Revitalisasi Empat Pasar Jadi Strategi Pemkot Malang Kejar Retribusi Rp10 Miliar

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

21 - Jun - 2026, 02:36

Kawasan Pasar Besar Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang menyiapkan revitalisasi empat pasar rakyat yang selama ini belum tersentuh renovasi total. Langkah itu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendongkrak pendapatan daerah dari sektor retribusi pasar.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan, empat pasar yang masuk dalam daftar prioritas yakni Pasar Blimbing, Pasar Besar, Pasar Tawangmangu, dan Pasar Talun di kawasan Kayutangan Heritage.

Baca Juga : Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Magetan Gelar Gerakan Merawat Pertiwi di 18 Kecamatan

Menurut Eko, seluruh pasar tersebut telah memasuki tahap penyusunan detail engineering design (DED) sehingga pemerintah tinggal menentukan skema pembiayaan untuk merealisasikan pembangunan.

"Semuanya sudah tahap penyusunan DED. Tinggal nanti kami ajukan ke pimpinan untuk plotting anggarannya, apakah bisa direalisasikan tahun ini atau bergeser ke tahun berikutnya. Yang penting, persiapan administrasi sudah kami siapkan," ujarnya.

Meski demikian, pelaksanaan fisik revitalisasi diperkirakan lebih realistis masuk pada tahun anggaran berikutnya. Saat ini Pemkot Malang masih mengupayakan agar program tersebut memperoleh alokasi anggaran yang memadai.

Eko menjelaskan revitalisasi tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi bangunan pasar, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pedagang dan masyarakat. Konsep yang disiapkan mengutamakan bangunan yang tidak bertingkat dengan tata ruang yang lebih luas dan mudah diakses.

"Idealnya pasar rakyat itu tidak bertingkat, bangunannya meluas seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo sehingga mudah dijangkau, mudah diakses, bisa langsung transaksi jual beli, serta tertata dengan baik," katanya.

Selain memperbaiki pelayanan publik, pembenahan pasar diyakini akan berdampak pada peningkatan penerimaan retribusi. Pemkot Malang menargetkan pendapatan retribusi pasar pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp10 miliar.

Baca Juga : Hadiri Semaan 56 Khataman, Gubernur Khofifah Apresiasi Antusiasme Warga Kota Blitar Mendoakan Bung Karno

Hingga pertengahan tahun, realisasi penerimaan telah mencapai sekitar 40 persen. Eko optimistis target tersebut masih dapat dikejar seiring peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan pasar.

"Kalau pemerintah berkomitmen membangun pasar rakyat dan memberikan pelayanan yang baik, saya kira para pedagang juga akan berkontribusi terhadap retribusi," ungkapnya.

Saat ini terdapat 26 pasar rakyat yang dikelola Pemkot Malang. Dari jumlah tersebut, empat pasar yang masuk prioritas revitalisasi dinilai paling membutuhkan pembaruan infrastruktur guna mendukung aktivitas perdagangan yang lebih tertata dan nyaman.