JATIMTIMES - Kasus selebgram Julia Prastini atau Jule terkait penggunaan vape yang mengandung etomidate terus berkembang. Jule diamankan polisi di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan pada Senin, 14 September 2026.
Dari penanganan terhadap Jule, polisi kemudian mengembangkan penyelidikan hingga mengarah kepada dua perempuan berinisial RR dan RN. Pengembangan berikutnya membawa penyidik kepada seorang warga negara China berinisial XC yang diduga menjadi bandar utama dalam jaringan peredaran vape etomidate tersebut.
Baca Juga : Bingung Mau Nonton Apa di Akhir Pekan Ini? Ini 5 Film Bioskop yang Bisa Jadi Pilihan
Berikut sejumlah fakta dalam pengungkapan kasus Jule dan jaringan vape etomidate yang disampaikan polisi.
1. Jule diamankan di apartemen Jakarta Selatan
Jule diamankan oleh jajaran Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada 14 September 2026.
Saat polisi mendatangi sebuah unit apartemen di kawasan Jakarta Selatan, Jule berada di dalam bersama dua orang temannya.
"Jadi pada tanggal 14 September 2026, kami Satnarkoba Polresta Soekarno-Hatta melakukan penangkapan terhadap salah satu selebgram yaitu berinisial JP di sebuah apartemen yang berada di Jakarta Selatan," kata Kasatresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma Tandayu.
2. Polisi menemukan empat cartridge vape
Dari penggeledahan di apartemen tersebut, penyidik menemukan empat cartridge vape. Tiga cartridge dalam kondisi kosong karena telah digunakan, sedangkan satu cartridge masih terisi cairan yang mengandung etomidate.
"Di sana kami temukan terdapat 4 cartridge di mana 3-nya kosong yaitu sisa pakai, habis pakai, telah pakai, dan satunya masih full terisi yang berisikan zat etomidate," jelas Michael.
Temuan tersebut kemudian diamankan polisi sebagai barang bukti dalam penyelidikan.
3. Hasil tes urine Jule positif etomidate
Selain memeriksa barang bukti, polisi juga melakukan tes urine terhadap Jule.
Hasil pemeriksaan menunjukkan urine Jule positif etomidate.
"Hasil urinenya positif etomidate," ungkap Michael.
Sementara itu, dua orang yang berada bersama Jule saat polisi datang juga menjalani tes urine. Hasil pemeriksaan terhadap keduanya dinyatakan negatif.
Polisi menyebut kedua teman Jule tidak mengetahui aktivitas Jule terkait penggunaan etomidate.
4. Jule mengaku baru menggunakan etomidate selama 2-3 minggu
Dalam pemeriksaan, Jule disebut mengaku baru mencoba menggunakan cairan etomidate sekitar dua hingga tiga minggu sebelum diamankan.
Menurut keterangan polisi, Jule menyampaikan alasan pribadi, termasuk rasa stres, sebagai alasan dirinya menggunakan zat tersebut.
"Dari pengakuan maupun dari penyelidikan lebih lanjut penelusuran, JP baru memulai melakukan ini dari kurang lebih 2 sampai 3 minggu yang lalu, baru mencoba. Alasannya alasan pribadi, mungkin dari rasa ada stres atau lain sebagainya, itu alasan yang diutarakan oleh JP," jelas Michael.
5. Kasus Jule terungkap dari pengembangan terhadap dua perempuan
Penanganan terhadap Jule ternyata merupakan bagian dari pengembangan kasus yang lebih besar.
Sebelum mengamankan Jule, polisi lebih dulu menangkap dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen kawasan Jakarta Barat.
Dari penangkapan tersebut, polisi menemukan 27 cartridge vape. Penyidik kemudian memeriksa telepon seluler milik keduanya.
Dari pemeriksaan itu, polisi menemukan adanya komunikasi, transaksi, serta bukti pengiriman barang kepada Jule.
Baca Juga : Apa Itu Vape Etomidate yang Bikin Jule Diamankan Polisi? Kenali Bahaya dan Efek Sampingnya
"Yang pertama kali ditangkap itu adalah inisial dari RR dan RN. Dua perempuan itu lalu ketika kita melakukan penangkapan, di situ terdapat transaksi maupun bukti pengiriman kepada JP dan kemudian kita kembangkan kepada JP," ungkap Michael.
6. Polisi kemudian memburu pemasok utama
Pengembangan perkara tidak berhenti setelah polisi mengamankan RR, RN dan Jule.
Dari rangkaian penyelidikan tersebut, polisi kemudian menangkap seorang WNA asal China berinisial XC. Pria tersebut diduga merupakan bandar utama dalam jaringan peredaran vape yang mengandung etomidate.
"Dari penangkapan tersebut kami kembangkan ke dua perempuan berinisial RR dan RN di Jakarta Barat, dengan barang bukti 27 cartridge. Pengembangan berlanjut hingga kami menangkap pria WNA berinisial XC," ujar Michael, Sabtu (19/9/2026).
7. Sebanyak 71 cartridge etomidate disita dari XC
Saat menangkap XC, penyidik mengamankan 71 unit cartridge vape yang mengandung etomidate.
Polisi menyebut XC yang merupakan warga negara China berperan sebagai bandar utama dalam jaringan tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, jaringan peredaran vape etomidate itu diduga telah beroperasi sejak Juli 2026.
8. Modus penjualan melalui jaringan pertemanan
Polisi menyebut peredaran vape etomidate tersebut dilakukan dengan memanfaatkan jaringan pertemanan.
Konsumen mendapatkan produk melalui jaringan yang sudah terbentuk. Dalam kasus Jule, polisi menyebut dirinya memperoleh vape tersebut dari RR dan RN.
"Pengedar mendapatkan konsumen dari jaringan pertemanan. Untuk JP, selama ini dia hanya membeli dari RR dan RN," tutur Michael.
Dari setiap cartridge yang diedarkan, keuntungan yang diperoleh bandar disebut mencapai sekitar Rp 700.000.
9. Jule tidak ditetapkan sebagai tersangka
Meski diamankan dan hasil tes urinenya positif etomidate, Jule tidak ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.
Penyidik menyatakan Jule berstatus sebagai pengguna. Selanjutnya, penanganan terhadap Jule diarahkan melalui asesmen dan rehabilitasi.
"Berdasarkan penyelidikan-penyelidikan yang lainnya, untuk status di kepolisian kami tetapkan sebagai restorative justice, yaitu JP itu sebagai pemakai. Selanjutnya diasesmen dan kemudian akan nanti direhabilitasi," pungkas Michael.
10. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka
Dari empat orang yang diamankan dalam rangkaian pengungkapan perkara tersebut, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Ketiganya yakni RR, RN, dan XC.
Sementara Jule tidak ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani proses asesmen serta rehabilitasi sebagai pengguna.
Kasus Jule terkait vape etomidate kini berkembang menjadi pengungkapan jaringan peredaran yang lebih luas. Polisi masih memproses perkara terhadap RR, RN dan XC yang telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara Jule sebagai pengguna diarahkan menjalani asesmen dan rehabilitasi. Pengungkapan ini juga menjadi perhatian karena melibatkan peredaran cartridge vape yang mengandung etomidate dan diduga telah berlangsung sejak Juli 2026.