JATIMTIMES - Senin (21 September 2026) bertepatan dengan pasaran Legi dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 10 Bakda Mulud 1960 Ja, tahun Be dan berada dalam Wuku Bala. Sementara kalender Hijriah mencatat tanggal ini bertepatan dengan 10 Rabiul Akhir 1448 H.
Weton hari ini adalah Senin Legi dengan jumlah neptu 9. Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton kelahiran dipercaya dapat menggambarkan watak, rezeki, pekerjaan, jodoh hingga perjalanan hidup seseorang.
Baca Juga : Apresiasi Kiprah Pemuda, Wali Kota Kediri Hadiri Karang Taruna Award 2026
Orang yang lahir pada Senin Legi umumnya dikenal ramah, sopan dan lemah lembut. Sifat mudah bergaul juga membuat pemilik weton ini cukup mudah diterima dalam lingkungan sosial.
Namun, ada sisi lain yang perlu diperhatikan. Senin Legi terkadang bisa bersikap keras dan mudah marah. Selain itu, ada kecenderungan mencampuri urusan yang bukan menjadi kepentingannya serta ingin mengetahui rahasia orang lain.
Menurut primbon Jawa, Senin Legi memiliki Pangarasan Lakuning Angin. Karakternya digambarkan peduli terhadap berbagai kondisi dan pandai mengambil hati orang lain.
Sosok dengan Pangarasan Lakuning Angin umumnya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Namun ketika marah, wataknya bisa berubah menjadi menakutkan.
Senin Legi juga memiliki Pancasuda Tunggak Semi. Maknanya digambarkan seperti pohon yang ditebang tetapi kembali menumbuhkan daun.
Dalam primbon, Tunggak Semi berkaitan dengan rizki lumintu, yakni rezeki yang terus mengalir. Penghasilan maupun pekerjaan pemilik weton ini dipercaya cenderung berjalan lancar.
Tanggal 21 September 2026 berada dalam Wuku Bala. Wuku ini memiliki lambang dewa Bathari Durga.
Dalam gambaran primbon, Bathari Durga memiliki karakter senang membuat gaduh. Suara atau perilakunya dapat membuat orang lain merasa takut. Wuku Bala juga dikaitkan dengan sifat jahil dan gemar memprovokasi.
Dorongan ke arah negatif semakin kuat ketika karakter tersebut tidak dikendalikan. Karena itu, pemilik weton yang berada dalam Wuku Bala perlu menjaga sikap dan perkataan.
Wuku Bala memiliki lambang pohon cemara. Simbol tersebut menggambarkan pribadi yang banyak bicara, pandai berkilah, tetapi memiliki tutur kata yang enak didengar sehingga mudah dipercaya.
Sementara lambang burungnya adalah ayam hutan. Dalam perlambang primbon, ayam hutan menjadi piaraan atau kesukaan pembesar. Simbol ini dikaitkan dengan kewibawaan, banyak disukai dan memiliki tekad yang mantap serta tidak mudah goyah.
Wuku Bala juga memiliki gambaran gedhong di depan yang memperlihatkan kekayaan. Ada pula simbol seperti hujan yang turun tidak pada musimnya, menggambarkan sesuatu yang sulit ditebak atau kemauannya sulit dimengerti.
Baca Juga : 1.534 Hektare Hutan di Gunung Kawi Terbakar, Pemadaman Terkendala Cuaca
Dalam urusan karier dan pekerjaan, terdapat peringatan agar tidak salah melangkah. Jika salah menentukan arah dalam pekerjaan atau karier, perjalanan hidup justru dapat berujung pada kesengsaraan.
Wuku ini juga dilambangkan seperti pendeta angluh, yang menjadi gambaran bahwa seseorang dapat berada dalam kondisi berbahaya jika rahasianya sampai diketahui.
Pada Wuku Bala, Kala berada di arah Barat Laut. Karena itu, selama tujuh hari dalam wuku tersebut terdapat pantangan untuk bepergian jauh ke arah Barat Laut.
Khusus Senin Legi dalam Wuku Bala, hari ini termasuk samparwangke atau ringkel jalma. Dalam perhitungan primbon, hari ini sebaiknya hindari mengurus pernikahan.
Namun untuk urusan bepergian, Senin Legi di Wuku Bala justru dipercaya membawa keuntungan. Perjalanan hari ini lebih mudah mendapatkan hasil dan dapat segera sampai di tempat tujuan.
Sifat Senin Legi yang mudah bergaul membuat weton ini dinilai cocok dengan pekerjaan yang banyak berhubungan dengan masyarakat atau orang lain.
Beberapa bidang yang dianggap sesuai antara lain PNS, pedagang, hubungan masyarakat, karyawan serta pemimpin atau pengusaha. Kemampuan membangun hubungan dengan orang lain menjadi salah satu modal utama.
Dalam urusan asmara, Senin Legi memiliki neptu 9. Berdasarkan perhitungan primbon yang digunakan dalam bahan ini, weton tersebut dipercaya cocok dengan pasangan yang memiliki neptu 5 atau 10.
Beberapa weton yang masuk dalam hitungan tersebut yakni Selasa Pon, Rabu Kliwon, Kamis Pon, Jumat Wage dan Minggu Legi.