Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Kota Malang Naik, Okupansi Hotel Justru Turun
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
04 - Sep - 2026, 10:08
JATIMTIMES - Aktivitas pariwisata di Kota Malang menunjukkan pergerakan berbeda pada Juli 2026. Jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Malang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, namun tingkat penghunian kamar (TPK) hotel justru mengalami penurunan.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, wisatawan nusantara tujuan Kota Malang pada Juli 2026 tercatat sebanyak 934.993 kunjungan. Angka tersebut naik 3,09 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 906.978 kunjungan.
Baca Juga : Biar Outfit Gelap Tak Monoton, Ini Contekan Kombinasi Warna yang Mudah Dipadukan
Meski secara bulanan meningkat, jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan Juli 2025. Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kunjungan wisatawan nusantara tujuan Kota Malang turun 3,89 persen dari 972.875 kunjungan.
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin mengatakan, pergerakan wisatawan pada Juli turut dipengaruhi sejumlah momentum dan kegiatan yang berlangsung di Kota Malang.
“Pada Juli terdapat beberapa momentum yang ikut menggerakkan aktivitas wisata, mulai dari akhir masa libur sekolah dan tahun ajaran baru hingga berbagai kegiatan yang digelar di Kota Malang,” kata Umar, Jumat (4/9/2026).
Sejumlah kegiatan yang berlangsung selama Juli di antaranya Malang Djadoel, Blackhearth Festival 2026, Indomaret Fun Run 2026 Malang, Festival Genitri Tempo Doloe, Swara Semesta Malang 2026, Brawijaya Street Food Festival 2026 hingga Kedungkandang Tempoe Doloe.
Selain itu, kunjungan kerja Presiden dalam rangka panen raya pada 17 Juli 2026 juga menjadi salah satu peristiwa yang tercatat dalam periode tersebut.
Namun, kenaikan jumlah kunjungan wisatawan tidak serta-merta diikuti peningkatan tingkat hunian hotel. BPS mencatat TPK hotel di Kota Malang pada Juli 2026 sebesar 48,01 persen.
Artinya, dari setiap 100 kamar yang tersedia di seluruh hotel Kota Malang, rata-rata sekitar 48 hingga 49 kamar terisi setiap malam.
TPK tersebut turun 0,56 poin dibandingkan Juni 2026 yang berada di level 48,57 persen. Penurunan lebih besar terlihat jika dibandingkan dengan Juli 2025, ketika TPK hotel Kota Malang mencapai 51,80 persen atau turun 3,78 poin.
Umar menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan mobilitas wisatawan tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat keterisian kamar hotel.
“Jumlah kunjungan dan tingkat penghunian kamar merupakan indikator yang berbeda. Wisatawan yang datang ke Kota Malang tidak seluruhnya menginap di hotel, sehingga kenaikan kunjungan tidak otomatis diikuti kenaikan okupansi,” jelasnya.
Meski mengalami penurunan secara tahunan, TPK hotel Kota Malang masih berada di atas rata-rata Jawa Timur maupun nasional. Pada Juli 2026, TPK hotel Jawa Timur tercatat 36,78 persen, sedangkan nasional sebesar 41,13 persen.
Baca Juga : Serasa di Italia! Spot Viral Lake Como di Telaga Sarangan Bikin Wisatawan Rela Antre Subuh
Untuk hotel berbintang, tingkat penghunian kamar justru meningkat secara bulanan. TPK hotel bintang di Kota Malang mencapai 60,22 persen pada Juli 2026, naik 1,65 poin dibandingkan Juni yang sebesar 58,57 persen.
Namun secara tahunan, angka tersebut masih turun 2,31 poin dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 62,54 persen.
Di sisi lain, wisatawan asal Kota Malang yang melakukan perjalanan ke luar daerah juga mengalami perubahan. Jumlah wisatawan nusantara asal Kota Malang pada Juli 2026 mencapai 893.569 kunjungan.
Angka tersebut turun 3,18 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 922.918 kunjungan. Namun jika dibandingkan Juli tahun sebelumnya, jumlahnya justru melonjak 15,39 persen dari 774.399 kunjungan.
Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel Kota Malang pada Juli 2026 tercatat 1,38 hari. Artinya, secara rata-rata tamu hotel menginap sekitar satu hingga dua hari.
Komposisi tamu hotel juga masih didominasi wisatawan nusantara. Dari keseluruhan tamu hotel yang tercatat, sebanyak 95,88 persen merupakan tamu nusantara, sedangkan tamu asing mencapai 4,12 persen.
Umar menilai data tersebut dapat menjadi gambaran mengenai pola perjalanan wisatawan di Kota Malang, termasuk kecenderungan kunjungan yang relatif singkat.
“Rata-rata lama menginap menunjukkan bahwa durasi kunjungan tamu hotel di Kota Malang masih relatif pendek. Data ini penting untuk melihat bagaimana pola perjalanan wisatawan dan aktivitas akomodasi di daerah,” tutupnya.
