JATIMTIMES — Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) menaruh perhatian serius terhadap tren lonjakan kasus Influenza Tipe A yang meluas di sejumlah wilayah Jatim. Tingginya mobilitas warga serta perubahan cuaca yang fluktuatif dinilai menjadi faktor pemicu percepatan penularan virus pernapasan ini.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr. Benjamin Kristianto, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman transmisi virus agar tidak mengganggu aktivitas dan produktivitas warga.
Baca Juga : DPRD Magetan Buka Suara Soal Anggaran Mobil Dinas yang Sempat Naik Jadi Rp7,2 Miliar
“Masyarakat jangan menganggap remeh gejala flu. Influenza Tipe A penularannya sangat cepat dan gejalanya bisa cukup berat jika daya tahan tubuh sedang drop. Ditambah data BBLKM menunjukkan anak balita rentan terpapar, jadi antisipasi sejak dini adalah kunci utama,” kata dr. Benjamin, dikonfirmasi Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan data terkini dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya per pertengahan September 2026, dari total spesimen kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang diperiksa, kelompok bayi dan balita mendominasi hingga 42 persen.
Posisi berikutnya disusul oleh kelompok usia produktif sebesar 26 persen dan lansia sebesar 20 persen. Virus yang mendominasi di Jawa Timur tercatat mencakup subtipe H1N1Pdm09 dan H3N2 (Super Flu).
Sebaran kasus terdeteksi menyebar di beberapa wilayah seperti Malang, Pasuruan, hingga Situbondo. Di Kota Surabaya saja, Dinas Kesehatan telah mencatat puluhan ribu kasus influenza sepanjang tahun ini.
Politisi dari Fraksi Gerindra ini mendorong Dinas Kesehatan Provinsi Jatim beserta jajaran di tingkat kabupaten/kota untuk masif melakukan edukasi serta pemantauan ketat. Ketersediaan ruang perawatan hingga pasokan obat-obatan di Puskesmas maupun RSUD harus dipastikan aman.
Di samping kesiapan fasilitas kesehatan (faskes), legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Sidoarjo tersebut meminta warga kembali mengaktifkan protokol kesehatan sederhana.
“Saya imbau warga kembali memakai masker saat sedang flu atau di tempat berkerumun, serta rajin mencuci tangan. Bila timbul gejala demam, batuk, atau sesak napas yang tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke faskes terdekat. Jangan ditunda. Jaga imun tubuh dengan asupan gizi dan istirahat yang cukup,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jatim memastikan hingga saat ini belum ada rumah sakit yang mengalami kelebihan kapasitas (overload). Langkah antisipasi responsif dari pemerintah daerah yang dibarengi kesadaran tinggi masyarakat diharapkan mampu menekan laju penyebaran Influenza Tipe A di Jatim.