Update Pencarian Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Foto Terakhir Jadi Petunjuk

Reporter

Binti Nikmatur

10 - Sep - 2026, 02:28

Foto terakhir yang dikirim Heriyanto, tour guide yang ikut dalam rombongan, ke grup WhatsApp. (Foto: Instagram @andrasoni12)

JATIMTIMES - Foto Gunung Anak Krakatau yang tengah berasap menjadi salah satu petunjuk dalam pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Foto itu dikirim sebelum rombongan bersama tiga kru speedboat tidak lagi dapat dihubungi.

Foto tersebut dikirim Heriyanto, tour guide yang ikut dalam rombongan, ke grup WhatsApp. Salah satu tour guide dalam grup itu, Yandi, mengatakan foto diterima pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.13 WIB.

Baca Juga : Satpolairud Polres Situbondo Serahkan Kapal Nelayan yang Hilang di Pantai Cemara Indah

Dari foto tersebut, posisi rombongan diketahui sudah berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Foto diduga diambil sekitar pukul 16.00-17.00 WIB, lalu baru dikirim ketika ponsel mendapatkan sinyal.

Lokasi pengambilan foto diperkirakan berada di sekitar Pulau Sertung. Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Mereka berangkat dari kawasan Carita, Pandeglang, untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. 

Dalam perjalanan tersebut, kelima jurnalis didampingi Warta selaku kapten speedboat, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Selain foto terakhir, posisi kapal juga sempat diketahui dari fitur berbagi lokasi. Rombongan mengirimkan share location kepada sesama jurnalis pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.42 WIB.

Koordinat terakhir komunikasi kapal tercatat di 6°14'40.52" LS dan 105°40'49.48" BT. Titik tersebut berada di sekitar Pulau Krakatau, Pulau Sertung, dan Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari ketiga, Tim SAR gabungan memperluas penyisiran untuk mencari speedboat yang membawa lima jurnalis serta tiga kru kapal tersebut.

Sektor pencarian laut diperlebar hingga mendekati kawasan tepi Gunung Anak Krakatau. Namun, langkah itu tetap disesuaikan dengan kondisi aktivitas vulkanik dan cuaca di sekitar perairan.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama saat tim mendekati kawasan Anak Krakatau.

"Monitoring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kemarin ada permintaan bahwa gimana kira-kira kalau kita masuk ke wilayah sini (Anak Krakatau). Tetapi tetap akan kita coba apabila itu dalam kondisi aman, safety paling tidak yang utama," kata Al Amrad, seperti dilansir Antara, Kamis (10/9/2026).

Tim juga menyiapkan drone yang ditempatkan di salah satu kapal untuk membantu pemantauan dari udara. Penggunaan drone disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama perubahan arah angin yang dapat terjadi di Selat Sunda.

Baca Juga : Api Melalap Dapur Gizi RSSA Malang, 45 Pasien Dipindah dan Penyebab Kebakaran Masih Misterius

"Drone itu tetap kami bekali di satu kapal. Hari ini juga tetap kami siapkan, tapi melihat kondisi di lapangan, yang kadang-kadang arah angin berubah, itu tetap harus kita perhatikan," jelasnya.

Pencarian hari ketiga dibagi ke dalam sejumlah sektor. Wilayah operasi membentang dari kawasan pelabuhan di Banten hingga perairan Lampung.

"Kita sedikit memberikan informasi perihal perizinan operasi yang hari ini menjadi divisiktor, dimana nanti kita berbagi dalam sektor itu dari Pelabuhan Ciwandan dan kemudian KN SAR Basudewa, Kantor SAR Lampung, yang kemudian KRI Beserta dan Lepu itu bergerak dari wilayah Lampung," paparnya.

Total area yang disisir pada hari ketiga mencapai 2.109 nautical mile persegi. "Untuk luas area pencarian hari ini mencakup wilayah seluas 2.109 nautical mile persegi," ucapnya.

Sejumlah armada dikerahkan dalam pencarian tersebut. Di antaranya KRI Lepu, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pohawang, KP Sanjaya, serta Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten.

Pencarian tidak hanya dilakukan oleh kapal dan tim SAR. Nelayan di pesisir Banten juga dilibatkan untuk membantu menyisir wilayah yang sulit dijangkau armada pencarian.

Al Amrad mengatakan penyisiran oleh nelayan dilakukan di sektor E dengan pendampingan dari tim SAR. "Yang di sektor E, untuk di sektor E itu kita nanti setelah dari rekan-rekan kita mendampingi para nelayan yang melakukan searching, itu mereka melakukan searching di pesisir-pesisir Banten," kata dia.

Hingga Kamis (10/9/2026), operasi pencarian masih berlangsung. Sekitar 250 personel gabungan dilibatkan untuk menemukan kelima jurnalis, kapten speedboat, ABK, dan tour guide yang belum diketahui keberadaannya.