JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Kim Tae Hee Tetap Fresh di Usia 46 Tahun, Sarapan Telur hingga Buah Jadi Sorotan Healthy Aging

Reporter: Irsya Richa • Editor: Yunan Helmy
📅 24 September 2026, 09:30 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Aktris Korea Selatan Kim Tae Hee kembali menjadi perhatian publik setelah penampilannya di usia 46 tahun disebut tetap terlihat segar. Bukan hanya soal perawatan kulit, pola makan sehari-hari Kim Tae Hee juga ikut disorot, terutama kebiasaannya menyantap sarapan yang terdiri dari buah, telur, roti, dan salad.

Kim Tae Hee merupakan salah satu aktris ternama Korea Selatan yang telah aktif di industri hiburan sejak awal 2000-an. Namanya dikenal melalui sejumlah drama populer seperti Stairway to Heaven, Love Story in Harvard, Iris, My Princess, hingga Hi Bye, Mama!.

Baca Juga : APBD Membengkak, Dewan Tak Ingin Anggaran Hanya Biayai Birokrasi: Harus Berdampak ke Publik

Dalam sebuah tayangan MBC beberapa saat lalu, Kim Tae Hee membagikan kebiasaan sarapannya. Ia mengatakan biasanya mengonsumsi buah, roti, dan telur pada pagi hari, kemudian menambahkan salad yang dibuat sendiri. “Pagi hari saya makan buah, roti, dan telur,” ungkap Kim Tae Hee.

Ia juga menyebut terbiasa menyantap salad dan makan secara perlahan. Menu sederhana tersebut kemudian menarik perhatian karena secara umum mengandung beberapa kelompok zat gizi. Telur menjadi sumber protein, buah dan sayuran menyediakan serat, vitamin, mineral serta senyawa antioksidan, sementara roti memberikan sumber karbohidrat sebagai energi.

Skincare expert dr Yessica Tania menjelaskan kebiasaan sarapan Kim Tae Hee seperti protein tidak hanya diperlukan oleh orang yang rutin melakukan olahraga atau pergi ke gym. Menurut dia, protein tetap dibutuhkan tubuh untuk membantu mempertahankan massa otot dan menjalankan berbagai proses penting di dalam tubuh.

“Banyak yang berpikir kalau tidak nge-gym berarti tidak membutuhkan protein yang banyak. Padahal protein merupakan salah satu zat pembangun, termasuk untuk otot,” kata dokter Zie, sapaan akrabnya.

Kebutuhan terhadap protein justru tetap perlu diperhatikan seiring bertambahnya usia. Selain berkaitan dengan pemeliharaan massa otot, protein menyediakan asam amino yang digunakan tubuh dalam berbagai proses pembentukan dan perbaikan jaringan.

“Protein merupakan sumber asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai proses pembangunan, salah satunya berkaitan dengan pembentukan kolagen,” jelasnya.

Di sisi lain, dokter Zie mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap karbohidrat sebagai musuh ketika ingin menjaga kesehatan maupun penampilan. Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh sebagai salah satu sumber energi. “Please jangan anti-karbo. Karbohidrat itu tetap diperlukan oleh tubuh,” tegas dokter Zie.

Yang perlu diperhatikan, lanjutnya, adalah komposisi makanan secara keseluruhan. Sarapan yang didominasi karbohidrat olahan dan gula, tetapi minim protein serta serat, dapat membuat makanan menjadi kurang seimbang.

Baca Juga : Polemik Pasar Tradisional Kota Kediri Semakin Memanas,Perumda Joyoboyo Buka Suara soal Penyewaan Kios

“Yang menjadi masalah kalau dalam satu kali makan porsinya lebih banyak karbohidrat olahan dan gulanya, tetapi tidak ada protein dan tidak ada serat,” tambah dokter Zie.

Ia juga menjelaskan pentingnya memperhatikan konsumsi gula dalam pola hidup jangka panjang. Asupan gula yang berlebihan dan berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan proses glikasi di dalam tubuh.

Proses tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pembahasan mengenai healthy aging tidak hanya berhenti pada penggunaan produk skincare. Pola makan, aktivitas fisik, tidur, serta berbagai kebiasaan sehari-hari juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh seiring bertambahnya usia.

“Anti-aging itu bukan masalah skincare saja atau krim-krim anti-aging, tetapi juga bagaimana kita menjaga proses-proses yang terjadi dari dalam tubuh,” ucap dokter Zie.

Buah dan sayuran juga memiliki peran penting karena menyediakan serat, vitamin, mineral dan berbagai senyawa antioksidan. Karena itu, menu sederhana seperti telur, buah, sayuran dan sumber karbohidrat tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang tanpa harus menghilangkan salah satu kelompok makanan.

Meski demikian, pola makan Kim Tae Hee tidak bisa secara otomatis dianggap sebagai penyebab penampilannya di usia 46 tahun. Penuaan dipengaruhi banyak faktor, termasuk genetik, aktivitas fisik, pola tidur, paparan lingkungan, kondisi kesehatan, serta kebiasaan hidup secara keseluruhan.

Topik Terkait
# Kim Tae Hee# tips bugar# sehat# tubuh bugar

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap