JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Kapan Jawa Timur Mulai Hujan? Ini Prediksi BMKG untuk Wilayah Barat dan Selatan

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: A Yahya
📅 8 Oktober 2026, 16:47 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Musim hujan di Jawa Timur diperkirakan akan datang secara bertahap. Tidak semua daerah akan mengalami hujan secara bersamaan. 

BMKG Juanda telah merilis prakiraan awal musim hujan 2026/2027. Dilansir dari akun Instagram resminya, untuk tahap pertama, wilayah yang dipetakan mencakup kawasan barat dan selatan Jawa Timur.

Ada 10 wilayah yang masuk dalam prakiraan tersebut, yakni Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Nganjuk, Madiun, Magetan, dan Ngawi.

Lantas, kapan wilayah-wilayah tersebut mulai memasuki musim hujan?

Wilayah barat Jatim mulai hujan lebih dulu

Kawasan barat Jawa Timur diperkirakan menjadi salah satu wilayah yang lebih awal memasuki musim hujan. Waktunya berkisar dari akhir November hingga awal Desember.


Rinciannya sebagai berikut:

• Kediri, Nganjuk, Madiun, Magetan, dan Ngawi: November dasarian III hingga Desember dasarian I.

• Blitar: Desember dasarian I.

Sebagai informasi, dasarian merupakan periode 10 hari. Dasarian I berarti tanggal 1-10, dasarian II tanggal 11-20, sedangkan dasarian III berlangsung pada tanggal 21 hingga akhir bulan.

engan demikian, hujan yang turun sesekali sebelum periode tersebut belum otomatis menandakan suatu daerah sudah memasuki musim hujan.

Bagaimana dengan wilayah selatan?

Berbeda dengan kawasan barat, awal musim hujan di wilayah selatan Jatim diperkirakan lebih bervariasi.

Ponorogo memiliki beberapa prakiraan awal musim hujan, yakni November dasarian III, Desember dasarian I, dan Desember dasarian III, tergantung wilayahnya.

Sementara itu, Trenggalek dan Tulungagung diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada Desember dasarian I hingga dasarian II.

Adapun Pacitan diprediksi menjadi salah satu wilayah yang memasuki musim hujan lebih belakangan. Awal hujan diprakirakan mulai turun pada Desember dasarian III.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap satu atau dua kali hujan sebagai tanda musim hujan telah dimulai. 

Awal musim hujan ditentukan berdasarkan pola curah hujan dalam periode dasarian. Artinya, hujan perlu menunjukkan peningkatan frekuensi dan konsistensi dalam beberapa periode.

Karena itu, hujan yang turun sesekali setelah kemarau masih dapat dikategorikan sebagai hujan yang belum menandai masuknya musim hujan secara konsisten.

Adapun informasi awal musim hujan ini penting diketahui karena berkaitan dengan berbagai aktivitas masyarakat.

Bagi sektor pertanian, prakiraan tersebut dapat menjadi acuan untuk menentukan waktu tanam. Pengelolaan waduk, irigasi, dan ketersediaan air juga dapat disiapkan dengan lebih baik.

Dari sisi kebencanaan, masuknya musim hujan perlu diikuti dengan kewaspadaan terhadap banjir, genangan, longsor, dan potensi cuaca ekstrem.

Sektor transportasi juga perlu mengantisipasi perubahan kondisi cuaca, baik untuk perjalanan darat, laut maupun udara.

Sementara dari sisi kesehatan, masyarakat perlu mewaspadai penyakit yang berpotensi meningkat saat musim hujan. Seperti ISPA, diare, dan penyakit yang ditularkan melalui vektor.

BMKG mengimbau masyarakat tidak menunggu hujan deras datang untuk mulai melakukan persiapan. Saluran air, selokan, dan talang di sekitar rumah perlu dibersihkan. Drainase juga perlu dipastikan berfungsi dengan baik agar air tidak mudah menggenang.

Perlengkapan menghadapi hujan seperti payung dan jas hujan juga sebaiknya mulai disiapkan. Masyarakat yang bekerja di sektor pertanian dapat menyesuaikan waktu tanam dengan kondisi musim di wilayah masing-masing.

Untuk daerah yang memiliki potensi banjir maupun longsor, kesiapan jalur evakuasi dan tas siaga bencana juga perlu diperhatikan.

Dapat disimpulkan bahwa wilayah barat Jatim diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada akhir November hingga awal Desember, sedangkan sejumlah wilayah selatan baru menyusul hingga Desember dasarian III. Waktu pastinya tetap bergantung pada perkembangan kondisi atmosfer dan konsistensi hujan di masing-masing wilayah. Semoga informasi ini membantu ya. 

Baca Juga: Pegiat Konservasi dan Warga Kembangkan Ekowisata Birdwatching, Identifikasi 55 Jenis Burung di Hutan Arjuno

Baca Juga: Flushing Bendungan Sengguruh Selama 10 Hari Ditarget Gelontorkan 700 Ribu Meter Kubik Sedimen

Topik Terkait
# bmkg juanda# hujan# musim hujan# bmkg# prediksi hujan

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap