JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Windya dan Komitmen Unisma Membuka Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas

Reporter: Anggara Sudiongko • Editor: Dede Nana
📅 24 September 2026, 09:13 WIB ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Perjalanan Windya Zuhrotun Nufus sebagai mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) dimulai bahkan sebelum ia memasuki ruang kuliah. Mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu mendapat kunjungan langsung dari jajaran pimpinan Unisma di kediamannya, Mojokerto, Kamis, (24/9/2026).

Windya merupakan salah satu mahasiswa baru penyandang disabilitas yang memilih melanjutkan pendidikan tinggi di Unisma pada tahun akademik 2026/2027. Keputusannya untuk melanjutkan kuliah menjadi perhatian kampus, terutama dalam melihat bagaimana mahasiswa dengan kondisi yang beragam mendapatkan ruang untuk menjalani pendidikan.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi Unisma atas kepercayaan Windya memilih kampus tersebut. Jajaran pimpinan datang tidak sekadar untuk menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga memberikan dukungan menjelang Windya memasuki kehidupan sebagai mahasiswa.

Wakil Rektor 3 Unisma, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd., mengatakan kemauan untuk terus belajar menjadi hal yang patut mendapat perhatian.

"Kami sangat mengapresiasi tekad dan keberanian yang ditunjukkan oleh mahasiswa kami," ujar Yunus.

Menurut dia, semangat seperti yang ditunjukkan Windya perlu terus mendapatkan dukungan dari lingkungan pendidikan.

"Semangat seperti inilah yang ingin terus kami dukung," katanya.

Yunus menegaskan, kondisi mahasiswa tidak semestinya menjadi penghalang untuk memperoleh kesempatan belajar di perguruan tinggi.

"Pendidikan harus terbuka dan inklusif bagi siapa pun," tegasnya.

Kehadiran Windya di Unisma sekaligus memperlihatkan persoalan pendidikan inklusif dari sisi yang lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa. Kesempatan masuk perguruan tinggi merupakan satu tahap. Setelah itu, mahasiswa harus menjalani proses belajar, beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun relasi, dan mengembangkan kemampuan selama berada di kampus.

Karena itu, perhatian Unisma diberikan sejak Windya belum memulai aktivitas perkuliahan. Pimpinan universitas memilih datang langsung ke rumahnya di Mojokerto untuk menyampaikan dukungan.

Dalam kunjungan tersebut hadir Plh. Rektor Unisma Dr. Erna Sulistyowati, Ph.D., Wakil Rektor 3 Dr. Muhammad Yunus, M.Pd., Dekan FAI Unisma Dr. Abdul Jalil, M.Pd.I., serta tim Humas Unisma.

Kehadiran pimpinan kampus di kediaman Windya juga menunjukkan bahwa penyambutan mahasiswa baru tidak selalu harus berlangsung di lingkungan universitas. Dalam kasus Windya, kampus yang mendatangi calon bagian dari komunitas akademiknya.

Unisma menempatkan keberagaman mahasiswa sebagai bagian dari kehidupan pendidikan di kampus. Setiap mahasiswa datang dengan latar belakang, pengalaman, dan kondisi yang berbeda. Windya menjadi salah satu mahasiswa yang akan membawa pengalaman tersebut ke lingkungan akademik FEB Unisma.

Windya selanjutnya akan mengikuti rangkaian penyambutan mahasiswa baru Unisma tahun akademik 2026/2027. Pra-OSHIKA MABA dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026, kemudian dilanjutkan OSHIKA MABA pada 28–30 September 2026. Dari Mojokerto, Windya kini bersiap memasuki lingkungan baru sebagai mahasiswa FEB Unisma.

Baca Juga: Wacana PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes, Begini Klarifikasi Dikpora Magetan

Baca Juga: Unisba Blitar Perluas Panggung Akademik, dari Bumi Bung Karno Bangun Jejaring hingga Vietnam

Topik Terkait
# unisma# feb unisma# disabilitas

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap