Resmi Kantongi Izin Kemenag, STIT Al Hadi Jadi Kampus Islam Baru di Bojonegoro

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

06 - Jun - 2026, 07:57

Penyerahan izin operasional dilakukan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag, kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al Hadi, KH. M. Ghufron Umar, M.M., bersama Ketua STIT Al Hadi Bojonegoro, M. Miftahul Huda, M.Kom. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Bojonegoro kembali bertambah. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Hadi Bojonegoro resmi memperoleh izin operasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 534 Tahun 2026.

Terbitnya izin tersebut menjadi tonggak penting lahirnya perguruan tinggi keagamaan Islam baru yang berakar dari tradisi pesantren dan hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, terjangkau, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.

Baca Juga : Kiriman Kerap Terlambat, Viral Guru SD di Sugio Lamongan Tolak Puluhan Paket MBG

Penyerahan izin operasional dilakukan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag, kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al Hadi, KH. M. Ghufron Umar, M.M., bersama Ketua STIT Al Hadi Bojonegoro, M. Miftahul Huda, M.Kom.

Berlokasi di Jalan Dr. Soetomo Gang 02 Pengkok, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, kampus ini berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al Hadi yang selama ini dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan Islam di wilayah Bojonegoro bagian barat.

Kehadiran STIT Al Hadi diharapkan menjadi alternatif baru bagi lulusan pesantren, madrasah, SMA maupun SMK yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan lingkungan akademik yang bernuansa Islami.

Ketua STIT Al Hadi Bojonegoro, M. Miftahul Huda, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya izin operasional tersebut. Menurutnya, izin itu bukan sekadar legalitas, melainkan amanah besar untuk menghadirkan pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Di atas izin yang telah terbit ini, kami menitipkan doa dan harapan, semoga Allah SWT meridhoi setiap niat yang ikhlas, menguatkan setiap ikhtiar yang sungguh-sungguh, dan menjadikan lembaga ini sebagai mercusuar pendidikan Islam yang modern, bermartabat, dan memberi warna terbaik bagi Bojonegoro dan Indonesia," ujar Miftahul Huda.

Berbeda dengan sejumlah kampus umum lainnya, STIT Al Hadi mengusung konsep yang menggabungkan kekuatan tradisi pesantren dengan sistem pendidikan tinggi modern.
Kampus ini membawa semangat untuk mempertahankan khazanah keilmuan Islam klasik atau turats yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, sekaligus mengintegrasikannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Konsep tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan integritas yang kuat.
Pihak kampus menyebut pendidikan agama tidak ditempatkan sekadar sebagai mata kuliah formal, melainkan menjadi bagian dari budaya akademik dan kehidupan sehari-hari mahasiswa.

Dengan pendekatan tersebut, STIT Al Hadi ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi Islam yang berkualitas di Bojonegoro dan wilayah sekitarnya.

Pada tahun akademik pertamanya, STIT Al Hadi membuka dua program studi yang dinilai memiliki kebutuhan besar di masyarakat, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).

Program Studi Pendidikan Agama Islam dirancang untuk mencetak calon guru agama yang memiliki kompetensi profesional sekaligus karakter Islami.

Lulusan program ini nantinya memiliki peluang berkarier sebagai guru di madrasah maupun sekolah umum, penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama, peneliti pendidikan Islam, hingga melanjutkan studi ke jenjang magister.

Sementara Program Studi Pendidikan Bahasa Arab disiapkan untuk menghasilkan tenaga pendidik bahasa Arab yang profesional dan mampu menguasai bahasa Arab secara aktif.
Prospek kerja lulusan PBA juga cukup luas, mulai dari guru bahasa Arab, penerjemah, hingga tenaga profesional pada lembaga pendidikan Islam tingkat nasional maupun internasional.

Dengan dua program studi tersebut, kampus berharap dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik Islam yang terus meningkat, khususnya di Bojonegoro dan kawasan sekitarnya.

Baca Juga : Izin Minol Golongan A di Kafe Karaoke, Disperindag Tulungagung Survei Lapangan

STIT Al Hadi juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang dapat diakses berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, biaya kuliah dirancang agar tetap terjangkau tanpa mengurangi kualitas proses pembelajaran.

Selain itu, kurikulum yang digunakan telah mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 6 sehingga lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Tak hanya itu, lulusan STIT Al Hadi juga memiliki peluang untuk mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), yang menjadi jalur resmi menuju guru profesional bersertifikat negara. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi calon mahasiswa yang ingin meniti karier sebagai tenaga pendidik.

STIT Al Hadi bukanlah lembaga yang berdiri secara tiba-tiba. Kampus ini lahir dari pengalaman panjang Yayasan Pondok Pesantren Al Hadi dalam mengelola pendidikan Islam di Kecamatan Padangan. Pendirian perguruan tinggi ini berangkat dari kebutuhan di masyarakat terhadap tenaga pendidik Islam yang berkualitas dan memiliki pemahaman keagamaan yang kuat.

Melihat kebutuhan tersebut, yayasan kemudian mengambil langkah strategis dengan menghadirkan perguruan tinggi yang mampu menjembatani kedalaman ilmu agama dengan standar pendidikan tinggi modern. Upaya tersebut akhirnya memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah melalui terbitnya KMA Nomor 534 Tahun 2026.

Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam swasta yang berada di bawah pengawasan Kementerian Agama RI, STIT Al Hadi menyatakan komitmennya untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu, akuntabel, dan berdaya saing.

Di saat yang sama, kampus ini tetap menjadikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Seiring dengan terbitnya izin operasional, STIT Al Hadi Bojonegoro juga mulai membuka penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.

Pendaftaran Gelombang I berlangsung mulai 1 Mei hingga 30 Juni 2026 dan dibebaskan dari biaya pendaftaran. Sementara Gelombang II dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juli hingga 30 Agustus 2026. Adapun registrasi ulang mahasiswa baru akan dilaksanakan pada 31 Agustus 2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman yang telah disediakan kampus.

Ke depan, STIT Al Hadi Bojonegoro menargetkan peningkatan mutu akademik dan kelembagaan menuju standar akreditasi nasional. Kampus ini berharap dapat menjadi salah satu perguruan tinggi Islam yang dipercaya masyarakat, tidak hanya di Bojonegoro, tetapi juga di tingkat Jawa Timur hingga nasional.

Untuk informasi lebih lanjut terkait STIT Al Hadi Bojonegoro bisa melalui laman www.stitalhadibojonegoro.ac.id, Instagram @stitalhadibojonegoro, WhatsApp 0852-2788-3503 serta email stitalhadibojonegoro@gmail.com atau langsung datang ke alamat kampus di Jl. Dr. Soetomo, Gg. 02 Pengkok, Padangan, Bojonegoro.