Idul Fitri dan Nyepi Berdekatan, Terminal Arjosari Waspadai Puncak Mudik 17 dan 20 Maret 2026

Reporter

Hendra Saputra

04 - Mar - 2026, 03:58

Terminal Arjosari yang siap menghadapi libur lebaran 2026 (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Terminal Arjosari bersiap menghadapi potensi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran 2026. Sejumlah langkah antisipatif telah disusun, mulai dari penyiapan bus cadangan hingga penambahan personel guna memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati, menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan sejumlah Perusahaan Otobus (PO), khususnya yang melayani rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Baca Juga : Kabid Pendma Jatim Apresiasi Seleksi Humanis MIN 1 Kota Malang, 723 Pendaftar Rebutkan 252 Kursi

"Untuk menghadapi arus mudik Lebaran, kami sudah berkoordinasi dengan pihak PO yang melayani tujuan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) terkait ketersediaan armada. Dalam koordinasi tersebut, kami sampaikan apabila terjadi lonjakan penumpang maka pihak PO harus menyediakan bus cadangan," ujar Mega, Rabu (4/3/2026). 

Tidak hanya armada yang dipastikan siap, Terminal Arjosari juga akan memperkuat sisi pengamanan dan pelayanan. Personel tambahan bakal diterjunkan dan ditempatkan di Posko Angkutan Lebaran 2026 untuk mendukung operasional selama masa puncak arus mudik.

"Tidak hanya memaksimalkan petugas internal dari Terminal Arjosari, melainkan juga ada personel tambahan perbantuan dari Jembatan Timbang Singosari. Kalau mengacu saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin, kurang lebih ada 6 personel tambahan," jelasnya.

Dari sisi fasilitas, pembenahan turut dilakukan demi menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik. Perbaikan lampu penerangan hingga pemasangan rambu pengarah menjadi perhatian utama agar aktivitas di terminal tetap tertib, terutama saat terjadi peningkatan mobilitas penumpang.

Mega mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar Senin, 2 Maret 2026, diperkirakan terjadi penurunan mobilitas masyarakat pada Lebaran tahun ini. Kondisi tersebut dipicu oleh berdekatan namun tidak bersamaan antara Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi.

Baca Juga : Kualitas Menu MBG di Jember Tak Sesuai Standar, LSM TraPP Desak Audit dan Transparansi Anggaran

"Kenapa ini terjadi, karena Idul Fitri tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi sehingga waktu liburnya tidak bersamaan. Jadi, nantinya ada dua kali puncak arus mudik dan prediksi kami terjadi di tanggal 17 Maret dan 20 Maret," ungkapnya.

Meski ada prediksi penurunan pergerakan masyarakat, Terminal Arjosari memilih tidak lengah. Kesiapsiagaan tetap dimaksimalkan untuk mengantisipasi dua gelombang puncak arus mudik tersebut.

Selain itu, pihak terminal juga telah menerima pengajuan penambahan armada dari sejumlah PO untuk masa Angkutan Lebaran 2026. "Ada tiga PO yang telah mengajukan, tetapi semuanya AKAP. Mereka ajukan penambahan untuk antispasi lonjakan penumpang," tandasnya.