Peringati Hari Jadi ke-262 Besuki, Wabup Situbondo Napak Tilas Jejak Ki Pate Alos
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
08 - Sep - 2026, 01:19
JATIMTIMES - Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah atau yang akrab disapa Mbak Ulfi, mengikuti kegiatan napak tilas sejarah Besuki dalam rangka memperingati Hari Jadi Besuki (HJB) ke-262, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk mengenang perjuangan dan jasa Ki Pate Alos sebagai salah satu tokoh perintis wilayah Besuki.
Napak tilas yang diikuti masyarakat, tokoh setempat, serta generasi muda ini menjadi momentum untuk mengenalkan sejarah Besuki kepada generasi penerus. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat agar terus menjaga nilai-nilai warisan para leluhur.
Ki Pate Alos dikenal sebagai tokoh yang bersama ayahnya, Kiai Abdurrahman Wirobroto, membuka kawasan hutan Besuki pada abad ke-18. Berdasarkan catatan sejarah, proses pembukaan wilayah tersebut dimulai dari Desa Demung, Keresidenan Besuki.
Dalam peringatan Napak Tilas Besuki ke-262, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni. Namun, menjadi pengingat agar generasi sekarang mengetahui dan mengenal para leluhurnya.
"Nama Ki Pate Alos kini diabadikan pada Pendopo Pate Alos di kawasan Kota Tua Besuki. Bangunan bersejarah tersebut diresmikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Bupati Situbondo pada Januari 2026 sebagai ruang publik berbasis kebudayaan," tutur Mbak Ulfi.
Menurutnya, napak tilas tersebut diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah Besuki. Sekaligus, melestarikan warisan budaya daerah yang memiliki nilai penting bagi identitas masyarakat.
"Napak tilas yang dimulai di Desa Demung, hingga kediaman Ki Pate Alos, utara Alun-Alun Besuki ini bukan sekadar kegiatan seremonial saja, tapi kegiatan ini erat hubungannya dengan Ki Pate Alos pembabat Besuki," kata Mbak Ulfi.
Selain itu, Wabup Ulfi mengajak masyarakat Besuki untuk menjaga budaya daerah sebagai salah satu amanah para leluhur. Menurutnya, pelestarian sejarah dan budaya perlu dilakukan secara bersama-sama agar tidak terputus oleh perkembangan zaman.
Dalam rangka memperingati HJB ke-262, kegiatan napak tilas diawali dengan doa bersama di makam Desa Demung. Setelah itu, rombongan berjalan kaki bersama menuju dalem kedemangan atau pasarian Ki Pate Alos.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tahlil bersama serta pemaparan ulasan sejarah Ki Pate Alos oleh tokoh masyarakat setempat. Penjelasan tersebut ditujukan khusus bagi masyarakat, para siswa-siswi, serta pemuda yang turut hadir mengikuti kegiatan napak tilas.
Baca Juga : HUT IJTI, Staf BPKAD Lamongan Rebut Juara News Presenter Competition
"Tujuan utama dari penyelenggaraan napak tilas ini untuk memicu penyegaran ingatan serta meneladani nilai-nilai perjuangan Ki Pate Alos," kata Wabup Ulfi.
Melalui kegiatan ini, sambung Wabup Ulfi, generasi muda diharapkan mampu meniru semangat, perjuangan, serta rasa cinta Ki Pate Alos terhadap Kabupaten Situbondo. Khususnya, dalam memberikan pelayanan dan kesejahteraan bagi masyarakat Besuki.
"Penjelasan sejarah ini ditujukan khusus bagi masyarakat, para siswa-siswi, serta pemuda yang turut hadir mengikuti kegiatan napak tilas tersebut," ujarnya.
Wabup Ulfi menambahkan, rangkaian peringatan HJB ke-262 masih akan terus berlanjut. Selain napak tilas Ki Pate Alos, agenda ziarah dan tabur bunga juga dijadwalkan ke makam (maqbaroh) Bupati Situbondo pertama, kedua, dan ketiga di wilayah Bloro.
"Rangkaian peringatan Hari Jadi Besuki ke-262 ini masih akan terus berlanjut. Selain napak tilas Ki Pate Alos, agenda ziarah dan tabur bunga juga dijadwalkan ke makam (maqbaroh) Bupati Situbondo pertama, kedua, dan ketiga di wilayah Bloro, serta dilanjutkan dengan doa dan pengajian bersama," pungkas Mbak Ulfi.
