Kenalkan Pajak Sejak Dini, DJP Jatim II Ajak Siswa SMP Peduli Pembangunan
Reporter
Nur Hidayah
Editor
Dede Nana
04 - Sep - 2026, 07:09
JATIMTIMES – Kesadaran mengenai pentingnya pajak mulai dikenalkan kepada generasi muda sejak bangku sekolah. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur II menggelar kegiatan Pajak Bertutur 2026 di SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo.
Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” dengan tagline “Sehari Mengenal, Selamanya Bangga”, kegiatan tersebut dikemas secara interaktif agar siswa tidak hanya mengenal pajak secara teori, tetapi juga memahami kaitannya dengan pembangunan dan kehidupan masyarakat.
Antusiasme siswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan. Mereka tidak hanya bertanya mengenai manfaat pajak, tetapi juga mengaitkannya dengan kondisi pembangunan di lingkungan sekitar, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), hingga pemerataan pembangunan di daerah.
Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II Arridel Mindra menjelaskan, pajak merupakan salah satu bentuk gotong royong masyarakat untuk membiayai pembangunan negara. Menurutnya, tidak seluruh kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi oleh sektor swasta sehingga diperlukan kontribusi bersama melalui penerimaan pajak.
“Pajak adalah bentuk gotong royong dalam membiayai pembangunan. Ada pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang tidak mungkin seluruhnya disediakan oleh sektor swasta sehingga diperlukan kontribusi bersama melalui pajak,” ungkap Arridel, Jumat (4/09/2026).
Ia menambahkan, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih besar memberikan kontribusi pajak yang lebih besar. Penerimaan tersebut kemudian digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan negara yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas, termasuk bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan.
Senada, Penyuluh Pajak Ahli Muda, Gisella Ayu Pradipta mengibaratkan pajak seperti air bagi tubuh manusia. Menurutnya, sebagaimana air menjadi kebutuhan penting bagi tubuh, pajak juga memiliki peran penting sebagai salah satu sumber penerimaan negara untuk membiayai kebutuhan masyarakat.
Gisela juga mengenalkan istilah free rider, yakni pihak yang memiliki kewajiban membayar pajak tetapi tidak menjalankan kewajibannya, namun tetap menikmati manfaat pembangunan. Materi perpajakan disampaikan dengan cara yang ringan dan sesuai dengan usia siswa di jenjang SMP yang mana materi difokuskan pada pengenalan dasar serta manfaat pajak.
Baca Juga : Kemenag Jatim Salurkan 27 Ton Logistik untuk Warga Terdampak Bencana di NTT
Adapun, Kepala SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo Dewi Masyithoh, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Kanwil DJP Jawa Timur II yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan Pajak Bertutur 2026.
“Pengenalan pajak sejak dini penting dilakukan agar siswa memahami bahwa pajak yang dihimpun negara memiliki peran dalam menyediakan berbagai fasilitas dan layanan yang dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” Jelasnya.
Menurutnya, adanya program pajak bertutur merupakan bagian dari Inklusi kesadaran pajak, yang diarahkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai kesadaran pajak dalam dunia pendidikan secara terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai kewajiban membayar pajak. Lebih jauh, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap pembangunan, memahami pentingnya kontribusi masyarakat, serta memiliki integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
