JATIMTIMES – Ribuan jemaah memadati TG Fest 02 di Lapangan Teras Gubuk, Desa Tanjang, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada puncak Hari Lahir (Harlah) Ke-2 Teras Gubuk, Rabu 30 September 2026 malam. Di tengah kemeriahan itu, pengasuh Pengajian Teras Gubuk, KH Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar, menegaskan bahwa hiburan juga bisa menjadi cara menyegarkan hati.
“Acara malam hari ini murni tanazzuhul qulub, hiburan untuk menyejukkan hati. Jangan sampai ada kesan malam ini kita ngaji yang berat-berat,” kata Gus Kautsar dalam sambutannya.
Sekitar pukul 19.30 WIB, dentum musik perlahan reda. Lampu merah muda menyapu panggung berlatar layar LED penuh, dan suasana berganti hangat. Di panggung utama, tumpeng nasi kuning tersaji bersama tampah berisi jajanan khas Nusantara.
Ribuan jemaah memusatkan pandangan ke satu titik saat prosesi potong tumpeng dimulai. Para tokoh, penyelenggara, dan pengisi acara berdiri bersama di atas panggung. Gus Kautsar tampil berkemeja hitam, peci, dan sarung, didampingi sang istri, Ning Jazilah Annahdliyah atau Ning Jazil, yang mengenakan jubah hijau zaitun.
Menurut Gus Kautsar, potong tumpeng malam itu bukan hanya seremoni peringatan hari lahir. Ada pesan sederhana di baliknya: menikmati hiburan juga bisa menjadi cara menjaga hati tetap segar.
Ia menyinggung sifat manusia yang mudah bosan atau sa'amah. Jenuh, katanya, adalah bagian dari hidup, sehingga setiap orang membutuhkan ruang untuk rehat sejenak dari rutinitas.
Gus Kautsar mengutip kearifan Sayyidina Abdullah bin Mas'ud RA. Rasulullah SAW, kata dia, juga memberi jeda saat menyampaikan pengajaran agar hati tidak merasa jenuh.
Dari situ, ia memandang hiburan bukan sekadar pengisi waktu, melainkan ruang untuk memulihkan semangat sebelum kembali beraktivitas dan memperbaiki diri. Ia menyebutnya sebagai semacam “pengecasan”. Setelah energi terisi kembali, seseorang diharapkan bisa melanjutkan perjalanan dengan lebih semangat dan istikamah.
Di akhir sambutannya, Gus Kautsar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua yang terlibat. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung dan mendoakan terselenggaranya kegiatan ini,” ucapnya.
Seusai potongan tumpeng diserahkan dan doa dipanjatkan, suasana kembali cair. Gus Kautsar berdiskusi sebentar dengan Sabrang, vokalis Letto, di atas panggung. Suasana yang tadinya khidmat berubah santai dan riang.
Usai diskusi singkat itu, Letto langsung menghibur jemaah. Salah satu lagu yang dibawakan adalah “Sebelum Cahaya”. Rangkaian acara berlanjut ke undian umrah, sebelum akhirnya Dewa 19 featuring Virzha naik panggung dan menghidupkan suasana. Salah satu lagu yang dibawakan adalah “Dewi”, disambut antusias pengunjung.
Kilatan kamera ponsel bermunculan dari berbagai penjuru, dan jemaah menikmati rangkaian acara hingga penghujung malam.
Di TG Fest 02, potong tumpeng tidak berhenti sebagai seremoni. Ia menjadi jeda kecil di tengah kemeriahan yang mempertemukan rasa syukur, kebersamaan, dan hiburan.
Baca Juga: Lahan Rumpun Bambu di Mojorejo Kota Batu Terbakar, Diduga akibat Bara Pembakaran Serasah
Baca Juga: Kebakaran Ruko Furnitur dan Elektronik di Malang, Satu Orang Luka Bakar