JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Unisba Blitar Perluas Panggung Akademik, dari Bumi Bung Karno Bangun Jejaring hingga Vietnam

Reporter: Aunur Rofiq • Editor: Yunan Helmy
📅 24 September 2026, 10:36 WIB • ⏱️ 3 menit baca

 

JATIMTIMES – Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar memperluas panggung akademiknya hingga Vietnam. Dari Bumi Bung Karno, perguruan tinggi ini masuk dalam jejaring kampus Indonesia yang membangun kolaborasi dengan Vietnam National University (VNU) Hanoi untuk memperkuat pendidikan, riset, publikasi, hingga mobilitas akademik lintas negara.

Unisba Blitar menjadi bagian dari delegasi FAME Indonesia yang merepresentasikan 24 universitas di Indonesia dalam kunjungan ke Vietnam. Dari Unisba, Fakultas Ekonomi melalui Program Studi Akuntansi dan Manajemen mengirimkan Dr Edial dan Henni Indarriyanti SE MAp MAkun Ak sebagai delegasi.

Baca Juga : Rektor UIN Malang: Guru Besar Harus Berubah Menjadi Lentera Keilmuan di Era AI

Kehadiran di Hanoi menjadi langkah Unisba mempertemukan kekuatan pendidikan lokal dengan jejaring akademik global. Kolaborasi yang dibangun tak diarahkan berhenti pada seremoni, tetapi diturunkan ke ruang yang lebih konkret: penelitian dan publikasi bersama, pertukaran pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, serta mobilitas mahasiswa dan dosen.

Henni Indarriyanti mengatakan jejaring internasional harus memberikan dampak langsung terhadap pengembangan kualitas akademik di kampus.

“Kami ingin jejaring internasional ini menghasilkan kerja sama yang benar-benar bisa dirasakan dosen dan mahasiswa. Peluangnya terbuka untuk penelitian dan publikasi bersama, pertukaran pengetahuan, hingga mobilitas akademik. Unisba Blitar ingin mahasiswa memperoleh perspektif global tanpa kehilangan akar dan karakter lokalnya,” kata Henni.

Masuk Jejaring 17 Institusi dengan VNU

Kunjungan ke Hanoi merupakan bagian dari rangkaian The 3rd International Sandbox Conference 2026. Momentum itu sekaligus menjadi peluncuran International Conference on Accounting, Management and Economic Resilience, konferensi internasional pertama yang diselenggarakan FAME Indonesia.

Salah satu agenda strategisnya adalah memperkuat kerja sama VNU dengan perguruan tinggi Indonesia. Unisba Blitar tercatat dalam jejaring 17 institusi yang membangun kerja sama dengan VNU.

Selain Unisba Blitar, jejaring tersebut terdiri atas FAME Indonesia, Universitas Widya Gama Malang, Politeknik Negeri Malang, STIE Cendekia Bojonegoro, Universitas Mulawarman, Universitas Muslim Indonesia, Politeknik Negeri Medan, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas PGRI Mpu Sindok Nganjuk, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Dehasen Bengkulu, Politeknik Negeri Sriwijaya, STIE Krakatau, Universitas Negeri Semarang, UIN Raden Fatah Palembang, dan Universitas Bojonegoro.

Manajemen Eksekutif FAME Indonesia Prof. Yuliansyah menegaskan forum tersebut tidak dibangun sekadar untuk mempertemukan akademisi dalam konferensi.

“FAME merupakan komunitas akademik kolaboratif yang menghubungkan universitas, akademisi, peneliti, dan praktisi dalam bidang akuntansi, manajemen, dan ekonomi,” ujar Yuliansyah.

MoU Didorong Berbuah Kolaborasi Nyata

Ketua Umum FAME Indonesia Dr. Dani Amrul Ichdan menekankan kerja sama internasional tidak boleh selesai setelah dokumen ditandatangani. MoU justru ditempatkan sebagai pintu masuk menuju aktivitas akademik bersama.

“Bagi kami, MoU bukan sekadar dokumen. MoU harus menjadi awal dari kolaborasi yang nyata,” kata Dani.

Kolaborasi tersebut diarahkan pada mobilitas mahasiswa dan staf, penelitian bersama, publikasi bersama, pengabdian kepada masyarakat, seminar, serta kegiatan akademik lainnya. Model kerja sama semacam ini diharapkan membuat internasionalisasi perguruan tinggi memberi manfaat nyata bagi institusi, dosen, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat.

Baca Juga : UIN Maliki Malang Kukuhkan Tujuh Guru Besar, Perkuat Kepakaran dari Bahasa Arab hingga Inovasi Pendidikan

Yuliansyah pun melihat pertemuan di Hanoi sebagai fondasi hubungan akademik Indonesia dan Vietnam dalam jangka panjang. VNU bersama perguruan tinggi Indonesia diharapkan menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi yang terus berkembang.

“Ini bukan akhir dari kolaborasi kita. Ini baru permulaan,” tegas Yuliansyah.

Bagi Unisba Blitar, langkah ke Vietnam memperluas jejaring akademik dari Bumi Bung Karno hingga tingkat global. Kolaborasi ini membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk terhubung dengan riset dan pengalaman akademik internasional.

“Jejaring ini harus memberi manfaat nyata. Kami ingin dosen dan mahasiswa semakin terbuka pada kolaborasi, riset, dan pengalaman global untuk memperkuat kualitas pendidikan di Unisba Blitar,” pungkas Henni.

Topik Terkait
# Unisba# Unisba Blitar# Blitar# Vietnam# kerja sama

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap