JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Benarkah AI Bisa Picu 1 Miliar Kematian, Ini Skenarionya

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 30 September 2026, 19:25 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Pernyataan Bill Gates soal bahaya kecerdasan buatan (AI) masih menjadi sorotan. Pendiri Microsoft itu memperingatkan AI saat ini sudah cukup kuat untuk memicu peristiwa yang bisa menyebabkan 1 miliar kematian, jika teknologi tersebut disalahgunakan.

Peringatan itu disampaikan Bill Gates dalam wawancara dengan NBC News dalam program Meet the Press. Ia menjelaskan ancaman terbesar bukan semata-mata AI yang tiba-tiba berubah menjadi seperti robot dalam film, melainkan manusia dengan niat jahat yang memanfaatkan kemampuan AI untuk melakukan serangan berskala besar.

“AI tentu cukup kuat untuk memicu berbagai peristiwa yang, Anda tahu, dapat menyebabkan satu miliar kematian,” kata Bill Gates, dikutip NBC News, Rabu (30/9/2026). 

Ia juga menilai kombinasi antara orang yang berniat jahat dan teknologi AI terbaru dapat menghasilkan ancaman yang belum pernah ada sebelumnya.

“Belum pernah ada senjata yang sekuat kombinasi antara orang-orang dengan niat buruk dan teknologi AI terbaru,” ujarnya.

Peringatan Bill Gates kemudian dibahas oleh konten kreator Alif Towew di media sosial. Banyak warganet yang mempertanyakan mengapa AI tidak dimatikan saja jika suatu hari dianggap berbahaya.

"Masalahnya, ekosistem AI modern tidak bekerja seperti satu komputer yang cukup dicabut kabel listriknya. Model dan layanan AI dijalankan menggunakan infrastruktur komputasi, jaringan, pusat data, perangkat lunak, serta berbagai salinan dan sistem yang terhubung," ungkap Alif, dikutip dari akun Instagram pribadinya. 

Bill Gates sendiri justru menyoroti perlunya keterlibatan pemerintah dan penegak hukum jika AI digunakan untuk kejahatan. Menurutnya, pengawasan yang hanya mengandalkan perusahaan AI tidak cukup.

"Tidak ada yang berpikir pengaturan diri sudah cukup. Anda membutuhkan penegak hukum dan para politisi untuk masuk ke dalam diskusi tentang seperti apa perlindungan dan pemantauan itu," kata Bill Gates.

Peringatan Bill Gates ini muncul di tengah kekhawatiran dari sejumlah orang yang bekerja langsung di industri AI. Salah satunya Jacob Coxon, peneliti yang sebelumnya bekerja di OpenAI dan Anthropic. 

Pada September 2026, Coxon mengumumkan pengunduran dirinya dari Anthropic dan mengkritik perlombaan perusahaan AI dalam mengembangkan sistem yang semakin mampu memperbaiki dirinya sendiri.

Dalam unggahannya di X, Coxon menulis:

"Saya mengundurkan diri dari Anthropic hari ini. Saya menghabiskan tiga tahun terakhir melakukan penelitian prapelatihan di OpenAI dan Anthropic. Tidak ada perusahaan yang bertindak secara bertanggung jawab. Mereka berlomba langsung menuju kecerdasan super yang meningkatkan diri dan berjudi dengan kehidupan kita"

Ia juga memperingatkan agar kemampuan teknologi tersebut tidak diremehkan. "Jangan meremehkan kekuatan teknologi ini. Ini akan segera menjadi sistem manusia super yang dapat meretas apa saja, merevolusi bidang apa pun dalam semalam, dan memperoleh kekuatan dan sumber daya yang nyata," tulisnya. 

Coxon bahkan mengatakan orang-orang yang membangun AI benar-benar meyakini teknologi tersebut berpotensi membunuh manusia dalam beberapa tahun ke depan. Ia mempertanyakan apakah perlombaan menuju superintelligence harus terus dilakukan ketika risiko terhadap umat manusia belum sepenuhnya dipahami.

Coxon juga mendorong adanya koordinasi antarlaboratorium AI dan segera menentukan langkah pencegahan kedepan. 

"Jika Anda seorang peneliti laboratorium, saya mendorong Anda untuk mempertimbangkan seperti apa rasanya beberapa tahun ke depan. Apakah Anda ingin memulai lari RL super cerdas tanpa pemahaman yang ketat tentang pikirannya? Haruskah kamu menundukkan kepala karena "itu tetap terjadi" - atau meluangkan waktu untuk mencari kondisi yang berbeda?," pungkas Coxon. 

Baca Juga: Google Terapkan Verifikasi Developer Android Mulai 30 September 2026, Indonesia Termasuk

Baca Juga: GPT-6 Sol dan Luna Dirilis Makin Murah, Ini Kelebihannya

Topik Terkait
# AI# kecerdasan buatan# Artificial Intelligence# Bahaya AI

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap