JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Wagub Emil Ungkap Penyebab Antrean Pelabuhan Ketapang: Ada Blokade dan Menerobos Jalur

Reporter: Muhammad Choirul Anwar • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 28 September 2026, 19:06 WIB • ⏱️ 2 menit baca

JATIMTIMES – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, buka suara terkait pemicu kemacetan dan antrean panjang kendaraan yang sempat mengular hingga belasan kilometer menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dalam beberapa hari terakhir ini.

Emil mengonfirmasi bahwa kendala di lapangan saat ini bukan dipicu oleh keterbatasan armada kapal maupun surutnya air laut, melainkan akibat dinamika penyesuaian regulasi logistik serta perilaku pengendara yang menerobos jalur.

Emil menjelaskan, berdasarkan hasil peninjauan dan evaluasi teknis, jumlah armada kapal serta kesiapan dermaga penyeberangan di Ketapang maupun Tanjungwangi sebenarnya terbilang mencukupi.

Namun, penumpukan sempat terkunci akibat aksi blokade dari para pengemudi truk logistik usai adanya penyesuaian kebijakan pembatasan muatan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) demi keselamatan pelayaran.

"Kapal sejatinya tersedia dan cuaca kondusif. Namun, sempat terjadi blokade dari pengemudi truk terkait penyesuaian aturan teknis KSOP. Setelah ruang komunikasi dibuka dan kesepakatan dicapai, jalur kembali dibuka," ujar Emil ketika ditemui di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Senin (28/9/2026).

Selain faktor penyesuaian regulasi tersebut, Emil menyoroti maraknya perilaku pengemudi yang nekat menerobos jalur (ngeblong) dengan mengambil jalur lawan arah. Perilaku ini memicu penyumbatan total di jalan raya menuju pelabuhan, padahal kantong parkir tunggu di dalam area dermaga sebenarnya masih memiliki kapasitas penampungan yang memadai.

"Kalau melihat kondisi di dalam dermaga, posisinya tidak sepenuhnya penuh. Namun karena di luar banyak yang ngeblong atau mengambil jalur lawan arah, arus lalu lintas justru terkunci dan ekor antreannya mengular sangat panjang," terangnya.

Guna menjaga kelancaran pasokan arus logistik antarwilayah, Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan ASDP, KSOP, dan kepolisian untuk menerapkan skema pemisahan operasional dermaga.

Dermaga Landing Craft Machine (LCM) difokuskan khusus bagi penyeberangan armada truk besar dan tronton sebagai urat nadi perekonomian, sementara kendaraan kecil diarahkan ke Dermaga Movable Bridge (MB).

Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov Jatim bersama Kementerian Perhubungan, ASDP, dan Pemkab Banyuwangi juga mendorong percepatan integrasi infrastruktur penunjang, yakni menyambungkan area Dermaga Bulusan langsung ke kompartemen dermaga utama (LCM dan MB 4) guna memperluas daya tampung serta memperlancar alur bongkar muat di kawasan Pelabuhan Ketapang.

 

Baca Juga: 20 dari 50 Hidran Kota Malang Tak Aktif, Pengadaan Armada Damkar Masih Terkendala Anggaran

Baca Juga: Perda Disabilitas Disahkan, Dinsos Jatim Perkuat Sinergi Layanan Inklusif di Daerah

Topik Terkait
# Pelabuhan Ketapang# antrqn kendaraan# pelabuhan# Ketapang# Banyuwangi# Wagub Jatim# Emil Dardak

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap