JATIMTIMES - Pengelolaan sampah dan penghijauan menjadi bagian yang diperkuat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang dalam pengembangan Program Adiwiyata. Madrasah tersebut menjalin kemitraan dengan Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Pegiat Adiwiyata Indonesia (DPW HPAI) Malang Raya melalui kerja sama yang berlangsung selama dua tahun.
Kemitraan itu ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Adiwiyata di Aula TPA Supit Urang, Kota Malang, Jumat (18/9/2026). MIN 1 Kota Malang diwakili Penanggung Jawab Adiwiyata Johan Nur Cahyo, M.Pd.
Baca Juga : Beli Motor atau Mobil Bekas? Ini Biaya dan Cara Balik Nama yang Perlu Disiapkan
Johan mengatakan, kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya MIN 1 Kota Malang memperkuat pelaksanaan Adiwiyata melalui kegiatan yang melibatkan warga madrasah dan lingkungan sekitar.
“Program Adiwiyata tidak hanya berbicara tentang kebersihan lingkungan madrasah, tetapi juga bagaimana membangun kepedulian dan kebiasaan menjaga lingkungan melalui kegiatan yang dilakukan bersama,” ujar Johan.
Kerja sama tersebut berlaku mulai 18 September 2026 hingga 18 September 2028. Masa kemitraan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak, sementara pelaksanaan program dapat dikembangkan melalui perjanjian kerja sama yang lebih teknis.
Dalam kemitraan tersebut, MIN 1 Kota Malang diarahkan tidak hanya menjalankan kegiatan lingkungan secara internal. Madrasah juga memiliki ruang untuk mengembangkan pendidikan lingkungan hidup bagi pendidik dan peserta didik, membangun kader Adiwiyata, serta mendorong kreasi dan inovasi dalam aksi lingkungan.
“Kami berharap kemitraan ini dapat memperluas ruang belajar bagi pendidik dan peserta didik, terutama dalam pengelolaan sampah, penghijauan, serta berbagai aksi lingkungan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan,” kata Johan.
Sementara DPW HPAI Malang Raya berperan memberikan arahan dan masukan dalam pelaksanaan Program Adiwiyata, membantu sosialisasi kegiatan pelestarian lingkungan, serta memberikan rekomendasi kepada madrasah untuk terlibat dalam berbagai agenda lingkungan yang diselenggarakan HPAI.
Sejumlah kegiatan masuk dalam ruang lingkup kemitraan tersebut. Di antaranya Gerakan Menanam Pohon, Pilah Sampah, Jambore Adiwiyata, Sekolah Bijak Sampah, hingga berbagai lomba lingkungan yang diselenggarakan HPAI Malang Raya, HPAI Pusat maupun bersama mitra.
Penguatan kemitraan itu berlangsung bersamaan dengan Bedah Buku GRADASI atau Gerakan Sedekah Sampah dan Minyak Jelantah. Forum tersebut membahas pengelolaan sampah sekaligus mendorong agar kepedulian lingkungan diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari di lingkungan pendidikan.
Staf/perwakilan fungsional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Sutaji, S.E., mengatakan gerakan lingkungan perlu diterjemahkan dalam kegiatan yang dapat dirasakan dan dijalankan secara langsung.
Baca Juga : 1.500 Pelari di Jombang Ikuti Gema Play Run Anniversary ke-6 Gema Frozen
“Ini terkait dalam mewujudkan 10 Dasa Bakti Wali Kota Malang, salah satunya Ngalam Resik, Ngalam Rijik, Ngalam Seger,” ujar Sutaji.
Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan bersama sehingga program yang dibangun melalui GRADASI tidak berhenti pada dokumen kerja sama.
“Dengan MoU GRADASI ini saya berharap kegiatan tidak sekadar MoU. Permasalahan sampah bukan sekadar isu, tetapi menjadi permasalahan kita bersama,” katanya.
Konsep tersebut sejalan dengan ruang lingkup kerja sama MIN 1 Kota Malang dan DPW HPAI Malang Raya. Pelaksanaan kemitraan mencakup koordinasi kegiatan, pelaksanaan program lingkungan serta pengisian jurnal kemitraan sebagai salah satu dokumen pendukung Program Adiwiyata.
Setelah sesi bedah buku, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi tanam pohon melalui program BBF (Best of the Best Malang Raya) di kawasan sekitar TPA Supit Urang.
Kegiatan penghijauan tersebut menjadi salah satu bentuk aksi langsung yang berkaitan dengan agenda pelestarian lingkungan. Gerakan Menanam Pohon juga tercantum dalam dokumen kemitraan sebagai kegiatan yang dapat diikuti MIN 1 Kota Malang.
Selain penghijauan, kemitraan tersebut membuka ruang bagi madrasah untuk mengembangkan kegiatan pilah sampah, pendidikan lingkungan, pemberdayaan kader Adiwiyata serta berbagai kegiatan kolaboratif bersama komunitas dan pegiat lingkungan.