JATIMTIMES - Rentetan kebakaran terjadi di Kota Malang dalam tiga hari berturut-turut. Setelah empat kejadian pada Minggu (20/9/2026), jumlahnya kembali meningkat menjadi lima kejadian pada Senin (21/9/2026), dan empat kebakaran kembali ditangani petugas pada Selasa (22/9/2026).
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan mengatakan tingginya kejadian dalam beberapa hari terakhir menjadi bagian dari lonjakan kasus kebakaran sepanjang September 2026. Bahkan sepanjang September mencapai 38 kejadian.
Baca Juga : Ramai Isu Rp480 Miliar Dibawa ke Muktamar NU, Dikaitkan dengan Kasus Korupsi BPN
"September ini memang cukup tinggi. Dalam beberapa hari terakhir kejadian kebakaran terus muncul, bahkan dalam sehari bisa sampai empat sampai lima kejadian," kata Pandu.
Sebelumnya, pada Minggu (20/9/2026), petugas Damkar Kota Malang menangani empat kejadian kebakaran. Peristiwa tersebut meliputi kebakaran SDN 1 Cemorokandang, SMPN 7 Kota Malang, tumpukan sampah dan material di Jalan Setapak, Kelurahan Pisangcandi, serta sebuah pohon di Jalan Simpang Ijen.
Kebakaran di SDN 1 Cemorokandang diduga bermula dari pembakaran sampah sisa kegiatan kerja bakti yang kemudian merembet ke bangunan sekolah. Sementara di SMPN 7 Kota Malang, api diduga dipicu korsleting kabel listrik yang mengenai tumpukan kayu di belakang sekolah.
Rentetan tersebut berlanjut pada Senin (21/9/2026), ketika petugas kembali menangani lima kejadian kebakaran di wilayah Kota Malang. Kondisi itu menunjukkan bahwa dalam dua hari saja sudah terjadi sembilan kejadian kebakaran.
Memasuki Selasa (22/9/2026), petugas empat laporan kebakaran. Dua di antaranya terjadi pada dini hari, yakni kebakaran warung semi permanen di Jalan Mertojoyo, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, dan kebakaran tempat penampungan rongsok di Jalan Rawi Sari, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun.
Kebakaran di Jalan Mertojoyo dilaporkan sekitar pukul 02.19 WIB. Bangunan warung semi permanen seluas sekitar 20 meter persegi terdampak kebakaran, dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp30 juta.
“Kebakaran tersebut diduga dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Petugas mengerahkan delapan personel dan tiga unit kendaraan untuk memadamkan api menggunakan sekitar 4.000 liter air,” jelas Pandu.
Belum berselang dua jam, laporan kebakaran kembali masuk pada pukul 04.13 WIB. Kali ini api membakar tumpukan sampah atau tempat penampungan rongsok di Jalan Rawi Sari dengan area terdampak sekitar 80 meter persegi.
Sebanyak sembilan personel dan tiga unit kendaraan dikerahkan. Proses pemadaman berlangsung sekitar 90 menit dengan penggunaan air mencapai 12.000 liter.
Kebakaran tersebut diduga dipicu pembakaran sampah yang tidak terkendali. Petugas kemudian melakukan pemadaman sekaligus memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang berpotensi kembali menyala.
Namun, kejadian paling fatal terjadi beberapa jam kemudian di kawasan Jalan Raya Tidar, Kecamatan Klojen. Kebakaran yang melanda toko kelontong atau toko Madura sekitar pukul 08.30 WIB itu merembet ke dua bangunan di sekitarnya.
Dalam kejadian tersebut, satu orang ditemukan meninggal dunia di lantai dua bangunan, tepatnya berada di dalam bak kamar mandi. Sementara seorang laki-laki lainnya mengalami luka bakar dan telah mendapatkan penanganan medis.
Pandu mengatakan, petugas menerima laporan sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung mengerahkan lima unit kendaraan pemadam dengan 15 personel. Pemadaman dimulai sekitar pukul 08.45 WIB dan baru dinyatakan selesai sekitar pukul 10.45 WIB.
“Operasi ini kami selesaikan dalam waktu dua jam dengan mengerahkan lima unit kendaraan, 15 personel, dan penggunaan sumber daya air sekitar 32.000 liter," tambah Pandu.
Baca Juga : Polisi Selidiki Kebakaran Ruko di Jalan Raya Tidar Malang yang Tewaskan 1 Orang
Kepulan asap yang sangat tebal menjadi salah satu kendala petugas saat melakukan penyisiran. Personel Damkar bahkan harus menggunakan alat bantu pernapasan untuk masuk ke bagian bangunan.
Korban meninggal ditemukan di lantai dua setelah petugas melakukan pencarian. Pandu menduga korban berupaya mencari perlindungan di bak kamar mandi ketika api dan asap memenuhi bangunan.
"Korban yang meninggal ditemukan di lantai dua, tepatnya di dalam bak mandi. Mungkin yang bersangkutan mencari perlindungan, namun di situ tidak didapati jalur evakuasi sehingga korban terjebak dalam kepulan asap yang membuat sesak napas," imbuhnya.
Sementara korban lainnya diketahui sempat berusaha menyelamatkan rekannya yang berada di lantai atas. Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, korban tersebut sedang beristirahat setelah menjalani shift malam sebagai penjaga toko.
"Informasinya korban luka berusaha menyelamatkan temannya yang di atas, yang sedang beristirahat karena setelah selesai shift jaga malam," ucap Pandu.
Api dalam kejadian tersebut diduga bermula dari aktivitas memasak mi di lantai satu. Api kemudian disebut menyambar stok bensin yang disimpan dalam sejumlah jeriken hingga kobaran cepat membesar.
Pandu juga menyebut petugas tidak menemukan alat pemadam api ringan atau APAR di toko maupun ruko di sekitarnya. Kondisi itu membuat api sudah dalam keadaan besar ketika petugas tiba di lokasi.
"APAR kami tidak menemukan di lokasi, baik di toko kelontong yang terbakar maupun di ruko kanan-kirinya. Sehingga ketika petugas datang memang kondisi api sudah luar biasa besar,” terangnya.
Rangkaian kebakaran tersebut terjadi ketika kondisi cuaca masih kering dan angin cukup kencang. Pandu mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan karena api dapat dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan maupun area lain.
“Kami mengimbau agar tidak melakukan bakar-bakar sampah, karena kondisi cuaca kemarau dan anginnya kencang. Api dapat mudah membesar dan rawan merambat hingga ke area permukiman,” imbau Pandu.
Ia juga meminta masyarakat memeriksa instalasi listrik secara berkala, mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan, serta memastikan kabel dan instalasi kompor gas dalam kondisi aman.
Lonjakan tersebut menjadi perhatian karena jumlah kebakaran September 2026 telah melampaui catatan Agustus. Berdasarkan data UPT Damkar sebelumnya mencatat 28 kejadian sepanjang Agustus, sedangkan September terus bertambah seiring banyaknya kebakaran lahan, sampah, hingga bangunan.