JATIMTIMES - Meski baru dibentuk, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kedungsuko, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung menunjukkan komitmennya sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Jumat (9/1/2026), koperasi ini merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendirian unit usaha baru.
Baca Juga : Menu MBG Ramadan Diduga Tak Layak, Pemkab Malang dan Dewan Gelar Rakor Jumat Besok
Dalam paparan laporan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh Ketua KDMP, Ilham Saiful Fahrodin, menyampaikan dinamika harga pangan. Kondisi ini pula yang membuat KDMP Kedungsoko berencana meluncurkan unit usaha baru berupa Gerai Sembako.
Rencana ini bukan tanpa alasan. Gerai tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Desa Kedungsoko dengan harga yang lebih kompetitif dan terjangkau dibandingkan pasar umum. Langkah inovatif ini mendapat dukungan bulat dari seluruh anggota yang hadir karena dinilai bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian warga.
“Tujuan kami adalah kemandirian ekonomi. Dengan Gerai Sembako, keuntungan dari transaksi belanja anggota akan kembali lagi ke anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU). Ini adalah siklus ekonomi dari warga, oleh warga, dan untuk warga Kedungsoko,” ungkap Ilham Saiful Fahrodin.
Pelaksanaan RAT yang berlangsung khidmat ini juga menjadi ajang diskusi interaktif. Para anggota diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan saran, masukan, hingga kritik konstruktif demi kemajuan koperasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dr. Slamet Sunarto M.Si menegaskan RAT yang dilaksanakan menunjukkan penerapan demokrasi dalam berkoperasi. Hal ini sesuai amanat UU nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian pasal 22 sampai 26.
"Ini juga menunjukkan akuntabilitas, pertanggungjawaban dari kinerja pengurus dan pengawas dalam kinerja setahun yang dibebankan oleh anggota," kata Dr. Slamet dalam sambutanya.
Oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulungagung memberikan apresiasi dan support untuk KDMP Kedungsuko yang telah memulai menerapkan berbagai hal untuk menjawab tantangan koperasi kedepan.
Baca Juga : Pemkot Surabaya Buka Posko Pengaduan THR 2026
Tiga tantangan koperasi yang harus disiapkan kedepan diantaranya adalah sumberdaya manusia (SDM), edukasi kepada kaum milenial agar tertarik berkoperasi. "Belum banyak kaum milenial yang tertarik berkoperasi," ungkapnya.
Sedangkan yang ketiga menurut Slamet, adalah koperasi harus memulai sebagai lembaga yang profit oriented, karena selama ini masih bersifat sosial oriented. Apalagi menurut Slamet, saat ini koperasi sudah dilempar di pasar global, Maka, koperasi harus pandai berinovasi khususnya dengan teknologi. Salah satu diantaranya yang disebut adanya e katalog, yang menuntut koperasi untuk menguasai itu.
Adanya gerai sembako menurutnya, membuktikan bahwa KDMP Kedungsuko telah mampu mendiserfikasi usaha, untuk pemasukan modal. Hal ini, harus dibarengi dengan networking atau jaringan kerja, baik dengan dunia usaha atau perbankan Tak lupa, sebagai institusi yang menaungi, Kadinkop dan UM Kabupaten Tulungagung juga menyampaikan apresiasi yang mendalam bagi KDMP Kedungsuko.
“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas RAT tutup buku yang diselenggarakan pada hari ini.Dengan RAT ini, menunjukkan bahwa koperasi sehat dan sustaibable (berkelanjutan),” tutupnya.
Dengan restu dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung dan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Kedungsoko, KDMP optimistis dapat bertransformasi menjadi pilar ekonomi yang tangguh. Fokus pada pemberdayaan lokal dan penyediaan layanan kebutuhan pokok diharapkan mampu menekan angka inflasi di tingkat desa serta meningkatkan taraf hidup para anggotanya. Rangkaian acara ditutup dengan pengesahan rencana kerja tahun 2026.