JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Hari Kesaktian Pancasila, Rektor UIN Malang Tekankan Kerja Bersama dan Kinerja Sivitas

Reporter: Anggara Sudiongko • Editor: A Yahya
📅 1 Oktober 2026, 18:21 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang tidak hanya menjadi agenda seremonial. Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menggunakan momentum tersebut untuk menegaskan pentingnya persatuan, kolaborasi, dan kinerja seluruh sivitas akademika dalam menjalankan program universitas.

Pesan itu disampaikan Prof. Ilfi saat memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila bersama jajaran pimpinan dan sivitas akademika UIN Malang, Kamis (1/10/2026).

Menurut dia, nilai Pancasila perlu diterjemahkan ke dalam pekerjaan sehari-hari, terutama dalam menentukan kebijakan, memberikan pelayanan, hingga menjalankan program universitas.

“Jalan keluar yang harus selalu kita utamakan adalah nilai-nilai Pancasila,” kata Prof. Ilfi.

Ia menyebut gotong royong tetap relevan di tengah persoalan yang semakin kompleks. Nilai tersebut, menurutnya, bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan.

“Gotong royong bukanlah warisan masa lalu yang sudah usang. Melainkan senjata paling kuat untuk menghadapi berbagai persoalan," katanya.

Sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama, sivitas akademika UIN Malang dinilai memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan nilai tersebut melalui kerja nyata. Prof. Ilfi menekankan bahwa setiap kebijakan, regulasi, dan pelayanan harus memiliki orientasi pada kemaslahatan.

“Setiap kebijakan, regulasi, dan pelayanan publik yang kita hasilkan harus berorientasi pada kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Persatuan juga menjadi perhatian Prof. Ilfi. Menurutnya, perbedaan suku, agama maupun pandangan politik tidak semestinya menjadi penghambat bagi perguruan tinggi dalam menjalankan agenda strategisnya.

Di lingkungan kampus, persatuan itu perlu diwujudkan melalui pola kerja yang saling terhubung dan mengurangi ego sektoral.

“Persatuan harus diwujudkan melalui budaya kerja kolaboratif. Hanya dengan sinergi yang kokoh di antara kita, persoalan-persoalan strategis dapat diselesaikan secara efektif," tuturnya.

Prof. Ilfi kemudian mengaitkan semangat tersebut dengan capaian UIN Maliki Malang. Dalam amanatnya, ia menyebut UIN Maliki Malang berada di peringkat kedua PTKIN secara nasional dan masuk jajaran 10 besar perguruan tinggi nasional berdasarkan pemeringkatan yang dirujuk dalam pidatonya.

Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur kampus. “Ketika ada kebijakan Rektor untuk mencapai cita-cita bersama, maka semua kaki harus melangkah bersama,” tegasnya.

Ia menilai capaian yang telah diraih tidak boleh membuat kampus berhenti berbenah. UIN Maliki Malang masih memiliki target untuk terus meningkatkan reputasi hingga tingkat internasional sekaligus memastikan kualitas pendidikan yang diterima mahasiswa.

Karena itu, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh sivitas akademika diminta memperkuat kinerja serta menjaga ritme kerja bersama.

“Kita semua harus berikrar untuk lebih maju, lebih giat, dan lebih memperkuat persatuan,” ujar Prof. Ilfi.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada unsur kampus yang tertinggal dalam pelaksanaan target dan program prioritas universitas. Salah satu pekerjaan yang disorot adalah tracer study yang berkaitan dengan akreditasi perguruan tinggi sekaligus keberlanjutan hubungan kampus dengan alumni.

Prof. Ilfi menyebut pelaksanaan tracer study di tingkat fakultas masih perlu diperkuat karena belum seluruh fakultas mencapai target yang telah ditetapkan.

“Tidak ada satu pun yang tertinggal. Ketika ada target dan tagihan, semuanya harus segera menyelesaikan," tuturnya.

Ia menegaskan, pekerjaan sivitas akademika pada akhirnya berkaitan langsung dengan mahasiswa, alumni, dan pemangku kepentingan universitas. “Kita di sini digaji dan dibayar untuk kepentingan mahasiswa, kepentingan alumni, dan kepentingan stakeholder,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta setiap sivitas menjalankan tugas dengan kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Prof. Ilfi juga menghubungkan tanggung jawab tersebut dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurutnya, pekerjaan yang dijalankan sivitas bukan hanya memiliki konsekuensi administratif, tetapi juga merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara moral dan keagamaan.

“Ketuhanan Yang Maha Esa dari Pancasila itu harus menancap pada hati kita. Ketika kita mengkhianati tugas dan amanah yang telah dibebankan kepada kita, berarti kita mengkhianati amanah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala," pungkasnya.

Baca Juga: Buktikan Riset Siswa Tetap Kompetitif, MAN 2 Kota Malang Tembus OPSI 2026

Baca Juga: MTsN 2 Kota Malang Tambah Ruang Kelas, Kemenag Tekankan Pendidikan Ramah Anak

Topik Terkait
# uin maliki malang# uin malang# prof ilfi nur diana# hari kesaktian pancasila

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap