JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

557 Gempa Bumi Melanda selama September, 7 Guncangan Dirasakan di Jatim

Reporter: Ashaq Lupito • Editor: A Yahya
📅 1 Oktober 2026, 17:23 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Terjadi 557 gempa bumi pada periode September 2026. Berdasarkan laporan kondisi kegempaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dari ratusan gempa bumi yang terjadi pada periode September tersebut sebagian di antaranya turut dirasakan secara langsung di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang Ricko Kardoso menuturkan, ratusan gempa bumi yang terjadi di sepanjang periode September 2026 tersebut disebabkan karena adanya subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia serta aktivitas patahan atau sesar aktif.

"Total gempa yang terjadi pada periode September (2026) sebanyak 557 kejadian. Sementara untuk magnitudo gempa antara M 1.08 sampai dengan M 4.97," ujarnya kepada JatimTIMES pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Berdasarkan kedalamannya, disampaikan Ricko, gempa bumi yang terjadi pada periode September 2026 tersebut terbagi pada tiga klasifikasi. Rinciannya meliputi gempa bumi dangkal yang terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer dari permukaan laut.

Sementara dua klasifikasi lainnya meliputi gempa bumi menengah yang terjadi pada kedalaman antara 60-300 kilometer dari permukaan laut. Selanjutnya ialah gempa bumi dalam yang terjadi pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut.

"Pada periode ini (September 2026, red) terjadi 429 gempa bumi dangkal, 127 kejadian gempa bumi menengah, dan satu kejadian gempa bumi dalam," bebernya.

Ricko menambahkan, secara frekuensi, intensitas gempa bumi tertinggi terjadi pada 3 September yakni sebanyak 29 kejadian gempa bumi. Sementara untuk intensitas terendah terjadi pada 19 September sebanyak sembilan kejadian gempa bumi.

"Pada periode ini terdapat tujuh kejadian gempa bumi yang dirasakan," pungkasnya.

Tujuh kejadian gempa bumi yang turut dirasakan langsung di wilayah Jatim dan sekitarnya tersebut pertama kali terjadi pada 3 September 2026 pada pukul 03:52 WIB. Pada saat itu, magnitudo gempa bumi yang terjadi mencapai M 4.54 dengan kedalaman 55 kilometer.

Sementara dampak guncangan gempa bumi turut dirasakan di Pacitan dengan skala III Modified Mercalli Intensity (MMI). Selain itu, guncangan gempa bumi juga turut dirasakan di wilayah Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung dengan skala II MMI.

Selanjutnya, gempa bumi yang terjadi pada 4 September pada pukul 12:05 WIB dengan magnitudo M 4.93. Gempa bumi yang terjadi pada kedalaman 33.9 kilometer tersebut turut dirasakan di Bantul, Kulonprogo, Kebumen, Cilacap, Purwokerto dengan skala III MMI; Pangandaran dengan skala II-III MMI; Sleman, Pacitan, Wonogiri dengan skala II MMI.

Selanjutnya pada 10 September pukul 16:03 WIB dengan magnitudo M 2.90. Pada saat itu, gempa bumi yang terjadi pada kedalaman 5.7 kilometer tersebut turut dirasakan di Punggelan, Pandanarum, Kalibening dengan skala III MMI; Sidamulya, Karangkobar, Pasegeran dengan skala II-III MMI.

Pada 12 September pukul 02:43 WIB terjadi gempa bumi dengan skala M 3.85. Gempa bumi yang terjadi pada kedalaman 5.4 kilometer tersebut turut dirasakan di Wonosobo dengan intensitas III MMI; Banjarnegara dengan skala II-III MMI; dan Batang dengan skala II MMI.

Pada hari yang sama yakni 12 September juga terjadi gempa bumi pada pukul 04:23 WIB. Magnitudo gempa sebesar M 5.9 dengan kedalaman 376 kilometer. Pada saat itu gempa bumi turut dirasakan di Cilacap, Palabuhanratu, Cisolok dengan skala III MMI; Garut, Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, hingga Padang dan sekitarnya dengan skala II-III MMI.

Gempa bumi selanjutnya terjadi pada 14 September pukul 08:42 WIB dengan magnitudo mencapai M 4.97. Gempa bumi dengan kedalaman 47.5 kilometer tersebut turut dirasakan di Pacitan, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, Kediri, Bondowoso, Batu dengan skala II-III MMI; Kalibaru Banyuwangi, Badung dengan skala II MMI.

Terakhir, gempa bumi yang turut dirasakan secara langsung terjadi pada 19 September pukul 07:40 WIB. Gempa bumi dengan magnitudo M 2.6 pada kedalaman 7 kilometer tersebut dirasakan di Tasikmalaya dan Ciamis dengan skala III MMI.

Baca Juga: Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Doa Mengalir dari Alun-Alun Kota Batu

Baca Juga: BMKG Rilis Daftar Daerah yang Mulai Masuk Musim Hujan Oktober 2026, Cek Wilayahnya

Topik Terkait
# gempa bumi# ricko kardoso# bmkg# gempa jatim

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap