JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Ini 7 Kebiasaan yang Bisa Bikin Anak Lebih Suka Makan Sayur

Reporter: Mutmainah J • Editor: Yunan Helmy
📅 21 September 2026, 06:02 WIB • ⏱️ 5 menit baca

JATIMTIMES - Membiasakan anak mengonsumsi sayuran sejak dini bukan perkara mudah. Tidak sedikit anak yang langsung menolak ketika melihat brokoli, bayam, wortel, atau jenis sayuran lainnya di atas piring.

Namun, penolakan terhadap sayuran tidak selalu berarti anak akan terus tidak menyukainya. Kebiasaan makan terbentuk secara bertahap sehingga orang tua dapat mengenalkan sayuran melalui cara yang menyenangkan tanpa memberikan tekanan.

Baca Juga : Ribuan Pelari dari Aceh hingga Papua Ramaikan Soekarno Run Banyuwangi

Ada sejumlah kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan di rumah untuk membantu anak lebih akrab dengan sayuran. Berikut di antaranya:

1. Jangan langsung mencoret sayuran yang ditolak anak

Ketika anak menolak brokoli atau bayam, orang tua tidak perlu langsung menganggap makanan tersebut tidak disukai selamanya.

Salah satu cara yang cukup banyak didukung penelitian adalah memberikan paparan berulang. Artinya, sayuran yang ditolak hari ini dapat kembali ditawarkan pada kesempatan berikutnya tanpa memaksa anak untuk menghabiskannya.

Melansir studi yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Nutrition, paparan berulang terhadap satu atau beberapa jenis sayuran dapat membantu meningkatkan kesukaan sekaligus konsumsi sayuran pada anak.

Tidak ada jumlah percobaan yang pasti berlaku untuk semua anak. Karena itu, orang tua dapat terus mengenalkan sayuran secara perlahan sesuai dengan respons anak.

2. Kenalkan berbagai jenis sayuran

Jangan berhenti pada satu jenis sayuran hanya karena anak sudah menyukainya. Semakin banyak jenis sayuran yang dikenalkan, semakin banyak pula pengalaman anak terhadap berbagai rasa, aroma, warna, dan tekstur.

Misalnya, setelah anak mulai terbiasa dengan wortel, orang tua dapat mencoba mengenalkan brokoli, buncis, bayam, labu, tomat, hingga kacang polong.

Tidak perlu menyajikan semuanya dalam satu waktu. Pengenalan dapat dilakukan secara bertahap agar anak memiliki kesempatan untuk mengenali setiap jenis makanan.

3. Sajikan sayuran sejak awal waktu makan

Waktu penyajian juga bisa memengaruhi kesempatan anak untuk mengonsumsi sayuran.

Orang tua dapat meletakkan sayuran sebagai salah satu makanan yang tersedia sejak awal waktu makan, ketika anak masih merasa lapar. Dengan begitu, anak memiliki kesempatan untuk mencicipi sayuran sebelum terlalu kenyang dengan makanan lain yang lebih disukainya.

Cara ini bukan berarti anak harus menghabiskan sayuran terlebih dahulu. Tujuannya lebih pada memberikan kesempatan agar sayuran menjadi bagian yang familiar dalam setiap waktu makan.

4. Berikan ruang lebih banyak untuk sayuran di piring

Kebiasaan makan sayur juga dapat dibangun dengan mengubah komposisi makanan di dalam piring.

Alih-alih memberikan sayuran dalam jumlah sangat sedikit sebagai pelengkap, orang tua bisa secara bertahap menambah porsinya. Makanan lain yang disukai anak tetap boleh tersedia sehingga anak memiliki beberapa pilihan.

Dengan cara tersebut, sayuran tidak lagi terlihat seperti makanan tambahan yang hanya muncul sesekali, tetapi menjadi bagian normal dari menu sehari-hari.

5. Buat tampilan sayuran lebih menarik

Anak tidak hanya mempertimbangkan rasa ketika memilih makanan. Bentuk, warna, dan cara makanan disajikan juga dapat menarik perhatian mereka.

Baca Juga : Dorong Potensi Sport Tourism, Mbak Wali Hadiri Kejurprov Finswimming Wali Kota Cup II 2026 Kota Kediri

Sayuran dapat dipotong dalam bentuk yang lebih menarik, disajikan dalam porsi kecil, atau ditata bersama makanan lain sehingga lebih mudah dilihat dan diambil anak.

Mengutip HealthyChildren, situs dari American Academy of Pediatrics (AAP), membuat makanan terlihat menarik, termasuk memotongnya dalam bentuk yang menyenangkan bagi anak, dapat membantu membuat pengalaman makan lebih menarik.

AAP juga mencatat bahwa anak mungkin membutuhkan banyak kesempatan sebelum akhirnya menerima makanan yang sebelumnya mereka tolak.

6. Berikan contoh dengan ikut makan sayur

Anak belajar dari lingkungan terdekatnya, termasuk kebiasaan makan orang tua.

Karena itu, orang tua juga dapat menunjukkan contoh secara langsung dengan ikut mengonsumsi sayuran saat makan bersama. Anak dapat melihat bahwa sayuran bukan makanan yang hanya diberikan kepada mereka, tetapi juga menjadi bagian dari menu keluarga.

Kebiasaan makan bersama dan memberikan contoh pola makan sehat dapat membantu anak mengenal berbagai jenis makanan melalui apa yang mereka lihat dan alami setiap hari.

7. Ajak anak terlibat menyiapkan makanan

Mengenalkan sayuran tidak harus dimulai ketika makanan sudah berada di atas meja. Anak dapat dilibatkan sejak proses persiapannya.

Misalnya, orang tua bisa memberikan pilihan sederhana ketika berbelanja seperti meminta anak memilih antara wortel atau brokoli. Anak yang lebih besar juga dapat diajak mencuci sayuran, menata makanan, atau menentukan jenis sayuran yang ingin dicoba.

Keterlibatan tersebut dapat membuat anak merasa memiliki pengalaman dengan makanan yang akan mereka konsumsi. Proses menyiapkan makanan pun bisa menjadi kegiatan keluarga yang menyenangkan.

Hindari menjadikan sayuran sebagai sumber konflik

Selain membangun kebiasaan positif, orang tua juga perlu memperhatikan cara menghadapi anak yang menolak sayuran.

Memaksa anak menghabiskan sayuran atau menjadikan makanan favorit sebagai hadiah setelah anak mau makan sayur bukan satu-satunya cara untuk membangun kebiasaan makan sehat.

Tekanan saat makan justru dapat membuat pengalaman terhadap makanan tertentu menjadi kurang menyenangkan. Karena itu, orang tua dapat tetap menyediakan beragam makanan dan memberikan kesempatan kepada anak untuk menentukan apakah mereka ingin makan serta seberapa banyak yang mampu mereka konsumsi.

Dengan pengenalan yang dilakukan secara konsisten, suasana makan yang menyenangkan, serta contoh dari orang-orang di sekitarnya, anak dapat perlahan membangun hubungan yang lebih positif dengan sayuran.

Topik Terkait
# Sayur# anak# anak suka sayur# makanan sehat

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap