JATIMTIMES - Dua pekerja dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung harus menjalani penanganan dan asesmen setelah kedapatan menyalahgunakan narkotika jenis sabu. Alasan penggunaan sabu membuat kasus ini menjadi sorotan.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung Wasbeka Abie Yuwono mengatakan kedua pekerja tersebut merupakan pekerja SPPG di wilayah Gendingan dan Pucangan. Kasus keduanya sebelumnya diungkap jajaran Polres Tulungagung.
Baca Juga : Kirim Rumah untuk Ayah yang Wafat 32 Tahun Lalu, Lengkap Mobil Pesawat hingga Emas
"Kami sudah mendapatkan dua klien TAT yang diungkap oleh teman-teman polres. Yang pertama itu SPPG di daerah Gendingan dan yang kedua itu baru dua minggu yang lalu itu SPPG daerah Pucangan," kata Wasbeka dalam video yang diunggah akun X @keluhanwarganet, Senin (21/9/2026).
Menurut Wasbeka, hasil pemeriksaan menunjukkan kedua pekerja tersebut menggunakan sabu. Alasan yang disampaikan saat menjalani pemeriksaan yakni agar bisa bertahan terjaga pada malam hari dan kuat menjalankan pekerjaan.
"Itu mereka menggunakan sabu. Menyalahgunakan sabu itu untuk katanya supaya bisa betah melek malam atau gimana gitu. Supaya kuat dalam melaksanakan pekerjaannya," ujarnya.
BNNK Tulungagung meminta pengelola dapur SPPG meningkatkan pengawasan terhadap pekerja. Salah satu langkah yang didorong yakni sosialisasi mengenai bahaya narkotika serta deteksi dini penyalahgunaan narkoba.
Wasbeka mencontohkan kerja sama yang telah dilakukan BNNK dengan SPPG di bawah naungan Yayasan Gusti Marimukti. Menurut dia, pemilik yayasan tersebut memiliki kepedulian terhadap pentingnya deteksi dini bagi pekerja dapur SPPG.
"Dan kami berharap untuk SPPG dapat memberikan dengan semacam sosialisasi atau deteksi dini kepada para pekerjanya, seperti yang sudah kami lakukan dengan SPPG di bawah naungan Yayasan Gusti Marimukti," jelasnya.
"Ya Alhamdulillah kerja sama kami dengan Gusti Yayasan Marimukti tetap berjalan dan akan terus berlanjut dan kami juga berharap untuk yayasan lainnya dapat mengikuti jejak dari Yayasan Gusti Marimukti," sambung Wasbeka.
BNNK mendorong deteksi dini dilakukan secara rutin. Pemeriksaan juga disarankan dilakukan secara mendadak untuk mengantisipasi pekerja yang kembali menggunakan narkoba setelah sebelumnya menyatakan berhenti. "Nanti untuk melakukan sosialisasi deteksi dini kepada pegawainya di SPPG," katanya.
Menurut Wasbeka, pemeriksaan mendadak diperlukan karena orang yang pernah menyalahgunakan narkoba tetap berpotensi kembali menggunakan.
"Kalau bisa dilakukan secara rutin dan mendadak karena penyalahguna itu meskipun sudah dibilang sudah berhenti tapi mereka punya keinginan untuk kembali menggunakan lagi," ujarnya.
Baca Juga : Kepala BGN Sudaryono Minta Petani Unggah Ungkapan Terima Kasih dan Hal Positif soal Program MBG
BNNK Tulungagung juga secara khusus mengingatkan pekerja SPPG agar tidak menggunakan sabu dengan alasan menjaga stamina atau menambah daya tahan tubuh.
"Imbauan dari kami agar para pekerja SPPG tidak menyalahgunakan sabu sebagai obat atau sebagai suplemen untuk dirinya. Karena itu sangat membahayakan buat dirinya sendiri, untuk kesehatan dirinya," tegas Wasbeka.
Dia meminta pekerja SPPG tidak mencoba narkotika sekalipun dengan alasan tuntutan pekerjaan. "Dan untuk masa depan, karena bahaya penyalahgunaan narkoba itu sangat bahaya sekali. Kalau tidak jangan sampai menyentuh itu," katanya.
Pengelola dapur SPPG juga diminta lebih aktif memastikan kondisi pekerjanya. BNNK Tulungagung menyatakan terbuka untuk melakukan kerja sama pencegahan maupun pemeriksaan deteksi dini.
"Dan untuk pemilik dapur SPPG, tolong dijaga pegawainya supaya dapat lebih peduli lagi dengan melakukan kerjasama dengan kami untuk dilakukan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan deteksi dini kepada pegawainya," kata Wasbeka.
Kasus penyalahgunaan narkotika dua pekerja SPPG ini muncul ketika layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung juga tengah mendapat sorotan akibat kasus dugaan keracunan pada siswa SMKN 1 Boyolangu pada 16 September 2026 lalu.
Hingga berita ini ditulis, JatimTIMES masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait, termasuk pengelola SPPG tempat kedua pekerja tersebut bertugas.