JATIMTIMES - Api membakar gedung asrama putra Pondok Pesantren Al-Hikmah di Dusun Tanggungan, Desa Bandung, Diwek, Jombang. Kebakaran ini membuat panik santri yang sedang beristirahat di dalam kamar.
Salah satu santri bernama Muhammad Hidayatullah (15) mengatakan, api membakar lantai 2 dan 3 di gedung asrama putra. Lantai 2 merupakan area laboratorium komputer dan ruang belajar, sedangkan lantai 3 berupa balkon dan gudang parabotan.
Saat kebakaran terjadi pagi tadi pukul 10.15 WIB, Hidayatullah dan 30 santri lainnya sedang berada di kamar lantai satu. Kobaran api dan kepulan asap membuat santri panik hingga berlarian ke luar asrama.
"Dari luar itu teriak kebakaran, terus yang di dalam langsung lari. Saat itu santri sedang istirahat," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Jumat (02/10/2026).
Pengasuh Ponpes Al-Hikmah, Nur Laili Sa'adah, mengungkapkan, kebakaran terjadi di ruang laboratorium komputer, ruang belajar, dan gudang di lantai 2 dan 3. Ia menduga, kebakaran akibat korsleting listrik di lab komputer.
"Sepertinya itu korsleting listrik. Ya memang kita akui instalasi mungkin agak kurang benar. Ini bangunan dari bantuan pemerintah," terangnya.
Nur mengatakan, saat kebakaran posisi santri sedang libur sekolah. Mereka sedang beristirahat di asrama setelah kegiatan roan atau bersih-bersih pondok pesantren.
Beruntung tidak ada santri yang menjadi korban. "Bangunan yang terbakar sekitar 50 persen. Tidak ada korban. Untungnya sebagian santri kegiatan di luar sehingga saat dengar kebakaran langsung keluar, panik," ungkapnya.
Kebakaran itu langsung ditangani petugas pemadam kebakaran dari BPBD Jombang dengan mengerahkan 1 unit mobil damkar dan 2 mobil tangki air. Sebanyak 20 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman api.
Api benar-benar bisa dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB. Atap bangunan gedung asrama putra berbahan baja ringan terlihat ambruk akibat kebakaran. Sedangkan seluruh isi ruangan di lantai 2 ludes dilalap api.
"Yang terbakar ini gedung tempat tinggal santri. Tidak ada korban jiwa, hanya material peralatan dan sebagian busa kasur tempat tidur santri yang terbakar," kata Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Marak di Magetan, PDI-P Magetan Terjunkan Kader dan Bantuan Logistik.
Baca Juga: Sejumlah Lapisan Masyarakat Gelar Haul Akbar, Jadi Rangkaian Peringatan 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan