Kasus Mahasiswa FK UB Jatuh dari Gedung Berakhir, Ini Kesimpulan Polisi

19 - Sep - 2026, 03:45

Polisi dan petugas saat melakukan pemeriksaan di TKP dugaan bunuh diri di Universitas Brawijaya (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Polisi memastikan tidak menemukan keterlibatan pihak lain dalam kasus mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) berinisial RR (19) yang terjatuh dari gedung kampus. Setelah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan informasi terkait kejadian, polisi menyimpulkan peristiwa tersebut merupakan percobaan bunuh diri.

Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta mengatakan, hasil penyelidikan tidak menemukan adanya pihak yang memengaruhi maupun menyuruh korban melakukan tindakan tersebut.

Baca Juga : 6 Rekomendasi Drakor untuk Teman Akhir Pekan, Ada Romance hingga Kisah Balas Dendam

“Dari hasil penyelidikan, kasus ini murni percobaan bunuh diri. Tidak ada pihak lain yang memengaruhi ataupun menyuruh korban seperti isu yang beredar di media sosial,” kata Anang.

Dengan kesimpulan tersebut, penyelidikan kasus dihentikan. Polisi selanjutnya menyerahkan penanganan RR kepada pihak keluarga.

“Karena murni percobaan bunuh diri, penyelidikan kami hentikan. Korban sudah kami serahkan kepada orang tuanya dan kasus ini selesai,” imbuhnya.

Sedang peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (10/9/2026) pagi di lingkungan UB, Jalan Veteran, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. RR yang merupakan mahasiswa semester tiga ditemukan dalam kondisi luka berat setelah terjatuh dari gedung kampus.

Sebelumnya, polisi menyebut RR diduga melompat dari lantai enam gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan. Dari hasil pemeriksaan awal, ketinggian gedung tersebut diperkirakan sekitar 25 meter.

RR kemudian dievakuasi dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang. Polisi sebelumnya menyebut korban mengalami sejumlah cedera, termasuk patah tulang pada bagian tubuhnya.

Pada Jumat (11/9/2026), RR telah menjalani tindakan operasi di RSSA. Setelah operasi, kondisinya disebut stabil dan masih mendapat perawatan intensif di ruang ICU Kapuas dengan pemantauan tim medis.

Baca Juga : Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang Rodhiyah Ahla Samar Canangkan Pemuda Siaga Bencana di Tirtoyudo

Dalam proses penyelidikan, polisi juga memeriksa sejumlah pihak untuk memastikan rangkaian kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apa yang terjadi sebelum RR ditemukan dalam kondisi terluka.

Polisi juga sempat mendalami rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian sebagai bagian dari penyelidikan.

Sementara itu, pihak Universitas Brawijaya menyatakan akan memberikan pendampingan terhadap RR selama menjalani proses pemulihan. Pendampingan tidak hanya berkaitan dengan kondisi medis, tetapi juga aspek psikologis.

Komitmen terhadap pendampingan kesehatan mental sebenarnya juga telah menjadi bagian dari sejumlah program di lingkungan UB. Salah satunya melalui layanan konseling dan program dukungan sebaya yang dikembangkan di fakultas-fakultas UB.

Dengan dihentikannya penyelidikan oleh kepolisian, penanganan RR kini berfokus pada proses pemulihan dan pendampingan keluarga serta pihak kampus.