Kasus Kematian Mahasiswa Doktoral UB di Kota Batu Belum Terungkap, Polisi Sudah Periksa 46 Saksi hingga Ahli
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
11 - Jun - 2026, 07:10
JATIMTIMES – Misteri penyebab tewasnya mahasiswa Program Doktor (S3) Biologi Universitas Brawijaya (UB) Malang berinisial KHK yang ditemukan di aliran Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, hingga kini masih menjadi teka-teki besar.
Meskipun genap berjalan selama hampir tujuh bulan sejak jasad korban pertama kali dievakuasi pada Kamis (20/11/2025) lalu, polisi belum mampu menyingkap tabir kematian pria asal Kelurahan Sisir tersebut.
Baca Juga : Reimagine Malang Raya: Melindungi Laut dari Atas Gunung
Padahal, secara akumulatif data menunjukkan pihak kepolisian telah mengerahkan sumber daya besar dengan memeriksa sedikitnya 46 saksi, yang di dalamnya termasuk jajaran saksi ahli serta mengamankan aset milik korban.
Kasatreskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin, menegaskan bahwa penuntasan perkara ini kini menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) prioritas utama di antara deretan kasus penemuan jasad lain di wilayah hukumnya.
Serangkaian tindakan taktis mulai dari pengumpulan barang bukti eksternal hingga olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) intensif juga telah berulang kali dilakukan dengan melibatkan langsung Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polda Jatim.
Zaenal membeberkan bahwa kendala teknis terbesar yang membelenggu tim penyidik di lapangan hingga detik ini adalah belum adanya saksi mata kunci yang benar-benar melihat atau mengetahui secara persis kronologi kejadian di sekitar sungai.
"Sampai hari ini kami masih terus berupaya keras di lapangan untuk mencari saksi yang benar-benar mengetahui atau melihat langsung insiden tersebut, karena kehadiran saksi kunci ini sangat vital," tegas AKP Zaenal Arifin, Kamis (11/6/2026).
Berbicara mengenai data material penunjang perkara, petugas sejauh ini baru berhasil mengamankan beberapa barang berharga milik korban di sekitar lokasi, termasuk satu unit sepeda motor yang dikendarai oleh almarhum sebelum hilang.
Kendati demikian, AKP Zaenal mengakui bahwa masih ada beberapa barang pribadi milik korban lainnya yang diduga kuat berkaitan langsung dengan indikasi pidana kasus ini yang keberadaannya masih raib misterius.
"Beberapa barang pribadi lainnya yang diduga melekat pada korban hingga saat ini masih terus kami telusuri keberadaannya oleh tim penyidik," imbuh dia.
Baca Juga : Pusat Oleh-Oleh di Kota Batu Koreksi Harga Mengikuti Tren
Meskipun dihadapkan pada jalan buntu dari aspek kesaksian, pihak Polres Batu menjamin proses hukum tidak akan dihentikan dan penyelidikan berkala dipastikan tetap berjalan demi membuat kasus ini benderang.
Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk memaksimalkan seluruh instrumen penyelidikan modern yang ada karena sadar bahwa penanganan kasus kematian mahasiswa S3 ini telah menjadi pusat perhatian kolektif masyarakat luas.
Untuk diketahui, berdasarkan data rilis awal terungkap jenazah KHK ditemukan pertama kali oleh empat orang pemancing lokal yang mencium aroma busuk menyengat di sela-sela bebatuan sungai.
Saat dicek, para pemancing mendapati potongan kaki manusia yang menyembul hingga membuat mereka panik dan langsung melaporkan temuan mengerikan itu kepada perangkat kelurahan setempat.
Ketika dievakuasi, kondisi fisik jenazah mahasiswa pascasarjana tersebut dilaporkan sudah dalam keadaan membengkak, mengenakan kaos cokelat dengan posisi tengkurap, serta diprediksi telah meninggal dunia sekitar 3 hingga 4 hari sebelum ditemukan.
