JATIMTIMES — Sebanyak 130 siswa SMK Thoriqul Ulum Lamongan tidak menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak tiga pekan terakhir.
Menurut Alief Abdul Haris, salah satu pengurus sekolah tersebut, mengaku sudah melakukan konfirmasi dengan koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan setempat, dan dijelaskan bahwa kondisi dapur yang melayani berstatus suspend (penghentian) sementara.
Baca Juga : Batas Defisit APBN 3 Persen Mau Dinaikkan? Ini Dampaknya
“Dari keterangan Bu Agustin selaku Koordinator SPPG Kecamatan Lamongan Kota, bahwa SMK Thoriqul Ulum sebelumnya mendapatkan layanan MBG dari SPPG Sumberjo, Namun karena SPPG tersebut saat ini sedang mengalami suspend sementara, maka distribusi MBG tidak berjalan,” kata pria yang akrab disapa Gus Haris itu, Selasa (22/9/2026).
Saat dikonfirmasi, Agustin membenarkan hal tersebut dan menjelaskan bahwa saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) sedang melakukan perbaikan sistem tata kelola, disiplin administrasi data, serta data penerima manfaat.
“Karena itu, proses pemindahan atau pengalihan sekolah dari satu SPPG ke SPPG lainnya tidak dapat dilakukan secara langsung seperti sebelumnya,” jelasnya.
Menurutnya, pengajuan pengalihan harus dilakukan secara berjenjang kepada pihak terkait hingga tingkat pusat. Namun ia menyebutkan, pihaknya telah mengajukan permohonan pencabutan status suspend terhadap SPPG yang sebelumnya melayani SMK Thoriqul Ulum. “Surat permohonan tersebut telah diajukan kepada KAPGG pada 12 September 2026 dan akan kembali ditindaklanjuti,” ujarnya.
Agustin menjelaskan bahwa terdapat sejumlah kondisi yang dapat menjadi dasar pengajuan perpindahan atau pergantian SPPG, antara lain persoalan keamanan pangan, kualitas makanan yang tidak memenuhi standar secara berulang, serta keterlambatan atau terhentinya distribusi.
Baca Juga : Lengkapi Revitalisasi SD Budi Yakin, Cahyo DPRD Jatim Serahkan Bantuan Seragam Siswa
“Untuk pengalihan, pihak sekolah dapat menyampaikan laporan dan permohonan secara resmi kepada BGN dengan melampirkan alasan serta bukti kendala layanan SPPG sebelumnya. Pengalihan selanjutnya dilakukan melalui mekanisme BGN setelah laporan ditelaah dan disesuaikan dengan prosedur yang berlaku,” paparnya.
Pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan solusi secepatnya agar 130 siswa SMK Thoriqul Ulum Lamongan kembali memperoleh layanan MBG.