JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

IPHI Kota Malang Dilantik, Konsolidasi hingga Pemetaan Alumni Haji Jadi Prioritas

Reporter: Riski Wijaya • Editor: A Yahya
📅 24 September 2026, 14:59 WIB ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Malang kembali menguatkan eksistensinya setelah kepengurusan baru resmi dilantik di Aula Paripurna DPRD Kota Malang, Kamis (24/9/2026). Kepengurusan ini membawa semangat memperkuat pembinaan jemaah sekaligus menjaga nilai kemabruran haji sepanjang hayat.

Pelantikan tersebut dihadiri perwakilan DPRD Kota Malang, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, sejumlah organisasi kemasyarakatan keagamaan, Kepala Kemenhaj Kota Malang, pengurus KBIHU se-Kota Malang, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Malang.

Baca Juga : Program 365 Up Dorong Digitalisasi UMKM Kota Batu, Kendala Mesin Kemasan hingga Izin BPOM Jadi Pekerjaan Rumah

Kepengurusan baru IPHI Kota Malang memiliki komposisi lintas profesi. Sebanyak 77 orang masuk dalam struktur kepengurusan, dengan sekitar 27 guru besar, 30 doktor dari berbagai perguruan tinggi, pengusaha, tokoh agama, dokter, hingga unsur lainnya.

Ketua IPHI Kota Malang Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan setelah pelantikan adalah konsolidasi internal. Hal ini diperlukan karena tidak semua pengurus yang tergabung telah saling mengenal.

"Yang paling utama adalah konsolidasi internal kepengurusan. Karena di antara pengurus yang jumlahnya besar itu, hampir 70 itu, belum semua saling mengenal," ujarnya.

Selain konsolidasi, IPHI Kota Malang akan memperkenalkan kembali jati diri organisasi kepada masyarakat. Langkah berikutnya adalah memperkuat struktur hingga tingkat kecamatan agar keberadaan organisasi semakin dekat dengan para alumni haji.

Mudjia menjelaskan, IPHI bukan organisasi politik, melainkan organisasi sosial yang memiliki fokus utama menjaga kemabruran haji. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti ketika jemaah kembali dari Tanah Suci, tetapi terus tercermin melalui kehidupan sehari-hari.

"Ini bukan organisasi politik, tapi ini organisasi sosial. Jadi melestarikan kemabruran haji, menjaga kelestariannya sepanjang hayat," kata Mudjia.

Untuk memperkuat peran tersebut, IPHI Kota Malang akan menjalankan program kemasyarakatan, pendampingan sebelum keberangkatan haji, serta pembinaan setelah jemaah kembali ke Tanah Air. Organisasi juga akan membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan KBIHU.

Ketua Harian IPHI Kota Malang Tri Wedianto mengatakan, pendataan anggota menjadi salah satu pekerjaan awal yang harus diselesaikan. Menurutnya, jumlah alumni haji di Kota Malang cukup besar, tetapi belum seluruhnya terpetakan dalam basis data organisasi.

"Langkah pertama adalah mapping anggota dulu. Kita bentuk sektor. Kita akan kerja sama dengan KBIHU untuk menginventarisir jumlah anggota. Itu ribuan, tapi kita belum punya data itu," jelasnya.

Baca Juga : Polemik Pasar Tradisional Kota Kediri Semakin Memanas,Perumda Joyoboyo Buka Suara soal Penyewaan Kios

Setelah pemetaan anggota, IPHI akan menggelar rapat kerja internal untuk membagi tugas sekaligus menyusun program secara bertahap. Tri menekankan, pengurus tidak ingin langsung mengejar program besar sebelum fondasi organisasi diperkuat.

"Kita tidak usah muluk-muluk walaupun kita sudah punya program besar dari pusat. Tapi kita yang kecil ini kita kuatkan dulu," tegasnya.

Ketua Umum IPHI Erman Suparno mengatakan, kepengurusan Kota Malang diharapkan dapat menyelaraskan program daerah dengan agenda IPHI secara nasional. Lima program utama yang dibawa IPHI pusat meliputi ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, pengawasan kualitas penegakan hukum, serta kesejahteraan sosial.

Program tersebut nantinya diselaraskan dengan kebutuhan daerah dan dilaksanakan melalui struktur IPHI mulai tingkat pusat hingga kecamatan. Erman menyebut potensi daerah menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program organisasi.

Sementara itu, Tri menegaskan semangat pengabdian menjadi modal utama para pengurus. Ia menyebut tiga hal yang perlu dimiliki pengurus, yakni kemauan, kemampuan, dan waktu untuk menjalankan amanah organisasi.

"Yang utama adalah mau, mampu, dan punya waktu. Memang walaupun tidak 100 persen waktunya harus ke sana karena beliau masih punya kesibukan, yang penting bagaimana pendelegasian," ujarnya.

Dengan kepengurusan baru tersebut, IPHI Kota Malang diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi para alumni haji. Organisasi juga diarahkan menjadi ruang pengabdian sosial dan pembinaan berkelanjutan agar nilai-nilai kemabruran dapat memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Topik Terkait
# Iphi kota malang. Prof mudjia rahadjo

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap