JATIMTIMES - Mahasiswa baru Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) didorong tidak berhenti pada pencapaian akademik selama menempuh pendidikan tinggi. Mereka juga dituntut mampu membaca persoalan di lingkungan sekitar dan mengubah pengetahuan yang diperoleh di kampus menjadi kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, saat menjadi pemateri dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unikama 2026 di Aula Sarwakirti, Senin (21/9/2026).
Di hadapan lebih dari seribu mahasiswa baru yang dikenal sebagai Adipati Kanjuruhan, Amithya mengaitkan kehidupan mahasiswa dengan dinamika Kota Malang. Menurutnya, mahasiswa dari berbagai daerah yang datang untuk menempuh pendidikan di Kota Malang secara langsung menjadi bagian dari ekosistem kota.
Baca Juga : UIN Malang Teken Tiga MoU, Industri hingga Perguruan Tinggi Jadi Mitra Pengembangan
"Kalian adalah bagian dari ekosistem Kota Malang. Pahami denyut nadinya, kenali budayanya, dan mari bersama-sama berkontribusi dengan ilmu dan teknologi yang kalian pelajari untuk menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitar," ujar Amithya.
Ia menilai keberadaan mahasiswa dari berbagai daerah tidak hanya memperkaya lingkungan akademik. Mobilitas mahasiswa juga bersinggungan dengan kehidupan sosial dan ekonomi kota, termasuk sektor perdagangan, jasa, hingga ekonomi kreatif.
Karena itu, mahasiswa baru Unikama tidak hanya diarahkan mengenali ruang kuliah dan lingkungan kampus. Mereka juga perlu memahami karakter Kota Malang sebagai tempat mereka belajar, berinteraksi, sekaligus membangun pengalaman sosial.
Dalam materi bertajuk "Penguatan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Berdasarkan Pancasila di Bumi Arema", Amithya juga menyoroti posisi Unikama sebagai kampus multikultural. Identitas The Multicultural University membuat Unikama dihuni mahasiswa dengan latar belakang daerah dan budaya yang beragam.
Keberagaman tersebut, menurut dia, membutuhkan fondasi nilai yang mampu menjaga ruang interaksi tetap berada dalam kerangka persatuan. Pancasila ditempatkan sebagai pijakan dalam membangun kehidupan kampus yang menghargai perbedaan.
"Penguatan ideologi Pancasila di lingkungan kampus multikultural seperti Unikama adalah fondasi utama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," tegasnya.
Amithya juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan pencapaian indeks prestasi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama berada di perguruan tinggi. Pengalaman organisasi, kemampuan berkomunikasi, keberanian mengemukakan gagasan, serta kemampuan menggunakan teknologi menjadi bagian penting dari proses pembentukan kapasitas mahasiswa.
"Jangan hanya fokus pada nilai akademik. Perbanyaklah pengalaman baik, asah soft skills, dan berlomba-lombalah untuk meningkatkan kapasitas diri," katanya.
Ia mendorong mahasiswa memiliki posisi yang lebih aktif dalam memanfaatkan ilmu. Pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan diharapkan tidak berhenti sebagai materi akademik, tetapi berkembang menjadi kemampuan membaca persoalan dan menghasilkan solusi.
Dalam kesempatan tersebut, Amithya menyampaikan lima hal yang perlu diperhatikan mahasiswa baru. Pertama, mahasiswa perlu mempertahankan rasa ingin tahu dan sikap kritis terhadap informasi. Kedua, kompetensi harus dibangun seiring dengan proses mengejar gelar akademik, dengan memperhatikan keseimbangan hard skills dan soft skills.
Ketiga, perbedaan pendapat harus ditempatkan dalam kultur komunikasi yang menghormati orang lain dan prinsip demokrasi. Keempat, teknologi perlu dimanfaatkan untuk menghasilkan karya sekaligus membantu menyelesaikan persoalan.
Kelima, ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi diharapkan memiliki manfaat yang lebih luas, mulai dari diri sendiri, keluarga, kampus, daerah asal, hingga Kota Malang.
PKKMB Unikama 2026 sendiri diikuti lebih dari seribu mahasiswa baru. Rangkaian kegiatan tersebut sebelumnya dibuka oleh Rektor Unikama Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., sebelum mahasiswa mengikuti sejumlah materi pengenalan kehidupan kampus dan kebangsaan.