JATIMTIMES - Komedo dan beruntusan menjadi salah satu permasalahan kulit yang kerap mengganggu penampilan. Berbagai perawatan, mulai dari penggunaan skincare harian hingga treatment di klinik kecantikan, dilakukan untuk membantu menjaga kondisi kulit tetap bersih.
Namun, tidak semua treatment memberikan hasil yang sama pada setiap kondisi kulit. Pengalaman mencoba sejumlah perawatan tersebut dibagikan skincare educator sekaligus dokter dr Giovanni Mustopo.
Baca Juga : Khutbah Jumat 25 September 2026: Dunia Makin Cepat, Jangan Sampai Kita Lalai dalam Beribadah
Bagi dokter Gio, ada lima jenis perawatan yang mendapat penilaian berbeda, mulai dari clay mask, chemical peeling, skin booster, facial, hingga penggunaan serum. Menariknya, facial menjadi salah satu perawatan yang memperoleh nilai tinggi karena dinilai membantu membersihkan komedo secara langsung.
Facial mendapatkan rating 9 dari 10. Perawatan ini dinilai membantu mengangkat komedo yang menumpuk, meskipun proses ekstraksinya bisa terasa sakit.
“Perawatan facial ini terbaik buat komedo yang numpuk. Meskipun sakit, tapi puas karena komedo jadi bersih,” ungkap dokter Gio.
Dokter Gio menjelaskan bahwa facial tidak harus dilakukan setiap bulan, melainkan disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan ekstraksi komedo.
“Facial dilakukan saat komedo sudah menumpuk dan terlihat jelas. Bukan berarti facial harus dilakukan setiap bulan,” jelasnya.
Selain facial, chemical peeling mendapatkan penilaian 8,5 dari 10. Perawatan ini dinilai membantu mengangkat sel kulit mati dan memiliki hasil berbeda dibandingkan peeling yang dilakukan sendiri di rumah.
Chemical peeling menggunakan bahan kimia tertentu untuk membantu pengelupasan lapisan kulit. Jenis dan konsentrasinya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit serta dilakukan oleh tenaga profesional yang kompeten.
“Salah satu yang terbaik untui whitedead dan di level berbeda dari peeling serum di rumah cukup satu bulan sekali,” jelas dokter Gio.
Selanjutnya, Salicylic Acid serum mendapatkan rating 8 dari 10. Kandungan ini dikenal dapat membantu membersihkan pori-pori dari minyak berlebih dan sel kulit mati sehingga kerap digunakan untuk merawat kulit berkomedo.
“Lipofilik ditambah comedolitik di dalam skincare daily sangat-sangat menarik kalau formulation-nya tepat. Merek apavpun tidak masalah dikombinasikan dengan basic skincare,” terangnya .
Baca Juga : Kim Tae Hee Tetap Fresh di Usia 46 Tahun, Sarapan Telur hingga Buah Jadi Sorotan Healthy Aging
Sementara itu, retinol serum juga memperoleh nilai 8 dari 10. Retinol merupakan turunan vitamin A yang dapat membantu mempercepat pergantian sel kulit dan mencegah penyumbatan pori-pori.
Meski demikian, penggunaan bahan aktif tersebut perlu dilakukan secara bertahap. Pemakaian berlebihan atau kombinasi bahan aktif yang tidak tepat dapat menyebabkan kulit kering, iritasi, hingga kemerahan.
Lalu ada clay mask mendapatkan rating 5,5 dari 10. Dokter Gio menilai masker berbahan tanah liat dapat membantu menyerap minyak berlebih, tetapi efeknya bersifat sementara.
“Gak wajib! Memang bisa membantu menarik minyak berlebih, tapi bersifat sementara,” tegas dokter Gio.
Clay mask juga dinilai kurang cocok apabila digunakan berlebihan pada kulit kering karena berpotensi membuat kulit semakin kering.
Sementara itu, skin booster mendapatkan rating 1 dari 10. Pemilik akun menilai perawatan tersebut kurang memberikan manfaat yang dirasakan untuk mengatasi komedo.
Menurut dia, penilaian tersebut merupakan pengalaman pribadi dan bukan hasil uji klinis. Hasil treatment dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada kondisi kulit, jenis perawatan, serta prosedur yang digunakan.
Meski demikian, perawatan kulit berkomedo dan beruntusan tidak harus selalu mengandalkan treatment di klinik kecantikan. Penggunaan skincare dasar yang sesuai, seperti pembersih wajah, pelembap, dan sunscreen, tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit.