Disdik Kabupaten Malang Dorong Sekolah Jadi Penguat Pelaksanaan Program MBG

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya

09 - Sep - 2026, 11:13

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan saat ditemui di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Senin (7/9/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang mendorong seluruh satuan pendidikan atau sekolah di masing-masing jenjang dapat mengambil peran aktif dalam mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.

Penguatan komunikasi antara satuan pendidikan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai menjadi kunci agar Program MBG tersebut dapat berjalan tertib, aman, tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa.

Baca Juga : Dokter Menduga Bakteri MBG Berastagi Masuk Saat Penyajian dan Distribusi

Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan Dispendik Kabupaten Malang terhadap keberlanjutan Program MBG di lingkungan pendidikan. Meskipun bukan pihak yang menyediakan makanan, satuan pendidikan memiliki posisi penting karena berhadapan langsung dengan siswa sebagai penerima manfaat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan mengatakan, pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Malang secara umum sudah berjalan dengan baik. Namun, koordinasi di tingkat lapangan tetap perlu diperkuat agar kebutuhan satuan pendidikan dan siswa dapat terkomunikasikan dengan baik kepada pihak SPPG.

"Kami di Dinas Pendidikan atas nama sekolah dan siswa ini kan hanya sebagai penerima manfaat. Kita berharap ke depan ada penguatan koordinasi antara SPPG dengan sekolah," ungkap Bagus kepads JatimTIMES.com.

Menurutnya, satuan pendidikan dapat menjadi titik penting dalam memastikan pelaksanaan Program MBG berlangsung sesuai kondisi di lapangan. Informasi mengenai jumlah siswa, jadwal kegiatan satuan pendidikan, kesiapan penerimaan makanan hingga mekanisme pembagian perlu dikomunikasikan secara baik dengan SPPG.

Koordinasi tersebut sekaligus dapat membantu masing-masing pihak menjalankan tugas secara lebih terukur. SPPG memiliki informasi yang dibutuhkan untuk menyiapkan distribusi, sementara sekolah dapat mempersiapkan lingkungan pendidikan agar proses penerimaan dan pembagian makanan kepada siswa berlangsung lancar.

Dispendik Kabupaten Malang juga menaruh perhatian pada pemerataan penerima manfaat. Bagus menyebut masih terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Malang yang cakupan layanan MBG masih belum optimal.

"Harapan kami adanya percepatan pemerataan penerima manfaat di wilayah yang cakupannya rendah. Karena ada beberapa wilayah yang belum dapat," kata Bagus.

Bagus menuturkan, perluasan cakupan penerima manfaat perlu diikuti dengan kesiapan satuan pendidikan. Semakin banyak satuan pendidikan yang mendapatkan layanan MBG, semakin penting pula memastikan data penerima, komunikasi distribusi, serta kesiapan satuan pendidikan dapat berjalan secara bersamaan.

Baca Juga : Doa agar Terhindar dari Keracunan Makanan, Lengkap Arab dan Artinya

Karena itu, Dispendik Kabupaten Malang mendorong penguatan pendataan di satuan pendidikan. Data yang akurat akan membantu pihak terkait mengetahui kebutuhan penerima manfaat secara lebih tepat sekaligus mengantisipasi perubahan jumlah siswa.

Di sisi lain, satuan pendidikan juga perlu memiliki jalur komunikasi yang jelas apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan MBG. Dengan mekanisme pengaduan dan koordinasi yang responsif, persoalan di lapangan dapat segera diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk menanganinya.

Menurutnya, dukungan terhadap MBG bukan hanya memastikan siswa menerima makanan bergizi. Lebih dari itu, keberadaan Program MBG tersebut perlu didukung dengan ekosistem sekolah yang siap, koordinasi yang efektif, serta data yang mampu menjadi dasar pelaksanaan program.

Posisi tersebut membuat satuan pendidikan memiliki peran strategis dalam rantai pelaksanaan MBG. Sekolah menjadi ruang tempat manfaat program diterima langsung oleh siswa sekaligus menjadi titik penting komunikasi antara penerima manfaat dengan pihak penyedia layanan.

"Jadi kita hanya sebagai penerima manfaat dan harapannya ada penguatan koordinasi, sehingga masing-masing pihak bisa siap menjalankan Program MBG," pungkas Bagus.