Asbabun Nuzul Surat Al-Qadr: Sejarah dan Keutamaannya

11 - Mar - 2025, 11:53

Ilustrasi (pixabay)

JATIMTIMES - Surat Al-Qadr, surat ke-97 dalam Al-Qur’an, menjadi salah satu surat yang paling didambakan oleh umat Islam, karena berbicara tentang malam Lailatul Qadar yang penuh berkah dan kemuliaan. Dengan hanya terdiri dari lima ayat, surat ini mengungkapkan betapa agungnya malam tersebut, yang disebutkan lebih baik daripada seribu bulan. 

Namun, apakah yang mendasari turunnya surat ini? mari kita simak lebih dalam mengenai asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya surat Al-Qadr.

Baca Juga : Raden Tumenggung Sosrokusumo I: Bupati Berbek dan Pejuang Islam di Tengah Politik Kolonial

Salah satu riwayat yang populer mengenai asbabun nuzul Surat Al-Qadr berasal dari Imam As-Suyuthi dalam bukunya Asbabun Nuzul Sebab-sebab Turunnya Ayat Al-Quran. Dalam salah satu riwayat, dikatakan bahwa Rasulullah SAW pernah melihat dalam mimpinya, Bani Umayyah berada di atas mimbar dan melakukan perbuatan yang tidak baik.

Untuk meresponnya, turunlah ayat yang menjadi permulaan dari Surat Al-Qadr: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar" (QS. Al-Qadr: 1). Ayat ini kemudian menjelaskan betapa malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa, bahkan lebih baik dari seribu bulan.

Namun, ada riwayat lain yang lebih mendalam mengenai latar belakang ayat ini. Diriwayatkan oleh Abi Hatim dan Al-Wahidi, ada seorang laki-laki dari Bani Israel yang beribadah selama seribu bulan tanpa henti. Mendengar cerita ini, para sahabat merasa kagum dan berpikir bahwa amal ibadah mereka tidak akan bisa menandingi kehebatan pria tersebut. Maka, Allah SWT menurunkan ayat dalam Surat Al-Qadr sebagai jawaban, bahwa malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan tersebut.

Surat Al-Qadr, terutama ayat kedua, menjelaskan bahwa malam kemuliaan ini lebih baik dari seribu bulan, yang artinya lebih baik dari amalan apapun yang dapat dilakukan selama seribu bulan. Malam ini adalah malam yang penuh keberkahan, saat turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Allah untuk mengatur semua urusan, seperti yang disebutkan dalam ayat keempat surat ini: "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan" (QS. Al-Qadr: 4).

Malam Lailatul Qadar ini juga disebut sebagai malam penuh kedamaian dan ketenangan. Sebagaimana diungkapkan dalam ayat terakhir surat ini: "Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar" (QS. Al-Qadr: 5). Dengan demikian, umat Islam diyakini bisa memperoleh rahmat dan ampunan yang luar biasa hanya dengan memperbanyak ibadah pada malam tersebut.

Terdapat beberapa riwayat yang menjelaskan turunnya surat ini dengan cara yang berbeda-beda. Dalam sebuah riwayat yang dicatat oleh Al-Tirmidzi, disebutkan bahwa setelah Nabi SAW melihat mimpi tentang Bani Umayyah, turunlah ayat yang menjelaskan tentang keutamaan Lailatul Qadar. Meski demikian, ada catatan kritis tentang keaslian riwayat ini, karena beberapa ulama seperti At-Tirmidzi menyebutkan bahwa hadis ini gharib atau jarang didengar.

Baca Juga : Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadan Beserta Amalan yang Dianjurkan Dilakukan

Sementara itu, riwayat lainnya berasal dari Ibnu Humaid yang menceritakan tentang seorang laki-laki dari Bani Israel yang beribadah tanpa henti selama seribu bulan. Cerita ini sampai kepada Nabi Muhammad SAW, yang kemudian mendapat wahyu bahwa amal ibadah pada malam Lailatul Qadar jauh lebih mulia dan lebih baik daripada amalan tersebut. Ini menandakan bahwa umat Nabi Muhammad SAW memiliki kesempatan yang sangat besar untuk mendapatkan pahala yang luar biasa meskipun usia mereka lebih pendek dibandingkan umat-umat sebelumnya.

Melalui Surat Al-Qadr, Allah SWT mengajarkan umat Islam untuk memanfaatkan setiap peluang dalam hidup, khususnya di bulan Ramadan, untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Lailatul Qadar bukan hanya sekadar malam yang penuh rahmat, tetapi juga menjadi simbol dari anugerah Allah yang lebih besar dari seribu bulan.

Malam ini menjadi kesempatan emas untuk memperoleh keberkahan dan ampunan dari Allah. Dengan memahami asbabun nuzul Surat Al-Qadr, umat Islam dapat lebih mendalami nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam surat ini, dan menjadikannya sebagai motivasi untuk meningkatkan amal ibadah, terutama di malam-malam terakhir bulan Ramadan.