14 Gunung di Jatim Terbakar Sepanjang Kemarau 2026, Ini Daftarnya
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
18 - Sep - 2026, 01:30
JATIMTIMES - Musim kemarau 2026 menjadi periode yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sedikitnya 14 kawasan gunung mengalami kebakaran sepanjang musim kemarau tahun ini.
Ketua Tim Pusat Pengendalian Operasi BPBD Jatim, Muhammad Amrul, menyampaikan bahwa kebakaran tersebar di sejumlah kawasan pegunungan. Sementara itu, total luas lahan yang terdampak karhutla di seluruh kawasan tersebut masih dalam proses pendataan.
Baca Juga : Resmi Dilaunching, Logo Hari Jadi Ke-25 Kota Batu Bawa Semangat Kreatif Sae
“Daftar gunung di Jawa Timur yang dilanda kebakaran periode 2026 atau musim kemarau ini yakni Gunung Semeru, Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Bromo, Gunung Buthak, Gunung Kawinajang, Gunung Wilis, Gunung Argopuro, Gunung Ijen, Gunung Raung, Gunung Pegat, Gunung Payaman, Gunung Gede Blitar, Gunung Ndangean, Gunung Lawu,” kata Amrul, dikutip Jumat (18/9/2026).
14 Gunung di Jatim yang Terdampak Karhutla
Berdasarkan data BPBD Jatim, berikut 14 kawasan gunung yang dilaporkan mengalami kebakaran sepanjang musim kemarau 2026:
1. Gunung Semeru
Gunung Semeru menjadi salah satu kawasan pegunungan yang masuk dalam catatan karhutla BPBD Jatim tahun ini.
2. Gunung Arjuno-Welirang
Kawasan Gunung Arjuno-Welirang juga tercatat mengalami kebakaran selama periode kemarau.
3. Gunung Bromo
Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan perkembangan terbaru, titik api sudah tidak lagi terpantau. Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 200 hektare.
4. Gunung Buthak
Gunung Buthak menjadi salah satu lokasi yang masih mendapat perhatian karena titik api dilaporkan masih aktif.
5. Gunung Kawinajang
Kebakaran juga terjadi di sisi selatan Gunung Kawinajang. Kawasan ini berkaitan dengan titik kebakaran yang berada di sekitar Gunung Buthak.
6. Gunung Wilis
Gunung Wilis di wilayah Kabupaten Nganjuk masih memiliki titik api. Proses penanganan terkendala medan puncak yang terjal dan curam.
7. Gunung Argopuro
Gunung Argopuro turut masuk dalam daftar kawasan pegunungan yang terdampak karhutla selama kemarau 2026.
8. Gunung Ijen
Kawasan Gunung Ijen juga tercatat dalam daftar gunung yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.
9. Gunung Raung
Gunung Raung menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam pendataan karhutla BPBD Jatim.
10. Gunung Pegat
Gunung Pegat turut tercatat sebagai kawasan pegunungan yang terdampak kebakaran.
11. Gunung Payaman
Kawasan Gunung Payaman juga masuk dalam daftar 14 gunung yang dilanda karhutla selama musim kemarau.
12. Gunung Gede Blitar
Gunung Gede yang berada di wilayah Blitar menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam catatan BPBD Jatim.
13. Gunung Ndangean
Gunung Ndangean juga tercatat mengalami kebakaran sepanjang periode kemarau 2026.
14. Gunung Lawu
Gunung Lawu memiliki perkembangan berbeda di wilayah Magetan dan Ngawi. Titik api di Watu Gede, Kabupaten Magetan, telah dinyatakan padam, sementara di wilayah Ngawi masih terdapat titik api yang ditangani tim gabungan.
Selain mencatat 14 kawasan gunung yang mengalami karhutla, BPBD Jatim juga terus memantau perkembangan penanganan di sejumlah titik operasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan berbeda-beda. Ada kawasan yang sudah tidak ditemukan titik api, tetapi terdapat pula lokasi yang masih aktif.
Baca Juga : Evaluasi 14 Hari, Pemkot Surabaya Kembalikan Arus Jalan Embong Sawo-Embong Gayam
Gunung Bromo Sudah Tidak Ada Titik Api
Di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, operasi pemadaman dan modifikasi cuaca menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pemantauan terakhir, petugas tidak lagi menemukan titik api.
“Berdasarkan hasil pemantauan, saat ini sudah tidak terdapat titik api. Luas Area terbakar kurang lebih 200 ha,” kata Satriyo dalam laporannya.
Buthak-Kawinajang Masih Terbakar
Kondisi berbeda terjadi di kawasan Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang yang berada di wilayah Kabupaten Blitar dan Malang. Api masih terpantau di sejumlah titik dan telah membakar ratusan hektare kawasan hutan.
“Titik api saat ini berada di wilayah Gunung Buthak tepatnya di atas Gunung Malang dan sisi Selatan Gunung Kawinajang. Luas Area terbakar kurang lebih 800 hektar. Data berkembang,” ucapnya.
Bukit Keciri Sudah Tak Terpantau Titik Api
Berikutnya, kebakaran di Bukit Keciri, Kabupaten Pasuruan, juga menunjukkan perkembangan positif. Kebakaran di kawasan tersebut diduga merupakan rembetan dari Bukit Watangan.
Berdasarkan pemantauan citra satelit, saat ini tidak lagi ditemukan titik api. Namun, luas area yang terdampak masih dalam proses pendataan.
“Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit, saat ini tidak terpantau adanya titik api di kawasan Bukit Keciri. Dampaknya masih dalam proses pendataan,” ujarnya.
Gunung Lawu Magetan Padam, Ngawi Masih Ditangani
Di Gunung Lawu, titik api di wilayah Watu Gede, Kabupaten Magetan, telah berhasil dipadamkan. Pemantauan juga tidak menemukan titik api baru di wilayah tersebut.
“Titik api di Watu Gede, Kabupaten Magetan, dilaporkan telah padam. Saat ini di wilayah Gunung Lawu Kabupaten Magetan tidak terpantau adanya titik api,” kata Satriyo.
Namun, tim gabungan masih fokus melakukan penanganan di wilayah Gunung Lawu yang masuk Kabupaten Ngawi. Titik api berada di Petak 41 dan Petak 42D dengan luas area terbakar sekitar 2 hektare.
“Titik api yang masih menjadi fokus penanganan berada di wilayah Kabupaten Ngawi, yaitu Petak 41 dan Petak 42D. Luas area yang terbakar kurang lebih 2 hektare,” tuturnya.
Gunung Wilis Masih Terkendala Medan
Sementara itu, kebakaran di kawasan Gunung Wilis wilayah Kabupaten Nganjuk belum dinyatakan padam. Petugas masih menghadapi kendala akses menuju lokasi karena titik api berada di kawasan puncak.
“Titik api berada di kawasan Puncak Gunung Wilis dengan medan yang terjal dan curam. Dampak dalam pendataan,” ungkap Satriyo.
BPBD Jatim masih melakukan pemantauan terhadap kawasan-kawasan yang terdampak karhutla. Pendataan luas lahan terbakar juga terus dilakukan seiring perkembangan penanganan di lapangan.
Kondisi kebakaran dapat berubah sewaktu-waktu, terutama di kawasan pegunungan yang memiliki medan sulit dan akses terbatas. Karena itu, pemantauan dan upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
