HUT ke-48, MIN 1 Kota Malang Perkuat Transformasi Madrasah Digital dan Program Adiwiyata
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
08 - Sep - 2026, 02:09
JATIMTIMES - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-48 dengan mengusung tema “48 Tahun MIN 1 Kota Malang Menjaga Asa, Menghadirkan Cahaya bagi Bangsa”, Selasa, (8/9/2026). Rangkaian peringatan tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan pendidikan, sosial, lingkungan, hingga kegiatan yang melibatkan masyarakat umum.
Ketua Pelaksana HUT ke-48 MIN 1 Kota Malang, Abdullah, S.Pd., M.Pd., mengatakan peringatan tahun ini juga menjadi momentum bagi madrasah untuk mempertahankan capaian yang telah dibangun para pendahulu sekaligus meningkatkan prestasi di berbagai bidang.

“MIN ini sudah baik, tingkatannya bukan lagi di Jawa Timur, tapi nasional bahkan internasional. Bagi kami generasi berikutnya, bisa mempertahankan dan meningkatkan,” kata Abdullah.
Baca Juga : 83 Tim dari Berbagai Daerah Semarakkan Turnamen Esports HUT ke- 28 PAN Jember
Menurutnya, peningkatan tersebut dilakukan tidak hanya melalui bidang akademik, tetapi juga nonakademik dan olahraga. Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian, terutama dengan bergabungnya tenaga-tenaga muda di lingkungan MIN 1 Kota Malang.
“Pokoknya semua segala effort apa pun, entah itu bidang akademik, non-akademik, atau olahraga harus lebih baik dari yang lain. Kita berusaha seperti itu,” ujarnya.

Abdullah mengatakan MIN 1 Kota Malang saat ini juga memantapkan diri sebagai madrasah digital. Perkembangan teknologi dinilai perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan tenaga pendidik maupun peserta didik.
“Karena kita sudah mengkhususkan diri adalah madrasah digital. Otomatis harus peka dengan itu semua. Buktinya anak-anak sekarang pembelajarannya sudah digital semua, sudah dikenalkan semua,” katanya.
Tingginya minat masyarakat terhadap MIN 1 Kota Malang, lanjut Abdullah, juga menjadi salah satu tantangan bagi madrasah. Jumlah peminat yang terus meningkat membuat daya tampung menjadi salah satu persoalan dalam penerimaan peserta didik.
“Dengan meningkat, terbukti peminatnya tambah lama tambah banyak. Bahkan kita sampai menolak-nolak. Sebetulnya kepingin, tapi kondisinya tidak memungkinkan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan HUT ke-48, MIN 1 Kota Malang juga mengubah konsep perayaan dengan tidak menggunakan balon. Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi sampah dan mendukung komitmen madrasah terhadap lingkungan.
“Pertama, kita dilarang menggunakan balon. Karena kemarin-kemarin kan balon semua, ternyata setelah kita teliti itu menambah tumpukan sampah di MIN dan itu mubazir sekali,” jelas Abdullah.
Sebagai gantinya, peringatan HUT diisi dengan pelepasan burung. Menurut Abdullah, kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap alam sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar mengenai lingkungan.

“Pelepasan burung menjadi simbolis, itu yang berbeda. Kalau pakai balon itu menambah sampah. Padahal sekolah kita sudah kita tahu, sekolah Adiwiyata,” katanya.
Komitmen terhadap lingkungan juga diterapkan dalam pengelolaan sampah selama rangkaian kegiatan. Peserta didik diminta membawa kantong sampah berukuran besar di setiap kelas untuk menampung sampah setelah kegiatan makan bersama.
Rangkaian HUT telah dimulai pada 4 September 2026 melalui kegiatan ziarah kubur dan anjangsana kepada para pendahulu. Pada 8 September, kegiatan dilanjutkan dengan syukuran dan doa bersama.
Selanjutnya, pada 10 September akan digelar aksi sosial berupa donor darah yang melibatkan guru dan karyawan. Wali murid juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Donor darah tersebut digelar bekerja sama dengan Melati dan PMI Kota Malang.
Selain itu, MIN 1 Kota Malang menggelar lomba Madrasah Adiwiyata yang berlangsung pada 8 hingga 20 September. Kegiatan tersebut terbuka bagi madrasah di wilayah Malang, termasuk madrasah swasta.
“Kita undang semua. Monggo silakan, apa kreasi njenengan tentang Adiwiyata,” ujar Abdullah.
Baca Juga : Peringati Hari Jadi ke-262 Besuki, Wabup Situbondo Napak Tilas Jejak Ki Pate Alos
Puncak rangkaian HUT ke-48 dijadwalkan pada Minggu, 27 September 2026 melalui kegiatan jalan sehat. Acara tersebut juga akan diramaikan bazar yang melibatkan wali murid sebagai pemilik stan usaha.
Menurut Abdullah, pelibatan wali murid dalam bazar menjadi salah satu upaya untuk mendukung usaha yang dimiliki keluarga peserta didik. Selain warga MIN 1 Kota Malang, kegiatan jalan sehat juga terbuka bagi masyarakat umum dan alumni.
“Tiketnya gratis. Untuk umum sudah. Bukan hanya warga MIN 1. Alumni kita juga undang,” katanya.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kantor Kementerian Agama Kota Malang, H. Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd., menilai MIN 1 Kota Malang masih menunjukkan capaian positif, terutama dari sisi prestasi peserta didik dan kepercayaan masyarakat.
“Alhamdulillah ya, ada yang menurut saya tetap konstan bagus. Ini adalah prestasi anak-anak, terutama di bidang sains. Jadi setiap tahun madrasah ini mampu menorehkan prestasi nasional OSN,” kata Abdul Mughni.
Ia menyebut prestasi tersebut salah satunya terlihat dari keterwakilan peserta didik MIN 1 Kota Malang dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN). Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap madrasah juga masih terjaga.
“Selama madrasah ini tetap bisa menjaga layanan, prestasi, kerja sama dengan orang tua yang baik, saya optimis bahwa madrasah ini akan selalu di hati masyarakat,” ujarnya.
Memasuki usia 48 tahun, Abdul Mughni juga menyoroti kiprah alumni MIN 1 Kota Malang yang telah menempati berbagai posisi di sejumlah institusi. Ia menyebut terdapat alumni yang kini menjadi kepala bagian di Kabupaten Malang, pejabat di Polda Metro Jaya, hingga bekerja di Kantor Wilayah.
Ia berharap keberadaan alumni tersebut menjadi bagian dari proses MIN 1 Kota Malang dalam menyiapkan generasi penerus.
“Setelah 48 tahun ini mudah-mudahan madrasah ini mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang nanti akan bisa membawa perubahan yang lebih baik,” katanya.
Abdul Mughni juga meminta MIN 1 Kota Malang terus membaca perubahan yang terjadi di masyarakat. Menurutnya, tuntutan zaman harus diimbangi dengan inovasi dan kreativitas yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Bagaimana menangkap perubahan dinamika masyarakat, tuntutan zaman harus diimbangi dengan kreasi dan inovasi yang tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal madrasah sekaligus mempertahankan hubungan baik dengan masyarakat dan orang tua peserta didik.
“Bagaimana teman-teman ini tetap bisa menjaga soliditas internal agar kompak, dengan masyarakat juga kerja samanya tetap bagus,” kata Abdul Mughni.
