JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Pegiat Konservasi dan Warga Kembangkan Ekowisata Birdwatching, Identifikasi 55 Jenis Burung di Hutan Arjuno

Reporter: Prasetyo Lanang • Editor: Nurlayla Ratri
📅 7 Oktober 2026, 13:58 WIB • ⏱️ 2 menit baca

JATIMTIMES – Kesadaran untuk menjaga kelestarian satwa liar di kawasan Hutan Lereng Gunung Arjuno kini tumbuh melalui cara yang ramah lingkungan dan bernilai edukasi. Yayasan Profauna Indonesia bersama masyarakat lokal menggagas kegiatan birdwatching atau pengamatan burung liar sebagai strategi kreatif untuk menghentikan praktik penangkapan burung di alam bebas.

Wisata minat khusus yang menggabungkan unsur petualangan, edukasi, dan konservasi ini secara rutin menyusuri jalur trekking sepanjang enam kilometer dengan beragam tutupan vegetasi hutan.

Sejak dirintis pada tahun 2026, agenda pengamatan burung ini rata-rata diminati oleh 15 peserta saban bulannya dari berbagai wilayah seperti Malang, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, hingga Jakarta.

Pengamatan dilakukan menggunakan teropong binokular dan kamera lensa khusus untuk mengidentifikasi perilaku beragam jenis burung langka tanpa merusak habitat aslinya.

Tim Profauna mencatat sedikitnya terdapat 55 jenis burung yang menghuni kawasan hutan lereng Gunung Arjuna, di antaranya Elang Jawa, Elang Hitam, Kadalan Birah, Paok Pancawarna, hingga Takur Tohtor.

Praktisi birdwatching Made Astuti mengungkapkan bahwa keanekaragaman jenis burung di lereng Gunung Arjuna menjadi daya tarik utama yang memikat perhatian para pengamat dari berbagai daerah.

"Burung favorit bagi peserta birdwatching adalah Kadalan Birah dan Elang Jawa, karena selain ukurannya besar, warnanya juga sangat menyolok di alam," ujar Made Astuti, Rabu (7/10/2026).

Pendiri Profauna Indonesia Rosek Nursahid membeberkan bahwa keterlibatan masyarakat tepi hutan menjadi kunci utama kesuksesan program konservasi berbasis perhutanan sosial ini.

"Masyarakat lokal dilibatkan langsung dalam penyediaan konsumsi peserta hingga survei lokasi pengamatan. Kedepannya ada keinginan dari masyarakat bahwa mereka juga akan menyediakan homestay bagi tamu yang jauh," ujar Rosek.

Rosek menambahkan bahwa inisiatif ekowisata ini perlahan mengubah pola pikir warga lokal menjadi lebih protektif terhadap lingkungan sekitarnya.

"Program untuk melestarikan hutan dan satwa liar di lereng Gunung Arjuna dimulai tahun 2021 lewat pendekatan perhutanan sosial dan pengembangan wisata khusus birdwatching," kata Rosek Nursahid.

Inisiatif pengamatan burung ini berjalan beriringan dengan program rehabilitasi hutan lindung bekas perambahan yang digarap bersama kelompok tani hutan dan Perhutani.

Baca Juga: Flushing Bendungan Sengguruh Selama 10 Hari Ditarget Gelontorkan 700 Ribu Meter Kubik Sedimen

Baca Juga: Sungai Bango Kehilangan Ruang, Sempadan Terdesak Bangunan dan Sampah

Topik Terkait
# birdwatching# gunung arjuno# pro fauna indonesia

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap