian penting dalam melanjutkan pembangunan Jawa Timur," tegasnya.

Sekitar 70 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, unsur rumah sakit milik Pemprov Jatim, Pemerintah Kecamatan Junrejo, jajaran Bakorwil Malang serta keluarga Abdul Hamid Mahmud.

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., Direktur RSUD Saiful Anwar Prof. Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp.B, Subsp. Onk. (K), FINACS, FICS, MMRS, jajaran Wakil Direktur RSUD Saiful Anwar, Direktur RSUD Karsa Husada Batu Dr. dr. Muhamad Rizal, MM, M.Kes, CHQP, serta Camat Junrejo Kota Batu.

Dari pihak keluarga, hadir putri kedua Abdul Hamid Mahmud, Dewi Indriasari, dan putri keempat, Sari Widiyanti Budiar.

Prosesi diawali dengan laporan perwira upacara dan penghormatan kepada arwah Abdul Hamid Mahmud. Asep kemudian meletakkan karangan bunga bersama rombongan, dilanjutkan doa dan tabur bunga.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan tali asih kepada perwakilan keluarga almarhum.

Asep mengatakan, penghormatan terhadap pemimpin terdahulu juga berkaitan dengan tanggung jawab aparatur pemerintahan dalam menjalankan tugasnya. Pergantian generasi pemerintahan, menurut dia, tidak boleh menghilangkan nilai pengabdian yang telah dibangun sebelumnya.

"Setiap masa memiliki tantangannya sendiri. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan pengabdian itu sesuai dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat," tutur Asep.

Baca Juga: Kilas Balik Kasus Mas Bechi, Terpidana Pencabulan Santriwati yang Bebas Bersyaratnya Dicabut

Baca Juga: Antisipasi Ledakan Kembali, Pemkot Surabaya Edukasi Masyarakat Tanda Kebocoran Gas LPG

Topik Terkait
# bakorwil malang# asep usdinar# hut jatim

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap