JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Telur Desa Tropodo Sidoarjo Beracun Tertinggi Kedua di Asia, Ini Penyebabnya

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 7 Oktober 2026, 11:34 WIB • ⏱️ 6 menit baca

JATIMTIMES - Nama Desa Tropodo di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pernah menjadi sorotan dunia karena temuan kadar dioksin dalam telur ayam kampung. Senyawa beracun itu ditemukan dalam kadar yang sangat tinggi setelah sejumlah pabrik tahu di kawasan tersebut menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar.

Penelitian gabungan Ecoton, Nexus3 Foundation, Arnika, dan International Pollutants Elimination Network (IPEN) pada 2019 menemukan kadar dioksin dalam telur ayam kampung dari Tropodo mencapai 200 pg TEQ/g lemak.

Angka itu tercatat sebagai tingkat dioksin tertinggi kedua yang pernah diukur pada telur di Asia, di bawah Bien Hoa, Vietnam. Bien Hoa merupakan bekas pangkalan militer Amerika Serikat yang tercemar dioksin dari penggunaan Agent Orange selama Perang Vietnam.

Untuk diketahui, Tropodo merupakan desa dengan sekitar 5.000 penduduk. Selama bertahun-tahun, sejumlah industri tahu di kawasan tersebut menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar untuk menghasilkan panas dalam proses produksi.

Sampah tersebut antara lain berasal dari limbah yang masuk bersama impor kertas bekas. Plastik yang tidak dapat digunakan untuk proses daur ulang kemudian dipilah dan sebagian dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Kondisi ini berkaitan dengan perubahan arus perdagangan sampah plastik dunia setelah China memperketat impor limbah melalui kebijakan National Sword pada 2018.

Kebijakan tersebut membuat perdagangan sampah plastik global berubah drastis. Bank Dunia mencatat perdagangan sampah plastik kemudian beralih ke sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia dan negara lain di kawasan tersebut.

Data perdagangan juga menunjukkan Indonesia mengimpor sekitar 149,5 juta kilogram limbah, serpihan dan sisa plastik pada 2018 untuk kategori HS 391590. Negara asalnya antara lain Amerika Serikat, Jepang, China, Australia dan sejumlah negara lainnya.

Di Tropodo, persoalan tersebut kemudian bertemu dengan kebutuhan industri kecil terhadap bahan bakar murah.

IPEN mencatat plastik yang masuk bersama limbah kertas impor di Tropodo dan Bangun kemudian digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin pembuat tahu.

Masalahnya muncul ketika plastik dibakar secara tidak terkendali. Pembakaran plastik, terutama yang mengandung klorin, dapat menghasilkan dioksin dan senyawa berbahaya lainnya. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan dioksin merupakan kelompok Persistent Organic Pollutants (POPs) yang dapat bertahan lama di lingkungan, berpindah melalui jarak jauh dan terakumulasi dalam rantai makanan.

Dioksin juga cenderung menumpuk pada jaringan lemak hewan. Karena itu, bahan pangan seperti daging, ikan, produk susu dan telur dapat menjadi salah satu jalur paparan manusia. WHO menyebut lebih dari 90% paparan dioksin pada manusia terjadi melalui makanan.

Dampaknya bukan perkara sepele. Paparan jangka panjang terhadap dioksin dikaitkan dengan gangguan sistem kekebalan, sistem reproduksi dan perkembangan, gangguan hormon serta kanker. Janin dan bayi termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampaknya.

Lantas telur ayam kampung menjadi salah satu objek penelitian karena ayam yang dipelihara secara bebas dapat mencari makanan di tanah dan lingkungan sekitar. Kontaminan yang terserap tubuh kemudian dapat terakumulasi dalam telur.

Hasil penelitian 2019 menunjukkan kadar dioksin pada telur dari Tropodo mencapai sekitar 80 kali batas regulasi Uni Eropa untuk dioksin dan hampir 2.000 kali kadar latar belakang yang ditemukan pada telur supermarket di Asia Tenggara.

IPEN bahkan menghitung orang dewasa yang mengonsumsi satu telur dari ayam kampung yang mencari makan di sekitar pabrik tahu tersebut dapat melampaui batas asupan harian yang dapat ditoleransi (TDI) EFSA untuk dioksin terklorinasi hingga 70 kali lipat.

Temuan tersebut membuat Tropodo berada tepat di bawah Bien Hoa dalam daftar lokasi dengan kadar dioksin tertinggi pada telur di Asia yang pernah diukur.

"Temuan-temuan mencolok ini menggambarkan bahaya plastik bagi kesehatan manusia dan harus mendorong para pembuat kebijakan untuk melarang pembakaran limbah plastik, mengatasi kontaminasi lingkungan, dan mengendalikan impor secara ketat," kata Lee Bell, penasihat IPEN sekaligus salah satu penulis laporan tersebut.

Persoalan Tropodo tidak berhenti pada penelitian 2019. Laporan Toxic Hotspots in Java II yang diterbitkan Nexus3 Foundation dan Arnika pada 2024 kembali memasukkan Tropodo sebagai salah satu lokasi yang terdampak pencemaran akibat penggunaan plastik sebagai bahan bakar.

Penelitian tersebut mencakup sejumlah titik di Jawa yang memiliki persoalan pencemaran bahan kimia berbahaya. Tropodo menjadi salah satu lokasi yang dikaitkan dengan aktivitas pabrik tahu yang menggunakan plastik sebagai bahan bakar.

Dalam laporan tersebut, estimasi tingkat paparan melalui konsumsi telur di Tropodo berada pada kisaran 33 hingga 48 kali TDI yang ditetapkan EFSA. Angka itu menunjukkan kontaminasi rantai makanan di lokasi tersebut masih menjadi persoalan serius berdasarkan sampel yang diteliti.

Nexus3 menyebut sumber pencemaran senyawa berbahaya di Indonesia juga berkaitan dengan aktivitas usaha kecil dan menengah, termasuk pabrik tahu di Tropodo dan tempat pembakaran kapur di Karawang yang menggunakan plastik sebagai bahan bakar.

Selain persoalan rantai makanan, pembakaran plastik juga menimbulkan masalah pencemaran udara di sekitar lokasi.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi pembakaran pernah melaporkan gangguan pernapasan akibat asap yang muncul dari aktivitas pembakaran.

ECOTON dalam pemantauan pada 2025 juga menemukan persoalan kualitas udara di sekitar pabrik tahu Tropodo. Pengukuran pada 17 Mei 2025 mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 1.063 mikrogram per meter kubik, jauh di atas baku mutu udara ambien nasional yang disebut ECOTON sebesar 55 mikrogram per meter kubik.

ECOTON juga melaporkan menemukan partikel mikroplastik di udara di kawasan tersebut dan mengaitkannya dengan pembakaran plastik yang tidak sempurna.

Dari kasus Tropodo menggambarkan rantai persoalan yang panjang. Sampah plastik yang sulit didaur ulang dapat berpindah dari negara maju ke negara lain melalui perdagangan limbah. Setelah sampai di negara tujuan, sebagian limbah dapat berakhir di tempat pengolahan yang tidak memiliki sistem pengelolaan memadai.

Di Tropodo, plastik tersebut kemudian digunakan sebagai bahan bakar karena lebih murah dibandingkan bahan bakar lain. Ketika plastik dibakar tanpa pengendalian emisi yang memadai, berbagai polutan berbahaya dapat dilepaskan ke lingkungan. Sebagian kemudian dapat masuk ke tanah, udara dan rantai makanan.

WHO menegaskan pembakaran limbah yang tidak terkendali merupakan salah satu sumber pelepasan dioksin. Pengendalian proses pembakaran menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terbentuk dan menyebarnya senyawa tersebut.

Karena itu, kasus Tropodo tidak sekadar berbicara tentang sampah di sebuah desa di Sidoarjo. Kasus tersebut menunjukkan bagaimana keputusan dan aktivitas dalam perdagangan limbah internasional dapat memiliki konsekuensi langsung terhadap lingkungan dan masyarakat di lokasi yang jauh dari sumber sampah tersebut.

Nexus3 pun menilai persoalan tersebut perlu dilihat dari sisi hulu, termasuk pengawasan impor limbah, penegakan aturan pengelolaan sampah serta pengawasan penggunaan bahan bakar pada industri kecil.

Dengan pengawasan yang lemah, persoalan serupa berisiko muncul di lokasi lain. Sampah yang seharusnya dikelola secara aman justru dapat berubah menjadi sumber polusi yang masuk ke udara hingga rantai makanan.

Baca Juga: Sering Mengantuk Saat Pagi Hari Padahal Sudah Tidur Semalaman? Bisa Jadi Kebiasaan Ini Penyebabnya

Baca Juga: Pria di Malang Ini Kaget Jantungnya Tersumbat 90 Persen, Padahal Tak Pernah Sakit

Topik Terkait
# Telur# Telur Tropodo# Desa Tropodo Sidoarjo# Telur Beracun# Asia

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap