Politik Riang Gembira di Piala Presiden Elite 2026 dan Pesan Maruarar Sirait pada Bulan Agustus
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
A Yahya
03 - Aug - 2026, 12:29
JATIMTIMES - Pesta rakyat tak harus selalu terjadi pada moment Pemilu saja. Ternyata pesta rakyat juga bisa terjadi dalam ajang event sepak bola nasional.
Setidaknya inilah gambaran yang terjadi pada Piala Presiden Elite 2026. Di tengah panasnya isu gelombang politik akan terjadinya demo besar-besaran pada Agustus 2026 ini, hadirnya Piala Presiden Elite 2026 seakan menjadi oase pendingin di awal Agustus.
Baca Juga : Iran Buka Suara Usai Prabowo Singgung Nuklir, Tegaskan Tak Pernah Miliki Senjata Nuklir
Apalagi empat tim dengan basis suporter terbesar di Indonesia dinyatakan lolos ke babak selanjutnya di semi final. Yakni, Persebaya Surabaya yang akan melawan Arema FC, kemudian ada juga Persib Bandung yang akan berhadapan dengan Persija Jakarta.
Laga semi final dan final sendiri sudah ditentukan oleh pihak panitia akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Dan akan digelar pada Selasa (4/8) sore serta malam untuk semifinal.
Lolosnya empat tim nasional ini juga setelah menyingkirkan beberapa perwakilan tim dari luar negeri. Seperti Port FC dari Thailand yang juga merupakan tim juara bertahan, Tampines Rovers dari Singapura dan DPMM dari Brunei Darussalam.
Pada babak penyisihan yang digelar di Bandung dan juga Surabaya, pemerintah pusat telah menunjukkan kolaborasi yang apik dengan pemerintah daerah (pemda) setempat. Baik Pemkab Bandung maupun Pemkot Surabaya. Walaupun latar belakang politik kepala daerahnya berbeda-beda dengan pusat.
Pada saat pengumunan venue semifinal dan final Piala Presiden, Ketua Steering Committe (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait menyampaikan jika tim juara Piala Presiden Elite 2026 nanti akan mendapatkan tambahan bonus. Yang besarannya mencapai Rp 8 miliar atau naik dari yang sebelumnya Rp 6 miliar.
Baca Juga : Timnas Indonesia Dikalahkan Vietnam di Piala AFF 2026, Begini Skenario Garuda untuk Lolos Semifinal
Kenaikan ini terjadi karena ramainya pihak sponsor yang mendukung terselenggaranya Piala Presiden Elite 2026. "Sudah ada 70 miliar dari sponsor yang sudah masuk," terang Bang Ara demikian biasa disapa.
Pria yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini menjelaskan selain terjadi perputaran uang di tingkat sponsor, event juga menguntungkan masyarakat. Karena pihaknya melibatkan UMKM untuk bisa berjualan secara gratis di area stadion. "Mereka senang banget tadi. Ada yang bisa untungnya meningkat berapa kali lipat," lanjutnya.
Bang Ara juga setuju jika Piala Presiden Elite 2026 ini menjadi politik riang gembira bagi masyarakat. Apalagi di tengah isu demo besar-besaran pada bulan Agustus ini. "Jaga kepercayaan dengan sebaik-baiknya, itu pesan saya. Jaga kepercayaan, ya? Dulu bapak saya tuh ngajarin, ya. Kepercayaan itu sangat penting, jaga, doa, dan perjuangkan," imbuhnya saat diwawancarai khusus oleh JatimTIMES.
Senada mewakili pihak Emtek Group Harsiwi Achmad menyampaikan pada gelara Piala Presiden Elite 2026 kali ini sangat luar biasa. "Bukan hanya penonton di stadion yang terus bertambah. Namun juga penonton di TV ternyata juga terus mengalami peningkatan," ucapnya.
Menurut dia average ratingnya dalam setiap pertandingan 4,2 dan share-nya 23,9. Sehingga ada kenaikan 15% dari tahun sebelumnya. "Dan pertandingan tertinggi adalah ratingnya 7%. Artinya 7% dari orang Indonesia menonton pertandingan tersebut, dan itu adalah antara Persebaya dan Persija," cetusnya.
Nah, dengan lolosnya empat tim yang memiliki basis suporter kuat di Indonesia, membuat Siwi sapaan akrabnya optimis siaran langsung laga semi final dan final Piala Presiden di Indosiar akan terus meningkat. "Inilah yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia dan ini akan rating-nya maupun penonton di lapangan akan semakin tinggi lagi," imbuh dia.
Di tempat yang sama Ketua Organizing Committe (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany Alatas menambahkan selain rating penonton di televisi yang bagus, suporter yang hadir ke stadion secara langsung juga luar biasa antusias.
"Di Bandung, rata-rata penonton yang datang ke stadion sekitar 23.000. Dan di Surabaya pun rata-rata yang datang sekitar 30.000," terang perempuan yang juga Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir ini.
Menurut dia ini berdampak secara ekonomi kepada UMKM, baik yang di Bandung dan di Surabaya. "Total transaksi sampai dengan hari ini, tanggal 1 Agustus, dari awal kita kick-off 25 Juli, sudah mencapai 2,3 miliar. Dan kita masih ada pertandingan semifinal dan juga final," terang eks politisi dari Partai Solidaritas Indonesia ini.
"Jadi kita harapkan bahwa Piala Presiden ini, bukan hanya mendatangkan hiburan bagi rakyat. Tapi juga membawa dampak ekonomi yang clear bagi masyarakat di mana Piala Presiden itu bermain," imbuh Tsamara.
Saat tahu Surabaya tidak ditunjuk menjadi venue semifinal dan final Piala Presiden 2026 ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak bisa menyembunyikan raut wajah kecewanya. Namun dia mengaku siap jika pada tahun 2027 mendatang Kota Surabaya ditunjuk penuh sebagai tuan rumah Piala Presiden kembali. "Insya Allah siap," tegasnya.
Bagi Eri sepak bola adalah alat pemersatu. Meskipun dengan Maruarar Sirait maupun Tsamara Amany memiliki perbedaan latar belakang politik.
"Alhamdulillah Surabaya dipilih menjadi salah satu tempat ketika penyisihan. Sehingga pada waktu penentuan, penentuan terkait dengan semifinal dan final, itu di luar kewenangan kami," ucapnya.
Eri berharap suatu saat Surabaya dipilih untuk menjadi tempat semifinal dan final, bukan hanya tempat penyisihan grup saja. "Karena ini menjadi pengobat rindu ya terkait dengan kebersamaan, jalan bersama, terus menuju ke stadion. Karena di sini kita akan hilang kita dari mana, kita siapa. Tapi sepak bola ini adalah pemersatu masyarakat," imbuh orang nomor satu di Kota Pahlawan tersebut.
Ketika penguman venue semifinal dan final Piala Presiden 2026, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menunjukkan kolaborasinya yang bagus.
Pengumuman tersebut dilaksanakan di halaman Balai Kota Surabaya yang ada di Jalan Walikota Mustajab. Sore akhir pekan Minggu (2/8) ketika itu suasana dibuat pecah dengan turut dihadirkannya bintang muda penyanyi dangdut Valen dan Mila.
Sehingga ratusan masyarakat yang hadir di sana ikut senang dan berdendang ria. Selain itu masyarakat juga dapat sepenuhnya menikmati semua makanan serta minuman secara gratis dari UMKM yang telah difasilitasi oleh panitia Piala Presiden 2026.
