JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

GPT-6 Sol dan Luna Dirilis Makin Murah, Ini Kelebihannya

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: Yunan Helmy
📅 23 September 2026, 10:37 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - OpenAI punya dua model baru di keluarga GPT-6, adalah GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna yang resmi dirilis dengan satu perubahan menarik. Biaya penggunaannya dibuat jauh lebih murah dibanding generasi sebelumnya.

Hingga Rabu (23/9/2026) pagi, GPT menjadi trending dalam penelusuran Google. Banyak warganet yang mencari tahu kelebihan model baru keluarga GPT-6 yang baru diluncurkan. 

Baca Juga : Terpilih Kembali sebagai Ketua Fatayat Surabaya, Habiba Kolaborasi dengan Kemenag Berantas Buta Aksara Al-Qur'an

GPT-6 Sol ditujukan untuk pekerjaan yang membutuhkan penalaran lebih dalam, seperti coding dan pekerjaan profesional. Sementara GPT-6 Luna menyasar tugas dengan volume tinggi yang membutuhkan kecepatan dan efisiensi, misalnya meringkas dokumen, mengambil informasi, hingga menjawab pertanyaan.

Keduanya membawa sejumlah kemampuan yang sebelumnya diperkenalkan melalui GPT-6 Astra. Bedanya, OpenAI membuat Sol dan Luna dengan pertimbangan biaya penggunaan yang lebih murah.

Berikut berbagai kelebihan GPT-6 Sol dan Luna, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Rabu (23/9/2026):

• Harga GPT-6 Sol dan Luna

Pemangkasan harga menjadi salah satu daya tarik utama dua model ini.

GPT-6 Sol dibanderol USD 2 untuk setiap 1 juta token input dan USD 10 untuk 1 juta token output. Harga tersebut turun 50% dibanding harga promosi GPT-5.6 Sol yang sebelumnya mencapai USD 4 untuk input dan USD 20 untuk output.

Luna bahkan dipatok jauh lebih murah. OpenAI mengenakan tarif USD 0,10 per 1 juta token input dan USD 0,50 per 1 juta token output.

OpenAI mengatakan efisiensi tersebut salah satunya diperoleh melalui peningkatan sistem caching dan inference. Untuk input yang berhasil menggunakan cache, pengguna bisa mendapatkan diskon hingga 90%.

Penurunan harga ini membuat Luna lebih cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan pemrosesan dalam jumlah besar, sedangkan Sol ditempatkan untuk pekerjaan yang membutuhkan kemampuan reasoning lebih tinggi.

• GPT-6 Sol Diklaim Lebih Akurat

Harga bukan satu-satunya perubahan yang dibawa OpenAI. Perusahaan juga mengklaim GPT-6 Sol menghasilkan lebih sedikit kesalahan faktual dibanding pendahulunya.

Dalam evaluasi internal menggunakan percakapan yang sebelumnya ditandai pengguna karena mengandung kesalahan faktual, Sol menghasilkan sekitar setengah jumlah kesalahan dibanding GPT-5.6 Sol.

OpenAI juga menguji kemampuan Luna pada tingkat reasoning yang lebih tinggi. Hasil pengujian internal perusahaan menunjukkan Luna dapat menyamai kemampuan GPT-5.6 Sol pada evaluasi tertentu dengan biaya sekitar seperseratusnya.

Hasil tersebut merupakan klaim berdasarkan evaluasi internal OpenAI, sehingga performanya tidak otomatis sama pada seluruh jenis penggunaan di dunia nyata.

• Coding Jadi Salah Satu Andalan

Kemampuan coding juga menjadi salah satu fokus GPT-6 Sol dan Luna.

Baca Juga : Fenomena Super New Moon, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Banjir Rob 

Dalam benchmark DeepSWE 1.1, GPT-6 Sol mencatat skor 68,8% pada tingkat reasoning maksimum. GPT-6 Luna memperoleh 66,6%.

OpenAI juga membawa peningkatan pada kemampuan model dalam menggunakan komputer. Selain kemampuan teknis, perusahaan mengatakan gaya komunikasi Sol dan Luna dibuat lebih jelas, ringkas, dan mengurangi penggunaan jargon yang tidak diperlukan.

• Prompt Caching Makin Efisien

OpenAI juga meningkatkan sistem prompt caching pada kedua model.

Input yang berhasil menggunakan cache mendapatkan potongan harga hingga 90%. Teknologi ini berguna untuk aplikasi yang mengirim bagian prompt yang sama berulang kali karena sistem tidak perlu memproses ulang seluruh bagian tersebut dari awal.

GitHub juga melaporkan peningkatan caching tersebut telah memangkas lebih dari 50% bagian prompt token yang harus diproses ulang dalam miliaran permintaan ke model OpenAI di Copilot.

Artinya, penghematan biaya tidak hanya berasal dari tarif dasar Sol dan Luna. Penggunaan caching juga bisa menekan biaya untuk aplikasi yang memiliki pola permintaan berulang.

Sol, Luna, dan Astra Punya Target Berbeda

Sebagai informasi, kehadiran Sol dan Luna tidak berarti GPT-6 Astra ditinggalkan. GPT-6 Astra masih ditempatkan sebagai model OpenAI untuk pekerjaan yang paling kompleks. Model tersebut ditujukan bagi pengguna yang lebih mengutamakan kemampuan maksimal dibanding biaya penggunaan.

Sementara itu, Sol berada di tengah dengan fokus pada pekerjaan profesional dan coding yang membutuhkan reasoning kuat. Luna lebih diarahkan untuk pekerjaan cepat dan bervolume tinggi dengan biaya serendah mungkin.

GPT-6 Sol dan Luna tersedia melalui API. Keduanya juga hadir di ChatGPT Work dan Codex untuk sebagian besar akun berbayar.
Luna juga tersedia bagi pengguna ChatGPT Free dan Go. Peluncurannya di aplikasi dan situs ChatGPT dilakukan secara bertahap.

Kehadiran dua model baru ini juga menambah panas persaingan industri AI. Dimana Anthropic juga telah memperkenalkan Claude Opus 5.5 sekitar 90 menit sebelum OpenAI mengumumkan GPT-6 Sol dan Luna.

Topik Terkait
# OpenAI GPT-6# GPT-6 Sol# GPT-6 Luna# kecerdasan buatan# AI

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap