Alumni LPDP Tasya Kamila Ungkap Kontribusi untuk Indonesia, dari Lingkungan hingga Pendidikan
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
24 - Feb - 2026, 03:56
JATIMTIMES - Di tengah polemik yang mempertanyakan peran alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), artis Tasya Kamila buka suara. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengunggah laporan khusus berisi rangkaian kontribusi yang telah dilakukan setelah menuntaskan studi S2 dengan beasiswa negara, sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi Indonesia.
Tasya merupakan lulusan S2 flic Administration in Energy and Environmental Policy di Columbia University, Amerika Serikat, melalui beasiswa LPDP tahun 2016–2018. Dia pun membeberkan laporan kontribusinya secara terbuka kepada masyarakat.
Baca Juga : Kunker, Menko Pangan Zulkifli Hasan Puji Konsep Pendidikan MAN 2 Kota Malang
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tasya menyebut masyarakat berhak mengetahui kontribusi para penerima beasiswa, mengingat pendidikan tersebut dibiayai negara.
“Sering kali aku ditanya soal apa kontribusiku sebagai alumni awardee beasiswa LPDP. Apalagi belakangan ini isu LPDP menjadi polemik. Buatku, kalian berhak bertanya soal ini,” tulis Tasya.
Ia juga mengaku memahami bahwa publik berharap investasi negara melalui pendidikan dapat memberikan manfaat nyata bagi bangsa. “Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau ‘investasi’ kita semua melalui APBN dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia menghasilkan output yang baik buat bangsa,” lanjut Tasya.
Tasya menjelaskan, dirinya mengambil jurusan kebijakan energi dan lingkungan karena ketertarikannya pada isu lingkungan hidup yang telah digeluti sejak lama. Bahkan, ia telah menjadi Duta Lingkungan Hidup sejak 2005.
Ia memiliki tujuan memanfaatkan posisinya sebagai figur publik untuk menjembatani pemerintah dan masyarakat. “Tujuan perkuliahan memperoleh ilmu, skill, koneksi untuk bisa memanfaatkan platform ku sebagai figur publik agar bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat umum, terutama di bidang keberlanjutan,” jelas ibu dua anak iniz
Selama kuliah, Tasya mencatat sejumlah pencapaian. Di antaranya lulus dengan IPK 3,75, aktif di organisasi pemuda di bawah naungan PBB, hingga terlibat dalam proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Ia juga sempat magang di Kementerian ESDM untuk mempelajari kebijakan energi baru terbarukan di Indonesia.
Usai menyelesaikan studi, Tasya menegaskan dirinya memilih kembali ke Indonesia sebagai bentuk komitmen kepada negara. “Berkomitmen untuk pulang ke Indonesia pasca-lulus dan selama masa bakti,” tulisnya.
Selama masa bakti LPDP periode 2018–2023, Tasya aktif menjadi Duta Lingkungan Hidup dan terlibat dalam berbagai program edukasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, termasuk menjadi Dewan Pertimbangan Kalpataru 2022. Ia juga bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga negara untuk kegiatan sosialisasi dan edukasi masyarakat.
Selain itu, Tasya mendirikan yayasan Green Movement Indonesia yang fokus pada gerakan lingkungan berbasis masyarakat. Lewat yayasan tersebut, ia melakukan edukasi pemilahan sampah, pengomposan, hingga program penanaman mangrove dan ekonomi sirkular, serta membentuk komunitas dengan lebih dari 500 relawan.
Baca Juga : Menko Pangan Zulkifli Hasan Kunjungi MAN 2 Kota Malang, Soroti Pangan Sehat dan Keamanan MBG
Tak hanya itu, Tasya juga aktif sebagai pembicara di berbagai forum pendidikan. “Telah menghadiri lebih dari 100 acara sebagai pembicara, mengunjungi setidaknya 50 universitas dan sekolah di Indonesia, dan menjangkau lebih dari 10.000 pemuda Indonesia,” terang Tasya.
Ia juga pernah mengajar di platform pendidikan online dan membagikan berbagai materi edukasi melalui media sosial, termasuk tips mendapatkan beasiswa.
Di bidang industri kreatif, Tasya mengaku tetap berupaya memberikan kontribusi melalui karya lagu anak. Menurut dia, lagu anak merupakan bagian penting dari budaya dan perkembangan generasi muda Indonesia.
Selain itu, ia memanfaatkan media sosialnya untuk membagikan edukasi terkait parenting, kesehatan anak, dan pendidikan.
Menutup laporannya, Tasya menegaskan bahwa kontribusi kepada negara tidak memiliki satu bentuk tertentu dan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk ibu rumah tangga. “Di zaman sekarang, aku rasa ada banyak cara dan kesempatan bagi kita untuk berkontribusi kepada negeri. Baik secara konvensional maupun modern,” tulisnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi sepanjang hidup. “Kontribusi kepada negeri tidak berhenti di masa bakti. Ini merupakan perjalanan dan komitmen seumur hidup untuk terus mencintai negeri.”
“Siapapun kita, memiliki tempat untuk berkontribusi, asal kita mengusahakannya. Termasuk kami, para ibu rumah tangga,” tutup Tasya.
