Pemprov Jatim Kebut Pemadaman Kebakaran Bromo, Siapkan Aturan Ketat untuk Wisatawan

10 - Aug - 2026, 05:32

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jatim, Evy Afianasari.

JATIMTIMES – Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur (Jatim), telah memasuki hari kedelapan pada Senin (10/8/2026). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terus memaksimalkan berbagai upaya pemadaman darat maupun udara, sekaligus menyiapkan aturan ketat bagi wisatawan guna mencegah terulangnya bencana serupa.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Adhy Karyono, mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah memperkuat operasi pemadaman dengan menambah armada helikopter untuk metode pengeboman air (water bombing). Langkah ini diambil usai dilakukannya pemantauan udara dan evaluasi titik api di area kebakaran Bromo.

Baca Juga : Aulia Hany DPRD Jatim Kawal Kekeringan Tuban: Fokus Pipanisasi Pertanian dan Jaminan Sanitasi Warga

“Yang tadinya dari BNPB ada dua pesawat, satu Super Puma dan satu helikopter Airbus, kemudian Pemerintah Provinsi menambahkan dengan menyewa satu helikopter Airbus,” kata Adhy saat ditemui di Gedung DPRD Jatim, Senin (10/8/2026).

Guna meningkatkan efektivitas penanganan, dua helikopter jenis Airbus yang sebelumnya ditempatkan di Lanud Abdulrachman Saleh Malang kini dialihkan ke kawasan Ranu Pani.

“Ini akan mempercepat dan meningkatkan frekuensi water bombing. Yang tadinya harus ke Abdulrachman Saleh, ketika ada cuaca kurang bagus tidak bisa terbang, sekarang tidak ada kendala itu,” jelas Adhy.

Ia menegaskan operasi water bombing dan proses pembasahan akan terus dilakukan selama kondisi cuaca di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memungkinkan. Di samping jalur udara, tim gabungan pemadam darat dari Surabaya, Probolinggo, dan Pasuruan juga terus disiagakan di area savana dan lereng.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jatim, Evy Afianasari, menilai kebakaran kali ini menjadi catatan penting mengenai krusialnya penanganan di tahap awal serta pengaruh tiupan angin kencang yang memicu penyebaran api secara cepat.

“Yang jelas kalau Bromo harusnya yang perlu kita waspadai dan tingkatkan adalah penanganan awal. Jadi ini sudah merupakan catatan, bahwa jika penanganan awal tidak terlambat mungkin tidak meluas,” tutur Evy.

Terkait dampaknya terhadap sektor ekonomi, Evy membenarkan adanya kerugian pada industri pariwisata daerah. Namun, besaran nominal dampak ekonomi tersebut masih dalam tahap kalkulasi karena pihak pengelola TNBTS saat ini fokus penuh pada operasi pemadaman.

Mengingat seluruh akses menuju kawasan Bromo saat ini ditutup total, Evy mengimbau seluruh calon wisatawan untuk sementara waktu menghindari kawasan tersebut demi keselamatan.

Baca Juga : Kimpul Viral di Media Sosial, Ternyata Bukan Talas Biasa: Ini Arti, Perbedaan dan Manfaatnya

Sebagai langkah evaluasi dan pengetatan aturan keselamatan jangka panjang, Disbudpar Jatim mewacanakan larangan membawa rokok tembakau maupun rokok elektronik (vape) bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata alam yang rawan kebakaran.

“Ke depan kami akan memberlakukan hal-hal seperti itu, khususnya di wisata-wisata alam yang kecenderungan bisa menyebabkan kebakaran seperti ini,” tegas Evy.

Evy mencontohkan beberapa destinasi wisata alam berkonsep private site atau pengelolaan swasta yang telah sukses menerapkan kebijakan bebas rokok untuk menekan risiko timbulnya potensi sumber api.

“Kalau untuk memasuki area kawasan tersebut dilarang membawa rokok. Seperti halnya kawasan-kawasan alam milik swasta dalam tanda kutip, rata-rata mereka sudah tidak memperbolehkan pengunjung membawa rokok, baik itu vape ataupun rokok tembakau biasa,” pungkasnya.