JATIMTIMES - Pendidikan tidak semestinya berhenti pada persoalan mendapatkan ijazah atau mencari pekerjaan. Pesan tersebut disampaikan Dr. Akhirul Aminulloh, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM), saat menyapa sekitar 100 siswa SMK Muhammadiyah Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, Senin (21/9/2026).
Kehadiran Dr. Akhirul merupakan bagian dari program Profesor dan Doktor Menginspirasi yang digelar UM dalam rangkaian Dies Natalis ke-72. Program tersebut menjadi wadah bagi para profesor dan doktor UM untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta motivasi kepada generasi muda di berbagai daerah Indonesia.
Baca Juga : Banggar DPRD Jatim Setuju Raperda APBD 2027 Lanjut Dibahas, Soroti Belanja Modal dan Efektivitas Anggaran
Kegiatan di SMK Muhammadiyah Gunung Agung dimulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga selesai. Para siswa mengikuti kegiatan di aula sekolah dengan antusias dan terlibat aktif dalam dialog bersama Dr. Akhirul.
Kepala SMK Muhammadiyah Gunung Agung, Edi Suratno, M.Pd., menyambut hangat kedatangan dosen Universitas Negeri Malang tersebut. Ia mengungkapkan kebanggaannya karena sekolah yang dipimpinnya mendapat kesempatan menjadi bagian dari program Profesor dan Doktor Menginspirasi.
Menurut Edi, kehadiran akademisi dari perguruan tinggi memberikan pengalaman tersendiri bagi para siswa. Mereka bisa berinteraksi secara langsung dengan dosen sekaligus mendapatkan gambaran mengenai dunia pendidikan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Akhirul mengajak para siswa untuk mengubah cara pandang terhadap pendidikan. Ia menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh ijazah maupun mencari pekerjaan setelah lulus.
“Sekolah jangan hanya dipahami sebagai tempat untuk mendapatkan ijazah atau sekadar bekal mencari pekerjaan. Pendidikan harus menjadi jalan untuk memperluas cakrawala pengetahuan dan mempersiapkan diri meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Dr. Akhirul.
Ia menjelaskan, pendidikan dapat membentuk cara berpikir seseorang sekaligus memperluas wawasan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Karena itu, siswa didorong untuk menjadikan proses belajar sebagai bekal jangka panjang, bukan sekadar memenuhi kewajiban sekolah.
“Pendidikan itu bukan hanya soal apa pekerjaan yang akan kita dapatkan setelah lulus. Pendidikan juga tentang bagaimana kita membangun cara berpikir, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan,” ungkapnya.
Dr. Akhirul juga memberikan dorongan kepada siswa SMK Muhammadiyah Gunung Agung agar berani memiliki cita-cita tinggi. Ia mengingatkan bahwa latar belakang pendidikan kejuruan bukan menjadi batas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Jangan merasa karena kalian sekolah di SMK, kemudian pilihan masa depan menjadi terbatas. Keterampilan yang kalian dapatkan di SMK justru bisa menjadi modal yang kuat ketika dipadukan dengan pengetahuan, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar,” kata Dr. Akhirul.
Menurutnya, siswa perlu memiliki keberanian untuk menentukan tujuan sekaligus mempersiapkan diri sejak dini. Cita-cita, kata dia, harus diikuti dengan kemauan belajar dan kemampuan untuk terus mengembangkan diri.
Baca Juga : Puguh DPRD Jatim Tagih Solusi Permanen Hadapi Kekeringan, Tak Cukup Pola Tambal Sulam
“Yang penting adalah jangan takut bermimpi. Setelah punya cita-cita, kemudian kita siapkan langkahnya. Belajar, mengembangkan kemampuan, dan jangan berhenti mencari pengalaman,” lanjutnya.
Pesan tersebut disampaikan Dr. Akhirul melalui pendekatan dialogis. Ia tidak hanya memberikan ceramah satu arah, tetapi mengajak para siswa berdiskusi mengenai pendidikan, cita-cita, pekerjaan, serta berbagai kemungkinan yang dapat mereka hadapi di masa depan.
Sejumlah siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan dan menyampaikan pandangan. Interaksi dua arah membuat suasana kegiatan di aula sekolah berlangsung lebih hidup dan komunikatif.
Dr. Akhirul menilai, dialog dengan siswa menjadi bagian penting dalam proses berbagi inspirasi. Menurutnya, siswa perlu diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangannya agar mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga belajar membangun keberanian dalam berkomunikasi.
“Anak-anak harus diberikan ruang untuk bertanya dan menyampaikan pikirannya. Dari situ kita bisa melihat bagaimana mereka memandang pendidikan dan masa depan. Yang terpenting, mereka berani berpikir dan berani menyampaikan gagasannya,” tuturnya.
Program Profesor dan Doktor Menginspirasi menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas Negeri Malang dalam memperluas akses inspirasi pendidikan kepada siswa di berbagai daerah. Melalui program tersebut, para akademisi UM hadir secara langsung untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan generasi muda.
Bagi siswa SMK Muhammadiyah Gunung Agung, kunjungan Dr. Akhirul Aminulloh menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat dunia pendidikan tinggi sekaligus membuka wawasan mengenai berbagai peluang yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
Sementara bagi Universitas Negeri Malang, kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat Dies Natalis ke-72 untuk terus berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi kepada generasi muda Indonesia, termasuk mereka yang berada di daerah.