JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Marak Kebakaran Lahan di Kota Batu, 4 Lokasi Terbakar dalam Sehari Akibat Pembakaran Serasah

Reporter: Prasetyo Lanang • Editor: Nurlayla Ratri
📅 7 Oktober 2026, 13:47 WIB • ⏱️ 2 menit baca

JATIMTIMES – Embusan angin kencang disertai kondisi vegetasi yang mengering memicu maraknya rentetan insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Batu. Dalam kurun waktu 24 jam, tim gabungan pemadam mencatat ada empat titik lokasi kebakaran lahan yang menghanguskan vegetasi pinus hingga rumpun bambu milik warga pada Selasa (6/10/2026).

Empat titik lokasi bencana tersebut tersebar di Desa Pesanggrahan, Desa Sumberejo, Desa Gunungsari di Kecamatan Batu, serta Desa Mojorejo di Kecamatan Junrejo.

Musibah karhutla terbanyak dipicu oleh kebiasaan warga melakukan pembakaran sisa rumpun bambu dan serasah sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Lokasi kejadian pertama terjadi pada pukul 10.00 WIB di Hutan Produksi Petak 228 A RPH Oro-Oro Ombo Desa Pesanggrahan dengan luasan area Hutan Pinus terbakar mencapai 0,5 hektar.

Tak berselang lama, sekitar pukul 12.30 WIB, api akibat pembakaran serasah bambu tanpa pengawasan melalap 0,25 hektar lahan rumpun bambu di Dusun Santrean RT 03 RW 04 Desa Sumberejo.

Penanganan kebakaran rumpun bambu juga berlanjut hingga malam hari oleh tim gabungan di kawasan Desa Gunungsari serta Desa Mojorejo guna memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke pemukiman warga.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu Suwoko mengonfirmasi bahwa seluruh titik api di empat lokasi tersebut berhasil dikendalikan oleh tim gabungan BPBD, Damkarmat, TNI-Polri, relawan, dan warga tanpa adanya korban jiwa.

"Tim Reaksi Cepat bersama unsur gabungan bergerak maraton melakukan pemadaman manual, penyemprotan, hingga pembuatan sekat bakar. Pemicunya mayoritas akibat sisa pembakaran serasah yang menjalar tak terkendali," ujar Suwoko, Rabu (7/10/2026).

Menanggapi maraknya insiden karhutla yang terjadi secara simultan, Suwoko kembali mewanti-wanti seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan tidak mengolah lahan menggunakan media api.

"Embusan angin kencang sangat rawan membuat api menyebar cepat dan memicu kebakaran tak terkendali. Kami terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar." tegasnya.

Baca Juga: Jawa Timur Mulai Diguyur Hujan, Apakah Musim Kemarau Benar-Benar Berakhir?

Baca Juga: Hasil Sidang MK soal Ijazah Gibran: Tak Ditemukan Bukti Setara SMA, Mengapa Tak Didiskualifikasi?

Topik Terkait
# kota batu# kebakaran lahan# karhutla

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap